Bangun Image "Berhadapan" dengan KPK,  PDIP Bisa Kalah di Pilkada 2020 Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut, kans PDI-P pada Pilkada 2020 makin berat pasca terbongkarnya kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ray melihat, publik makin dibuat jengah lantaran manuver politik partai itu berkaitan dengan kasus yang menjerat salah satu kadernya, Harun Masiku, di KPK.

Baca Juga:

KPK Cecar Sekjen PDIP Hasto Soal Sumber Duit Suap ke Wahyu Setiawan

"Image yang sedang dibangun PDI-P yang seolah-olah berhadapan dengan KPK ini justru akan berimplikasi serius kepada calon mereka di Pilkada 2020," ujar Ray kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/1).

Ray melanjutkan, calon-calon yang diusung PDIP bisa saja tak mendapatkan hasil memuaskan, bahkan bisa kalah.

"Dengan sendirinya, mungkin berimplikasi kepada citra calon-calon yang mereka usung mendatang," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.

Yasonna Laoly (kiri) saat menyampaikan keterangan pers di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (15/1/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc
PDIP menyampaikan keterangan pers terkait kasus yang menjerat kadernya, di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (15/1/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc

Bahkan, meskipun elite PDI-P mengatakan kepada publik bahwa mereka mendukung poses hukum terhadap Harun Masiku, hal itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap perbaikan citra partai.

Publik diyakini tetap akan menilai bahwa partai politik besutan Megawati Soekarnoputri itu tidak bersungguh-sungguh mendukung proses pemberantasan korupsi oleh penyidik KPK.

"Karena langkah yang dilakukan mereka itu menjadikan kasus ini seolah-olah kasus partai ya," ujar Ray Rangkuti.

Baca Juga:

Bantah Klaim Hasto, KPK Pastikan Caleg PDIP Harun Masiku Pelaku Suap

"Jadi saya kira sulit untuk memberi penekanan mereka yang menyatakan menegakkan proses hukum terhadap mereka yang sudah menjadi tersangka korupsi itu mendapat simpati dari masyarakat," lanjut dia.

KPK menyebut, mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan telah menerima uang senilai Rp600 juta dari Harun dan sumber dana lain yang belum diketahui identitasnya.

PDIP sendiri sudah membentuk tim hukum yang kerap menyanggah segala tudingan KPK. (Knu)

Baca Juga:

Hasto Berkelit saat Ditanya Soal Staf PDIP Saeful Bahri


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH