Bansos PPKM Kota Bandung Dinyatakan Rampung Pembagian bansos di Kota Bandung (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Bandung menyatakan program bantuan sosial (bansos) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik yang bersumber dari APBD maupun APBN sudah selesai dibagikan.

Kapala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung Tono Rusdiantono mengatakan, seluruh bansos yang telah disalurkan bagi warga Kota Bandung dipastikan tepat sasaran. Sebab, data yang digunakan bersumber dari data primer yang paling terbaru dan akurat.

"Alhamdulillah program bansos di Kota Bandung baik dari APBN maupun APBD tidak ada permasalahan yang berarti. Pencapaian target sudah di atas 90 persen," kata Tono Rusdiantono, Selasa (7/9).

Baca Juga:

Bansos COVID-19 Tahap 7 dan 8 DKI Tunggu Arahan Pempus

Ia membeberkan, bantuan bersumber dari APBD Kota Bandung senilai Rp 30 miliar dengan target 60.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Bantuan ini menyasar data non-DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Dinsos memberi kuota kepada setiap wilayah dan aparat kewilayahan yang akan mengusulkan siapa saja penerima bansos. Syaratnya, harus sesuai dengan kriteria.

Kriteria yang harus dipenuhi yaitu buruh harian, pekerja informal, disabilitas, lansia, mereka yang belum pernah menerima bantuan, mereka yang pernah terpapar dan terdampak COVID-19.

Pendistribusian bansos tersebut melalui BJB dengan menggunakan barcode. Dari kuota 60.000 sasaran, sebanyak 99,62 persen atau 59.469 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) telah mendapatkan bansos ini.

Memang masih ada sisa kuota. Namun Tono menegaskan, tak bisa mengalihkan bansos ke pihak lain. Sebab dalam peraturan wali kota (perwal) menyebutkan, jika penerima tidak bisa menerima, maka bansos tidak bisa dialihkan. Sehingga otomatis uangnya akan kembali ke kas negara.

"Karena dalam pembagian bansos tidak boleh tidak sesuai ketentuan. Jika salah sasaran, kita akan tarik kembali," ucapnya.

Penyaluran bansos PPKM Kota Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Penyaluran bansos PPKM Kota Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ada beberapa alasan mereka tidak bisa menerima bansos. Di antaranya yaitu penerima sudah meninggal dunia dan tidak ada ahli waris, pindah alamat, dan tidak ada di tempat. Kemudian, banyak penerima bansos yang tinggal di luar Bandung. Ada pula penerima ganda dari bantuan pemerintah.

"Ada juga yang tidak mau menerima bansos. Mungkin karena kelurahan salah sasaran, NIK dan KK ganda, mereka terdaftar di DTKS jadi sudah pasti mereka tidak diberikan bansos," imbuhnya.

Untuk bansos yang bersumber dari APBN, terang Tono, yaitu bantuan berupa pangan non-tunai yaitu sembako. Target 64.852 KPM realisasi 64.852 KPM.

"Alhamdulillah capaiannya sudah 100 persen, karena verifikasi data di Dinsos sudah semakin baik," ucapnya.

Baca Juga:

BSI Percepat Penyaluran Bansos di Aceh

Ada juga beras dari Kementerian Sosial dengan masing-masing PKH akan menerima 10 kg dibagikan dalam dua tahap. Tahap pertama memiliki target 108.457 KPM kini sudah terealisasi 106.705 KPM atau 98.38 persen.

Lalu tahap kedua dengan target 55.341 KPM kini sudah terealisasi 100 persen. Bantuan lainnya yaitu berupa beras 5kg dengan target 6000 KPM, sudah terealisasi 5.870 atau 97.83 persen.

Untuk bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dengan menyasar data DTKS, memiliki target 45.280 KPM, kini sudah terealiasi 44.953 KPM atau 99,28 persen.

"Selanjutnya untuk BST (Bantuan Sosial Tunai) dengan target 63.317 KPM terealisasi 62.105 atau 98.09 persen ini data DTKS," tuturnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kasus Bansos, Bekas Anak Buah Juliari Batubara Divonis 9 Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pelaku Bully Anak Ayu Ting Ting
Indonesia
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Pelaku Bully Anak Ayu Ting Ting

Yusri menyebut jika unsur yang disangkakan telah lengkap, maka pihak penyidik akan segera memanggil terlapor Ayu Ting Ting untuk dimintai keterangan beserta kelengkapan barang bukti.

UGM Bagikan 11.000 Alat Rapid Test RI-GHA
Indonesia
UGM Bagikan 11.000 Alat Rapid Test RI-GHA

RI GHA merupakan singkatan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada Hepatika Airlangga.

7 Mal di Serpong Izinkan Masuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun, Berikut Daftarnya
Indonesia
7 Mal di Serpong Izinkan Masuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun, Berikut Daftarnya

Mal di Tangerang Selatan sudah mengizinkan untuk anak dibawah usia 12 tahun dapat memasuki area mall.

2,5 Juta Warga Jakarta Masih Belum Divaksin Dengan Berbagai Alasan
Indonesia
2,5 Juta Warga Jakarta Masih Belum Divaksin Dengan Berbagai Alasan

Sebagian besar warga yang belum mendapatkan vaksinasi karena tidak ingin vaksin. Dengan kondisi ini, harus diajak secara persuasif.

[Hoaks atau Fakta]: Mantan Kuasa Hukum Prabowo Siap Dampingi Gugatan Donald Trump
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Mantan Kuasa Hukum Prabowo Siap Dampingi Gugatan Donald Trump

Tidak ada pembahasan mengenai Denny Indrayana yang siap membantu menggugat Pilpres Amerika.

PPKM Darurat, Akses Masuk Bekasi Diperketat
Indonesia
PPKM Darurat, Akses Masuk Bekasi Diperketat

Polres Metro Bekasi memperketat akses masuk menuju Kabupaten Bekasi menjelang penerapan PPKM Darurat mulai Sabtu (3/7).

PPP Yakin Negara Tak Terlantarkan Pekerja dan Pikirkan Pengusaha
Indonesia
PPP Yakin Negara Tak Terlantarkan Pekerja dan Pikirkan Pengusaha

Penyebab tidak ada kenaikan UMP adalah kondisi perekonomian nasional yang merosot sebagai dampak dari pandemi COVID-19

Legislator Minta Pemerintah Pusat Dampingi Pemda Gelar PTM Terbatas
Indonesia
Legislator Minta Pemerintah Pusat Dampingi Pemda Gelar PTM Terbatas

Lebih baik Pemerintah Pusat apresiasi saja Pemda yang sudah bisa PTM

Pertamina Belum Bisa Pastikan Kebakaran Kilang Balongan akibat Petir
Indonesia
Pertamina Belum Bisa Pastikan Kebakaran Kilang Balongan akibat Petir

Pertamina belum bisa membenarkan kebakaran tanki bensin di Kilang Minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat akibat sambaran petir.

Anak Buah Anies Siap Tindak Tempat Wisata yang Gelar Acara Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Anak Buah Anies Siap Tindak Tempat Wisata yang Gelar Acara Malam Pergantian Tahun

Sehingga, tidak diperkenankan untuk melakukan perayaan kegiatan malam tahun baru 2020-2021