Bangkitnya Film Horor Indonesia dari Keterpurukan, Benarkah? Cuplikan Pengabdi Setan (Sumber: Ist.)

SUZANNA, bagi para generasi X dan Y tentu kenal dengan nama ini. Suzanna sangat akrab dengan mahkluk halus bernama Kuntilanak atau Sundel bolong. Ya, wanita kelahiran 1942 ini memang sering muncul menghantui masyarakat Indonesia dengan film horor yang menakutkan.

Anehnya, meski bermodalkan mata melotot, Suzanna mampu menandingi seramnya hantu-hantu Hollywood yang saat itu menggunakan efek makeup seperti hantu di film Hellraiser (1987) atau di An American Werewolf in London (1981).

Salah satu film Suzanna (Sumber: IMDb)
Salah satu film Suzanna (Sumber: IMDb)

Sebelum masa-masa Suzanna, Indonesia sudah memiliki film horor. Tercatan di tahun 1934 film berjudul Dua Siloeman Oeler Poetri en Item karya The Teng Cun muncul sebagai film Indonesia bergenre horor pertama.

Namun, sebagai penggemar film Indonesia tentunya ada satu hal yang cukup tertanam di pikiran saat mendengar horor Indonesia. Apalagi kalau bukan unsur adegan panas yang sering di sisipkan di dalamnya.

Munculnya adegan panas di film horor

Sekitar tahun 1970-an, adegan panas yang ada di film horor hanyalah sebagai bumbu pelengkap saja. Sayangnya, di era-era setelahnya adegan ini semakin menjadi-jadi. Bahkan genre horor bercampur adegan panas masih bisa dirasakan beberapa tahun lalu.

Sebenarnya, tidak semua film horor Indonesia menggabungkan adegan ini ke dalamnya. Ada juga rumah produksi yang murni mengangkat film horor tanpa embel-embel adegan panas.

Di tahun 2001, Jelangkung seakan menggebrak mindset film horor yang ada. Film ini mengusung tema ritual mistis kuno Jailangkung dan beberapa legenda urban di Jakarta.

Berkat keberaniannya itu, film dengan nama internasional The Uninvited tersebut berhasil menyedot penonton sebanyak 1,3 juta setelah rilis dan total 5,7 juta penonton hingga sekarang.

Masyarakat yang mulai sadar

Seiring berkembangnya waktu, unsur esek-esek di film horor mulai pudar. Beberapa tahun belakangan film horor tak lagi menjadi tujuan pemuda mesum yang ingin menonton tubuh molek sang pemain.

Lebih jauh dari itu, film horor Indonesia dianggap bangkit dari keterpurukan. Banyak rumah produksi yang berlomba-lomba membuat film horor berkualitas, tanpa terkecuali aktor Raffi Ahmad. Melalui rumah produksi miliknya, RA Pictures, suami Nagita Slavina sengaja menggarap film The Secret yang rilis bulan April mendatang.

Tahun 2017, 3 film horor bahkan berhasil menduduki lima tangga teratas box office Indonesia. Lebih hebatnya, posisi pertama dimiliki film Pengabdi Setan yang digadang-gadang sebagai film horor terseram.

Bangkitnya film horor Indonesia tak lepas dari film horor Hollywood belakangan ini. Sejak 2010, Hollywood sengaja menyajikan kembali horor-horor menyeramkannya seperti A Nightmare on Elm Street (2010), The Crazies (2010) dan Curse of Chucky (2013).

Seperti tahun 2017, di tahun ini genre horor pun ikut berlomba merebut hati penggemar film. Meski hingga kini film bergendre horor belum ada yang berhasil mengalahkan kesuksesan Dilan 1990. (*)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH