Banggar DPR Soroti 4 Isu Krusial Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Banggar DPR Soroti 4 Isu Krusial Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memberikan empat catatan isu krusial yang perlu menjadi fokus utama dalam satu tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Said menilai keempat isu krusial tersebut sangat penting untuk memastikan arah pembangunan Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045. Isu-isu tersebut meliputi kedaulatan pangan, kedaulatan energi, peningkatan kesehatan, serta pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Keempat hal tersebut menjadi fondasi sekaligus estafet penting, apakah Indonesia bisa mencapai visi Indonesia emas 2045 atau tidak, yakni menjadi negara dengan demografi berpendidikan tinggi, harapan hidup bisa lebih dari 75 tahun dan penghasilan per kapita bisa mencapai 23 ribu USD," ungkap Said di Jakarta, Selasa (21/10).

Baca juga:

Prabowo Perintahkan Cari Siswa Cerdas Sampai Desa-Desa, Duit Rp 13 Triliun Sebagian Buat Beasiswa

Tantangan dan Harapan Empat Sektor Krusial

Terkait kedaulatan pangan, politikus PDI Perjuangan ini mengapresiasi kemajuan yang telah ditunjukkan pemerintah, seperti pembukaan lahan pertanian baru di Papua, pembentukan batalyon pangan, dan perhatian Presiden terhadap penyediaan pupuk murah. Namun, Said menekankan perlunya penguatan pada aspek redistribusi lahan, terutama di Jawa.

“Pemerintah perlu memberi perhatian pada redistribusi lahan bagi petani di Jawa. Kepemilikan lahan rata-rata petani di Jawa kurang dari dua hektar, padahal untuk hidup layak minimal harus memiliki tiga hektar,” tuturnya.

Di sektor energi, Said menilai masyarakat belum merasakan agenda besar yang signifikan. Ia menyoroti persoalan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat kosong di sejumlah SPBU non-Pertamina akibat kebijakan distribusi. Menurutnya, keberhasilan pemerintah di masa depan harus diukur dari empat program: pembangunan kilang minyak dalam negeri, peningkatan proporsi Energi Baru Terbarukan (EBT), pengembangan energi listrik nasional, serta pengelolaan subsidi energi yang tepat sasaran.

Baca juga:

Setahun Pemerintahan Prabowo, Komisi I DPR: Diplomasi Indonesia Mengguncang Dunia

Pada sektor kesehatan, Said menekankan bahwa kebijakan saat ini masih terlalu berfokus pada aspek kuratif (pengobatan) yang berbiaya besar, padahal penguatan program preventif (pencegahan) jauh lebih krusial.

“Kalau pemerintah fokus di kuratif, biayanya sangat mahal dan fiskal kita terbatas. Kemenkes dan BPOM perlu bekerja sama dengan masyarakat membangun gaya hidup sehat sebagai bagian dari citra generasi emas Indonesia,” jelasnya.

Terakhir, dalam bidang pendidikan, Said mengapresiasi inisiatif pembangunan sekolah Garuda, tetapi menyarankan agar prioritas pembangunan dialihkan ke daerah-daerah yang minim fasilitas. Ia juga mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi.

“Saya kira pemerintah perlu melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan sekolah gratis untuk SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Bahkan bila perlu, gratis hingga tingkat SMA atau SMK,” pungkasnya. (Pon)

#Prabowo Subianto #Presiden Prabowo Subianto #Gibran Rakabuming #DPR #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Indonesia
RUU Perampasan Aset Sasar Investasi Bodong Untuk Pulihkan Kerugian Korban
Klausul itu, menjadi kunci utama agar hakim memiliki landasan hukum yang tegas dan imperatif untuk mendahulukan pemulihan hak korban di atas kepentingan kas negara.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
RUU Perampasan Aset Sasar Investasi Bodong Untuk Pulihkan Kerugian Korban
Indonesia
Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026 Cair: Emas Tunggal Dapat Rp 3 Miliar
Prabowo menyerahkan bonus kepada atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026. Peraih emas tunggal mendapat Rp 3 miliar, sedangkan ganda Rp 2,4 miliar dan beregu Rp 1,5 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026 Cair: Emas Tunggal Dapat Rp 3 Miliar
Indonesia
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Tabrakan truk tronton vs truk ringan patah as di depan DPR/MPR picu kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto arah Slipi. Cekkronologi resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Indonesia
DPR Belum Susun Draf RUU Perampasan Aset, Subtansi Baru Akan Dibahas Awal November
Sejauh ini sudah ada sebanyak 86 narasumber yang hadir menyampaikan masukan untuk RUU itu
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
DPR Belum Susun Draf RUU Perampasan Aset, Subtansi Baru Akan Dibahas Awal November
Indonesia
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat
Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Lula da Silva atas kemenangan di pilpres Brasil dan mendorong penguatan kemitraan strategis Indonesia-Brasil.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat
Indonesia
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Pengelolaannya juga perlu diperhatikan agar nilai ekonominya tidak menyusut dan potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Indonesia
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Pembahasan regulasi tersebut harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional, terutama dalam memperbaiki penegakan hukum di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Berita Foto
RDPU Komisi III dengan Mahasiswa dan Advokat Bahas RUU Perampasan Aset
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman (kanan) dan Anggota Komisi III DPR Soedeson Tandra memimpin RDPU di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 27 Oktober 2026
RDPU Komisi III dengan Mahasiswa dan Advokat Bahas RUU Perampasan Aset
Bagikan