Bank ini Minta Seluruh Karyawan Hapus Aplikasi TikTok Sebuah Bank larang karyawannya untuk menggunakan TikTok (Foto: pixabay/nikuga)

WELL FARGO & CO, salah satu bank di Amerika Serikat, meminta seluruh karyawannya menghapus TikTok dari ponsel pintar mereka. Hal itu lantaran adanya kekhawatiran soal keamanan aplikasi tersebut.

Terkait dengan hal itu, Juru Bicara Bank Wells Fargo mengatakan pihak bank telah mengidentifikasi sejumlah kecil karyawan Wells Fargo dengan perangkat milik perusahaan yang telah menginstal aplikasi TikTok pada perangkat karyawannya. "Karena kekhawatiran tentang kontrol, praktik privasi, keamanan TikTok serta karena perangkat milik perusahaan hanya boleh digunakan untuk bisnis perusahaan. Kami telah mengarahkan karyawan tersebut untuk menghapus aplikasi dari perangkat mereka," ujar Juru Bicara Wells Fargo seperti yang dilansir Bloomberg.

Baca Juga:

TikTok dan Facebook Terlarang bagi Tentara India

Sebuah bank melarang karyawannya untuk menggunakan TikTok karena alasan keamanan (Foto: pixabay/denishiza)

Seperti yang sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sudah menyatakan kecurigaanya soal keamanan TikTok, yang dimiliki perusahaan teknologi asal Tiongkok, ByteDance.

Pompeo juga mengimbau warga Amerika Serikat tak mengunduh aplikasi TikTok, kecuali bila mereka memang ingin informasi data pribadinya jatuh ke tangan pemerintah Tiongkok.

Baca Juga:

India Larang TikTok, Instagram Uji Coba Reels di Sana

TikTok telah berulang kali membantah aplikasinya merupakan ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat.(Foto: pixabay/konkarampelas)

Mengenai tuduhan itu, TikTok sudah berulang kali membantah aplikasi buatan mereka itu merupakan sebuah ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat. "Keamanan pengguna merupakan hal yang paling penting bagi TikTok. Kami berkomitmen penuh untuk menghormati privasi pengguna kami," ujar juru bicara TikTok.

Sebelumnya, perusahaan Amazon juga dikabarkan meminta para pegawainya untuk menghapus TikTok dari ponsel mereka. Terlebih jika gawai itu digunakan untuk mengakses e-mail perusahaan. Namun, raksasa e-commerce itu kemudian menyebut permintaan tersebut tak lagi berlaku. (Ryn)

Baca juga:

India Larang TikTok, Aplikasi Ini Malah Jadi Populer

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH