Bantuan untuk Gempa Lombok Terus Mengalir, Perhimpunan INTI Ucapkan Terima Kasih Ketua Umum INTI Teddy Sugianto dan Wakil Ketua Umum INTI Budi S Tanuwibowo. (Ist)

MerahPutih.com - Perhimpunan INTI menjadi salah satu organisasi yang menaruh perhatian terhadap bencana gempa di Lombok. Organisasi yang dipimpin Teddy Sugianto itu tak hentinya menghimpun bantuan dari anggotanya untuk kemudian disalurkan kepada para korban. Karenanya, Perhimpunan INTI pun mengucapkan terima kasih kepada segenap organisasi dan masyarakat Tionghoa atas kepercayaan dan bantuan yang terus mengalir kepada Posko INTI Peduli Gempa Lombok.

Ketua Umum INTI Teddy Sugianto secara khusus mengapresiasi organisasi PERMATA (Persatuan Masyarakat Tionghoa Peduli Bencana), Paguyuban Meizhou Indonesia, Perhimpunan Marga Huang Jakarta, Perhimpunan Minnan Indonesia, Perhimpunan Teo Chew Indonesia, dan Perkumpulan Hakka Indonesia serta segenap tokoh dan masyarakat Tionghoa yang tanggap bencana bergandengan bersama langsung bergerak membantu korban gempa bencana Lombok.

INTI

Total donasi yang masuk sampai Kamis (9/8) sore sebanyak Rp 3.131.950.000 dan hari ini Jumat (10/9) bertambah Rp 55 juta lagi. "Dari lubuk hati yang terdalam mewakili warga korban gempa Lombok, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman semua segenap ormas dan donatur," kataTeddy.

Perhimpunan INTI sendiri terus bergerak mendistribusikan bantuan kepada warga korban gempa di Lombok.

Selain bahan makanan, bantuan tersebut sejumlah besar berupa pakaian, handuk, selimut, sarung, terpal, sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, pembalut wanita dan popok. Barang-barang itu telah disiapkan untuk diterbangkan ke Lombok dengan pesawat Hercules Puskes TNI menunggu jadwal keberangkatan dari bandara Halim Perdanakusumah.

Sementara Yossy Wijaya relawan INTI yang bermalam di posko gempa Lombok Utara melaporkan akibat gempa susulan 6,2 skala richter kemarin siang telah melumpuhkan kota Mataram dan sekitarnya.

INTI

Toko-toko dan pasar di Mataram banyak yang tutup sehingga sulit untuk membeli bahan makanan untuk dapur umum. Daerah wisata Senggigi seperti kota mati tidak ada orang.

"Pengiriman ke utara ga bisa dengan mobil besar harus mobil kecil. Jembatan penghubung Tanjung ke utara hampir roboh. Kondisinya lumayan ngeri," kata Yossy. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH