Optimis! Lima Muda-Mudi Inovatif Siap Menjadi Penggerak Perubahan! Optimis! Lima Muda-Mudi Inovatif Siap Menjadi Penggerak Perubahan!

INDONESIA patut berbangga memiliki segudang anak muda kreatif dan inovatif, seperti Fransiska Myrna Sani (Jakarta), Yogi Adjie Driantama (Medan), Abdul Latif Wahid (Medan), Budi Santoso (Tangerang Selatan), dan Intan Imelda F. Siagian (Jakarta).

Berkat inovasi dan kreativitasnya, kelima muda-mudi tersebut beroleh penghargaan dari Konsorsium SDG PIPE, di Creative Hub, Graha Niaga Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Penghargaan tersebut merupakan komitmen Konsorsium SDG PIPE (Sustainable Development Goals Pemuda Indonesia Penggerak Perubahan) terdiri dari Go Global Indonesia dan Yayasan Bina Antarbudaya, Campaign, PIRAC dan FILANTROPI Indonesia untuk menstimulasi generasi muda agar optimis, selalu berinovasi, kreatifitas guna membuat perubahan.

"Kami senang sekali melihat antusiasme anak muda dalam berinovasi sosial untuk membuat perubahan positif," ujar Fonnyta Amran dari Go Global Indonesia, Konsorsium SDG PIPE.

Pemberian penghargaan tersebut juga bertepatan dengan momentum Hari Relawan Internasional 2018 dengan harapan agar generasi muda menjadi relawan penggerak perubahan.

1. Membuat karya inovatif berbagai tema

Berbagai karya inovatif yang telah mereka ciptakan (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Setiap penerima penghargaan tersebut telah teruji lewat karya-karua inovatif. Contohnya Abdul Latif Wahid pembuat aplikasi Kepul untuk mempertemukan pemilah dengan pengepul sampah. Lalu ada Budi Santoso pembuat inovasi berbasis web bernama caper.id untuk memberdayakan anak perempuan dalam kesetaraan gender di Kabupaten Asahan.

Enggak ketinggalan Fransiska Myrna Sani inisiator minuman Mangrove Sachet untuk pemberdayaan masyarakat lokal di Mentawai.

Di samping itu, dalam masalah pendidikan, ada Yogi Ajie Driantama memberikan wadah edukasi gratis bernama Semut Sumut. Terakhir, Intan Imelda F. Siagian mendirikan komunitas literasi media.

2. Bersaing dengan 138 peserta

Penghargaan yang diraih setelah menempuh persaingan yang ketat (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Kelima penerima penghargaan ini juga harus menempuh perjalanan panjang untuk menjadi muda-mudi terbaik.

Mereka harus bersaing dengan 138 peserta lain. Tahapannya, dimulai dari mengambil 20 finalis, dari ratusan peserta tadi. Kemudian disaring lagi menjadi 10 finalis terbaik.

Ke-10 finalis itu lantas mempresentasikan ide mereka pada acara Marketplace Forum di ajang Filantropi Indonesia Festival. Barulah terpilih 5 finalis terbaik.

3. Mendapatkan pelatihan hingga ke luar negeri

Mereka akan mengikuti workshop di luar negeri (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Mendapatkan penghargaan bukan berarti akhir perjalanan kelima anak muda inovatif ini.

Mereka juga akan mendapatkan pelatihan berupa workshop dan mengikuti kunjungan lapangan sebagai bagian dari program pengembangan diri. Pelatihan-pelatihan tersebut juga akan dilakukan di luar negeri namun belum ditentukan negara mana yang akan mereka kunjungi.

Selamat ya untuk para muda-mudi yang telah berhasil memiliki inovasi. Sahabat Merah Putih jangan mau kalah juga ya! (ikh)

Baca juga: Vidi Aldiano Ajak Anak Muda Berkarya Lewat Krowd

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo