Bantu Keuangan Garuda, Rute 'Gemuk' Jakarta-Yogyakarta Diminta Dibuka Lagi Garuda Indonesia. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pengamat Transportasi, Muslich Zainal Asikin meminta kepada PT Garuda Indonesia untuk membuka kembali rute Jakarta-Yogyakarta. Hal ini diyakini dapat memperbaiki masalah keuangan maskapai pelat merah tersebut.

Rute Jakarta-Yogyakarta atau sebaliknya dianggap rute 'gemuk' secara historis dengan tingkat penumpang dan mobilitas sangat tinggi.

"Rute-rute gemuk yang secara historis telah dirintis Garuda, dikembalikan. Seperti rute Yogya Adisucipto ke Halim, beberapa airport yang bersejarah seperti Yogya yang lama, Halim diserahkan sepenuhnya ke Garuda," ucap Muslich kepada MerahPutih.com, Rabu (10/11).

Baca Juga:

DPR Bakal Lakukan Langkah Penyelamatan Garuda Indonesia

Selain itu, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara harus juga ikut campur dalam membantu membangkitkan Garuda disaat situasi kritis.

"Karena sudah terbukti selama ini (Garuda) merupakan perusahaan yang handal, bagus dan pemberi pelayanan yang baik terhadap penumpang, baik nasional maupun internasional," paparnya.

Baca Juga:

Peter Gontha Minta Gajinya sebagai Komisaris Garuda Dihentikan

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia telah menyusun strategi untuk dapat memperbaiki keuangan Garuda di masa kritis. Salah satunya optimalisasi network perseroan, yaitu Garuda bakal fokus untuk memberikan fasilitas penerbangan domestik.

"Jadi kami enggak punya lagi rute-rute long hall, misalnya Amsterdam, London semua shutdown. Semua rute seperti Korea juga shutdown kemudian kita hanya akan menyisakan masih ada volume-volume kargo yang memadai," kata Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo

Selain memotong sejumlah rute yang merugikan, Garuda juga akan memangkas jumlah pesawat. Dari 202 jumlah pesawat menurun menjadi 130 pesawat pada 2022.

Baca Juga:

KPK Persilakan Publik Lapor Dugaan Korupsi di PT Garuda Indonesia

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan mengurangi jenis pesawat untuk menekan biaya perawatan. Nanti jenis dikurangi dari 13 jenis menjadi hanya 7 jenis.

"Jadi itu salah satu inefisiensi di masa lalu karena pesawatnya macam macam, kalau airline bagus itu ada 2-3 jenis pesawat ya. Nah ini Garuda Indoesia ada 777, 737, ada A320, A330, ada CRZ, ada ATR 45, ATR75 jadi memang banyak sekali jadi itu membuat kompleksitas dari pengelolaan maintenance-nya sehingga coast per seat-nya mahal," terangnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ibu Kota Pindah, Ketua DPRD DKI ingin Jakarta seperti New York
Indonesia
Ibu Kota Pindah, Ketua DPRD DKI ingin Jakarta seperti New York

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi berharap Jakarta tetap menjadi kota istimewa dan berubah sebagai pusat bisnis seperti New York.

Terima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi, Anies: Amanat yang Harus Dijaga
Indonesia
Terima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi, Anies: Amanat yang Harus Dijaga

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi.

Komentari Stasiun Tebet, PSI Ajak Anies Naik Kereta ke Depok
Indonesia
Komentari Stasiun Tebet, PSI Ajak Anies Naik Kereta ke Depok

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menyoroti integrasi Stasiun Tebet, Jakarta Selatan yang dianggap bermasalah.

[HOAKS atau FAKTA] Motor Terbakar karena Simpan Hand Sanitizer di Dalam Jok
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Motor Terbakar karena Simpan Hand Sanitizer di Dalam Jok

Beredar sebuah foto di media sosial Facebook memperlihatkan ada sebuah motor yang terbakar karena menyimpan hand sanitizer di dalam jok.

Bukan Jakarta, Ini Daerah Yang Mulai Gunakan Pelat Nomor Putih
Indonesia
Bukan Jakarta, Ini Daerah Yang Mulai Gunakan Pelat Nomor Putih

Ada beberapa mekanisme untuk masyarakat bisa mendapatkan pelat putih. Salah satunya dengan masa pelat lima tahunannya sudah mulai habis.

Pertahankan Harga Pertalite, Jokowi Sebut Subsidi Sudah Terlalu Besar
Indonesia
Pertahankan Harga Pertalite, Jokowi Sebut Subsidi Sudah Terlalu Besar

Subsidi terhadap BBM sudah sangat terlalu besar. Subsidi yang diberikan pemerintah melalui APBN telah meningkat signifikan saat ini menjadi Rp 502 triliun.

Ganjar Tetap Unggul Meski Prabowo Diusung PDIP
Indonesia
Ganjar Tetap Unggul Meski Prabowo Diusung PDIP

Survei eksperimental yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa wacana pencalonan Prabowo Subianto oleh PDIP tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan suara Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Pertambahan Kasus Harian COVID-19 Indonesia Mulai di Bawah 30 Ribu
Indonesia
Pertambahan Kasus Harian COVID-19 Indonesia Mulai di Bawah 30 Ribu

Update kasus COVID-19 terbaru berdasarkan data Kemenkes per Rabu 9 Maret 2022.

Anggota DPR Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Bermasalah Sejak Awal
Indonesia
Anggota DPR Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Bermasalah Sejak Awal

Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama mengungkapkan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang telah dimulai sejak tahun 2015, sudah bermasalah sejak awal.

Penembakan California: Dua Polisi Tewas Setelah Dilarikan ke RS
Dunia
Penembakan California: Dua Polisi Tewas Setelah Dilarikan ke RS

Penembakan di kota El Monte, California, menewaskan dua polisi dan pelaku, kata pihak berwenang, Selasa (15/5) malam waktu setempat.