Bantuan Terus Mengalir ke Kabupaten Puncak

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 07 Agustus 2023
Bantuan Terus Mengalir ke Kabupaten Puncak

Helikopter dikerahkan angkut bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan. (ANTARA/HO/Dokumen Pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sejumlah 5.228 kg logistik dan peralatan dalam upaya penanganan darurat bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem di Papua Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan 5.228 kg logistik tersebut terdiri atas 3.844 kg logistik dan peralatan yang dikirim melalui Bandara Sinak dan 1.384 kg logistik dan peralatan melalui Bandara Agandugume.

Baca Juga:

Pemerintah Bangun Lumbung Pangan di Kabupaten Puncak Atasi Kekeringan

"Dukungan bantuan logistik ini akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat bencana kekeringan Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah," kata Abdul Muhari.


Secara rinci, kata Abdul, bantuan yang telah dikirimkan melalui Bandara Sinak antara lain 380 paket sembako, 175 lembar matras, 100 lembar selimut, tujuh unit genset dan 60 unit tenda gulung.

Sementara bantuan yang dikirim melalui Bandara Agandugume, sambungnya, terdiri atas sebanyak 135 paket sembako dan 300 lembar matras.

"BNPB juga terus memantau hingga distribusi logistik sampai kepada warga yang membutuhkan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, BNPB juga telah melakukan identifikasi awal lokasi yang memungkinkan untuk dibangun gudang logistik di sekitar kawasan Bandara Agandugume.

"Identifikasi awal ini dilakukan BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perwakilan masyarakat untuk diputuskan secara bersama-sama," kata dia.

Rencana pembangunan gudang logistik ini sebelumnya disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy pada saat mengantarkan bantuan melalui Bandara Sinak, Kamis (3/8), agar masyarakat Kabupaten Puncak, Papua Tengah memiliki cadangan pangan saat cuaca ekstrim berulang di masa depan.

Sementara itu, Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, bantuan kemanusiaan dari Panglima TNI telah disalurkan ke warga yang terkena bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan.

Berbagai bantuan dari Panglima TNI sudah disalurkan ke warga yang terdampak cuaca ekstrem di Distrik Agandugume dan Lambewi melalui Sinak dengan menggunakan helikopter Caracal.

"Memang benar bantuan kepada warga yang terdampak bencana ekstrem disalurkan melalui Sinak," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan.

Diakui, saat ini warga kedua distrik yang sebelumnya mengungsi ke Sinak kini sudah berangsur kembali ke Agandugume.

Berbagai bantuan yang disalurkan melalui Sinak diangkut dengan berjalan kaki sekitar dua hari perjalanan.

"Warga bahu-membahu mengangkut berbagai bantuan dari Sinak dengan berjalan kaki untuk saudaranya yang terdampak bencana cuaca ekstrem, "kata Mayjen TNI Izak Pangemanan.

Baca Juga:

Ketua MPR Minta Pemerintah Lakukan Deteksi Dini Potensi Kekeringan

#Kekeringan #Dampak El Nino #Fenomena El Nino
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sudah Satu Bulan Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Riau, Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Laporan terkini menunjukkan karhutla masih terjadi di sejumlah kabupaten/kota seperti Kampar, Rokan Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Siak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Agustus 2025
Sudah Satu Bulan Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Riau, Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Indonesia
BNPB Pantau Kondisi Kekeringan di Indonesia, Ribuan Liter Air Dikirim ke Berbagai Desa
Pasokan air bersih untuk wilayah terdampak menjadi prioritas utama guna memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi kekeringan pada musim kemarau ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Agustus 2025
BNPB Pantau Kondisi Kekeringan di Indonesia, Ribuan Liter Air Dikirim ke Berbagai Desa
Indonesia
Puncak Kemarau, Satuan Tugas Desk Penanganan Karhutla Siaga Hingga Agustus
Wilayah Sumatera bagian selatan, seperti Sumatera Selatan dan Lampung, masih berada pada periode puncak musim kemarau hingga Agustus mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 Juli 2025
Puncak Kemarau, Satuan Tugas Desk Penanganan Karhutla Siaga Hingga Agustus
Indonesia
Jawa Tengah Mulai Dilanda Kekeringan, Warga Mulai Memohon Bantuan Air Bersih
Surat permohonan bantuan air bersih yang pertama diterima BPBD Kabupaten Cilacap dari Pemerintah Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 Juli 2025
Jawa Tengah Mulai Dilanda Kekeringan, Warga Mulai Memohon Bantuan Air Bersih
Indonesia
38 Daerah di 7 Provinsi Tidak Hujan Lebih Dua Bulan, Kekeringan Ekstrem Melanda
Hal ini seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (18/9).
Frengky Aruan - Rabu, 18 September 2024
38 Daerah di 7 Provinsi Tidak Hujan Lebih Dua Bulan, Kekeringan Ekstrem Melanda
Indonesia
Puan Maharani Minta Pemerintah Siapkan Langkah untuk Antisipasi Kekeringan
Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah untuk menyiapkan langkah agar mengantisipasi kekeringan.
Soffi Amira - Kamis, 12 September 2024
Puan Maharani Minta Pemerintah Siapkan Langkah untuk Antisipasi Kekeringan
Indonesia
10 Kecamatan Boyolali Alami Kekeringan, Pemkab Suplai Air Bersih
Pemkab mengantisipasi dampak kekeringan dengan menyiapkan puluhan truk tangki air bersih.
Dwi Astarini - Minggu, 25 Agustus 2024
10 Kecamatan Boyolali Alami Kekeringan, Pemkab Suplai Air Bersih
Indonesia
Musim Kemarau Panjang, 2.073 Kepala KK di Sragen Kekurangan Air
Jumlah itu masih berpotensi meningkat lantaran ini baru awal musim kemarau.
Dwi Astarini - Senin, 12 Agustus 2024
Musim Kemarau Panjang, 2.073 Kepala KK di Sragen Kekurangan Air
Indonesia
Yogyakarta Tetapkan Darurat Kekeringan, Siapkan Hujan Buatan
Program hujan buatan itu bakal melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Agustus 2024
Yogyakarta Tetapkan Darurat Kekeringan, Siapkan Hujan Buatan
Indonesia
Pemkot Solo Segera Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Sesuai prediksi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan Juli-Agustus 2024. Durasi musim kemarau kurang lebih 3 sampai 6 bulan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Agustus 2024
Pemkot Solo Segera Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Bagikan