Banser Dukung Proses Hukum Abu Janda Permadi Arya alias Abu Janda. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendukung langkah kepolisian untuk memproses hukum Permadi Arya alias Abu Janda terkait kasus dugaan pencemaran nama baik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Wakasatkornas) Banser, Hasan Basri Sagala menuturkan, pihaknya meminta seluruh masyarakat menghormati aparat kepolisian yang tengah bekerja menyelesaikan kasus tersebut.

Baca Juga

Ketum KNPI Duga Bekingan Abu Janda Ingin Merusak NKRI

"Untuk itu, Satkornas Banser menghormati langkah tersebut sebagai bagian upaya penegakan hukum yang seadil-adilnya bagi seluruh warga negara Indonesia," kata Hasan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (30/1).

Selain itu, dia menilai laporan Haris Pertama yang mengatasnamakan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (28/1) adalah bagian hak warga negara yang dilindungi undang-undang.

Ia mengungkapkan, Permadi Arya pernah tercatat mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi.

Namun menjadi kader atau anggota Banser, kata dia, bukan sebatas dimaknai bangga mengenakan seragam saja, tetapi juga harus memegang teguh tiga karakter, yaitu amaliah (ritual ibadah), fikrah (cara berpikir) dan harakah (cara bertindak).

Anggota Banser juga harus berpedoman pada empat prinsip dasar yakni tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i'tidal (adil), dan tasamuh (toleran). Dia mengatakan hal yang paling utama adalah akhlaqul karimah, patuh, dan taat komando kepada pemimpin tertinggi Banser.

”Jadi apabila ada orang mengaku Banser tapi sikapnya tidak sesuai prinsip tersebut maka tidak layak menyebut dirinya sebagai anggota Banser,” tegasnya dikutip Antara.

Ilustrasi - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) (Foto: ANTARA/Adhitya Hendra)
Ilustrasi - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) (Foto: ANTARA/Adhitya Hendra)

Hasan menilai Permadi sudah lama aktif di media sosial twitter dengan akun @permadiaktivis1. Pernyataan Permadi Arya yang diduga bernuansa SARA terhadap mantan anggota Komnas HAM Natalius Pigai pada 2 Januari 2021 juga dinilai murni atas inisiatif pribadi dan bersifat personal.

"Dengan demikian, pernyataan tersebut tidak mewakili lembaga Banser. Satkornas Banser menghormati proses-proses yang berjalan dan berharap tercapainya hukum yang seadil-adilnya pada kasus yang melibatkan Permadi Arya tersebut," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Hasan juga meminta semua pihak untuk menjunjung tinggi azas kesamaan hak di hadapan hukum.

“Kami meminta pihak-pihak yang tidak berwenang untuk menghentikan pernyataan yang berpotensi mencederai dan mengganggu proses hukum,” ungkap Hasan

Satkornas Banser mendukung aparat kepolisian memproses kasus ini dan berharap bisa bertindak seadil-adilnya.

Penyelesaian kasus dugaan ujaran kebencian ini, ucap Hasan, harus dilakukan secara transparan dan independen tanpa tekanan dari pihak manapun. Dengan cara demikian keadilan akan tercapai dan hak-hak warga negara di mata hukum juga terjaga.

“Satkornas Banser juga siap membantu Polri menyelesaikan kasus ini demi terwujudnya keadilan bagi semua warga,” ucap dia.

Hasan menambahkan, Banser menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinnekaan di Tanah Air yang hakikatnya menjadi modal besar bagi pemersatu bangsa.

"Bersama-sama dengan TNI, Polri, aparatur negara, dan berbagai pihak lainnya Banser berkomitmen melanjutkan upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Mabes Polri Pelajari Kasus Dugaan SARA yang Menjerat Abu Janda

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Izinkan Buruh Demo, Polda Metro: Jangan Sampai Jadi Klaster Corona
Indonesia
Tak Izinkan Buruh Demo, Polda Metro: Jangan Sampai Jadi Klaster Corona

Polda Metro Jaya memastikan masih tak mengizinkan adanya aksi unjuk rasa saat PSBB di Jakarta.

Akses ke Cipete Raya Ditutup, Kecuali Warga Tunjukkan KTP
Indonesia
Akses ke Cipete Raya Ditutup, Kecuali Warga Tunjukkan KTP

Warga yang hendak masuk ke Jalan Cipete Raya dari dua akses tersebut diminta untuk putar balik pagi ini

Kabinda Papua Gugur, TNI-Polri Diminta Habisi KKB
Indonesia
Kabinda Papua Gugur, TNI-Polri Diminta Habisi KKB

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Kharis Almasyhari memastikan langkah terukur dan tegas harus dilakukan oleh Polri.

Pintu Keluar Tol Sidoarjo Ditutup, Kendaraan Dialihkan ke Tanggulangin
Indonesia
Pintu Keluar Tol Sidoarjo Ditutup, Kendaraan Dialihkan ke Tanggulangin

Penambahan penyekatan jalan dilakukan di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di pintu keluar tol Sidoarjo.

Jerinx: Masyarakat tidak Perlu Takut Divaksin COVID-19
Indonesia
Jerinx: Masyarakat tidak Perlu Takut Divaksin COVID-19

"Jadi saya menganjurkan kepada masyarakat luas agar konsultasi dulu dengan dokter terutama yang memiliki riwayat sebelum melakukan vaksinasi. Jadi tidak usah takut berlebihan," lanjut Jerinx

Pendemo yang Hendak Masuk Istana Diwajibkan Tes COVID-19
Indonesia
Pendemo yang Hendak Masuk Istana Diwajibkan Tes COVID-19

Massa buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) tersebut cukup kooperatif mengikuti rapid test COVID-19

HNW Tegaskan Penegakan Hukum di Kasus Dugaan Penistaan Agama Muhammad Kece Sangat Penting
Indonesia
HNW Tegaskan Penegakan Hukum di Kasus Dugaan Penistaan Agama Muhammad Kece Sangat Penting

Jangan sampai dengan adanya penistaan Agama Islam semacam ini, dan pembiarannya, maka akan berdampak pada makin terjadinya pembelahan

[HOAKS ATAU FAKTA]: Demi Jokowi, Uni Emirat Arab Bakal Bangun Masjid di Solo
Indonesia
[HOAKS ATAU FAKTA]: Demi Jokowi, Uni Emirat Arab Bakal Bangun Masjid di Solo

Akun Facebook Hariyanto membagikan unggahan gambar sebuah masjid beserta narasi ke grup SEGAN pada Rabu (21/10) kemarin.

429.231 Lembar Surat Suara Tiba di KPU Solo
Indonesia
429.231 Lembar Surat Suara Tiba di KPU Solo

Sebanyak 429.231 lembar surat suara untuk Pemilihan Wali Kota Solo pada 9 Desember telah tiba di kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/11).

Anies: Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 Capai 75 Persen
Indonesia
Anies: Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 Capai 75 Persen

Kasus COVID-19 di ibu kota saat ini sudah sangat mengkhwatirkan.