Bangun Kampung Akuarium, PDIP Nilai Anies Langgar Perda RDTR Pada momentum 17 Agustus, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rusun Kampung Akuarium. Foto: @aniesbaswedan

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono buka suara menanggapi keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang melakukan penataan Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut Gembong, kebijakan penataan itu memang langkah Anies dalam menunaikan janji kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Baca Juga

Dipinjami Rp1,7 Triliun Tangani Banjir, Pemprov DKI Diminta Bekerja Cepat dan Taktis

"Tunaikan janji kampanye," ujar Gembong saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (18/8).

Komisi A DPRD DKI ini menilai, meski memberikan keadilan terhadap warga Jakarta tapi penataan itu justru malah menabrak aturan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) .

"Menabrak aturan. Kalau saat ini Anies melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampung Aquarium, berarti pak Anies melanggar Perda RDTR, karena sampai saat ini blm ada perubahan RDTR," ungkap Gembong.

Desain
Desain kampung akuarium. Foto: Istimewa

Masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berupaya melakukan penggusuran kawasan kampung akuarium. Alasannya, kata Gembong, karena Ahok ingin mengembalikan lokasi tersebut pada fungsinya sebagaimana tertuang dalam Perda RDTR.

"Ahok melakukan penggusuran kampung aquarium ingin mengembalikan fungsi sebagaimana tertuang dlm Perda RDTR, dimana area tersebut masuk dalam zona merah," papar Gembong.

Lebih jauh, Gembong menilai bahwa ini menjadi preseden buruk bagi penegak Perda di Jakarta. Kata dia, menunaikan janji kampanye silahkan tapi jangan sampai menabrak aturan yang ada.

"Jangan hanya karena ingin menunaikan janji kampaye, tetapi melanggar aturan. Sementara ketika rakyat kecil membangun diluar peruntukan Pemprov langsung beraksi melakukan penyegelan, disisi lain pemprov nya sendiri mengajarkan kepada rakyat Jakarta untuk tida taat asas," papar dia.

Gembong pun menghadirkan contoh pelanggaran lain yang dilakukan oleh Gubernur Anies. Salah satunya, pembangunan pusat kuliner yang dibangun melakui Jakpro di daerah Muara Angke.

Baca Juga

Bangun Kembali Kampung Akuarium, Anies Ingin Seluruh Warga Miliki Hunian Layak

Padahal, lahan tersebut merupakan lahan RTH lantaran dibangun di bantaran sungai. Bahkan, bangunan itu berasa dibawah menara sutet tinggi yang justru sangat membahayakan.

"Contoh kasus lain yg dilakukan oleh pemprov melalui jakpro, membangun pusat kuliner di muara karang dilahan RTH, dibantaran sungai dan yg lebih ironis lagi bangunan 2 lantai itu dibawah Suter," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Beri Hibah Aset Senilai Rp 97 Miliar kepada Polda Metro dan Kejati DKI
Indonesia
Anies Beri Hibah Aset Senilai Rp 97 Miliar kepada Polda Metro dan Kejati DKI

Adapun total aset yang diberikan Pemprov DKI kepada kedua instansi tersebut sebesar Rp 97.016.626.432.

Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Dorong UMKM Naik Kelas
Indonesia
Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Dorong UMKM Naik Kelas

Bergabungnya BRI, Pegadaian, dan PNM akan mempermudah pelaku UMKM untuk naik kelas karena mempermudah akses pembiayaan.

HUT ke-20, Partai Demokrat Kubu Moeldoko Gelar Reuni
Indonesia
HUT ke-20, Partai Demokrat Kubu Moeldoko Gelar Reuni

Acara ini adalah Haul dari kami oendiri untuk berkumpul reuni

Sambangi KPK, Anak Buah Anies Serahkan Dokumen Dugaan Korupsi Formula E
Indonesia
Sambangi KPK, Anak Buah Anies Serahkan Dokumen Dugaan Korupsi Formula E

Widi mengatakan, saat ke lembaga antirasuah tersebut pihaknya menyerahkan dokumen setebal sekitar 600 halaman. Dokumen tersebut merupakan himpunan dari proses persetujuan hingga persiapan yang diperlukan KPK untuk mendapatkan informasi secara detail dan utuh mengenai gelaran Formula E

Sidang Tahunan MPR Dipastikan Digelar Virtual
Indonesia
Sidang Tahunan MPR Dipastikan Digelar Virtual

“Karena kondisi pandemi COVID-19, pelaksanaan Sidang Tahunan MPR akan kembali digelar secara luring dan daring,” kata Bamsoet di gedung Parlemen, Jakarta, Minggu (15/8).

[HOAKS atau FAKTA] PDIP Usul Seluruh Pesantren di Indonesia Ditutup
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] PDIP Usul Seluruh Pesantren di Indonesia Ditutup

Beredar sebuah unggahan yang menampilkan hasil tangkapan layar artikel yang berjudul “PDIP Usul Ke Pemerintah Agar Pesantren Di Tutup Seluruh Indonesia”.

Revitalisasi Monas tak Berkaitan dengan Ajang Formula E
Indonesia
Revitalisasi Monas tak Berkaitan dengan Ajang Formula E

Kegiatan revitalisasi Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, yang masih berjalan tidak ada kaitannya dengan ajang Formula E, meskipun sudah digembar-gemborkan sebelumnya.

7 Bank Selamatkan Keuangan BUMN Waskita Karya
Indonesia
7 Bank Selamatkan Keuangan BUMN Waskita Karya

Sebanyak tujuh kreditur perbankan menyepakati pemulihan keuangan PT Waskita Karya dengan melakukan restrukturisasi utang dengan perjanjian

Safe Flight Pepo!
Indonesia
Safe Flight Pepo!

Agus Harimurti Yudhoyono pun berharap pengobatan yang ditempuh ayahnya dapat berjalan dengan baik

Ketum PBNU Tinjau Persiapan Muktamar Ke-34 Sebelum Dibuka Jokowi
Indonesia
Ketum PBNU Tinjau Persiapan Muktamar Ke-34 Sebelum Dibuka Jokowi

Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar Mukmatar ke-34 di Lampung pada 22-23 Desember.