Musik
Bandung sebagai Barometer Musik sudah Memudar? Bandung memang dikenal menghasilkan banyak seniman di berbagai bidang seni. (Foto: Unsplash/Hani Fildzah)

BANDUNG dikenal sebagai salah satu barometer musik tanah air. Banyak pegiat musik bermunculan di kota ini.

Begitu pula dengan rentetan karya populer yang jadi tolok ukur produktivitas para musikus nasional. Namun benarkah Bandung sebagai barometer musik sudah memudar?

Baca Juga:

Kota Bandung Targetkan Setiap Kecamatan Miliki Kampung Kreatif

budi dalton
Budi Dalton, Bandung melahirkan musisi hebat. (Foto: dok. Unpas)

Geliat Bandung sebagai barometer musik dan gudangnya seniman disorot oleh Budayawan sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan, Budi Setiawan atau lebih akrab disapa Budi Dalton.

Menurut Budi, selain melahirkan musisi hebat. Bandung juga menjadi ‘produsen’ seniman tanah air yang berkecimpung di berbagai bidang, baik musik, seni peran, dan aktivitas kesenian lainnya. Bandung sudah sejak lama menghasilkan seniman yang tidak hanya tenar, namun berkualitas dan berbakat.

Dalam sejarahnya, Bandung pernah ditunjuk sebagai wilayah peralihan pasca Batavia dilanda bencana banjir. Kala itu, kanal-kanal penuh nyamuk malaria dan menewaskan ribuan warga. Kemudian mengharuskan Belanda untuk mencari wilayah baru yang lebih aman dan potensial.

“Inilah kenapa Bandung seolah identik dengan pusat seniman, karena dari kondisi geografisnya memang sudah layak dan mendukung. Kita tahu bahwa untuk belajar atau menciptakan sebuah karya, harus didukung atmosfer yang tenang,” kata Budi Dalton.

Dari situ, Bandung terbentuk sebagai tempat berkarya, membuat produk apapun, berdiskusi, hingga melakukan pergerakan. Bandung berkesan bagi siapapun yang datang. Bahkan, drummer Jelly Tobing yang notabene bukan orang Bandung, bangga menjadi produk Bandung.

Sayangnya Budi melihat posisi Bandung sebagai pusat kesenian dan budaya, kini dinilai mulai pudar. Pemangku kebijakan dipandang tidak konsisten. Menurutnya, Bandung terlalu larut dalam euforia. Padahal, Bandung punya beragam potensi, namun tidak dikelola secara total.

Baca Juga:

Ramaikan Teras Cihamplas Lagi, Pemkot Bandung Gaet Komunitas Kreator

kahitna
Kahitna adalah salah satu produk Bandung. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

“Setiap pergantian pemimpin, saya kira tidak perlu terlalu menunjukkan kelebihannya, karena sebenarnya Bandung tinggal dirawat. Bandung punya fesyen, (sepak) bola, dan musik, kenapa tidak dimaksimalkan? Itu saja digarap dulu, jangan terburu-buru menambah embel-embel kota kuliner dan lain sebagainya, supaya Bandung memiliki brandmark,” tegasnya.

Menurut Budi, jika Bandung hendak mendeklarasikan diri sebagai Kota Musik. Maka musik juga harus jadi ekosistem. Dari beberapa aspek, Bandung sudah sangat inklusif untuk disebut Kota Musik, namun ada satu hal yang dirasa masih belum maksimal.

“Sekarang kita lihat, di Bandung sudah ada sekolah musik, pegiat musik, studio rekaman, toko alat musik, produsen alat musik, tapi tempat mengekspresikannya tidak ada. Semua ini harus dijadikan ekosistem di Bandung, sehingga musik bisa jadi pendapatan daerah dan Bandung bisa diklaim sebagai Kota Musik,” jelasnya.

Elemen yang mendukung Bandung sebagai barometer musik terlihat dari banyaknya kegiatan musik setiap pekannya. Tapi, musisi daerah justru memilih untuk ‘hijrah’ dan mencari peruntungan di Jakarta ketika ingin menjadi musisi top.

Sebagai contoh, tidak sedikit musikus daerah yang melakukan rekaman di Jakarta. Padahal jika ekosistem musik di Bandung sudah terbentuk, rekaman tersebut bisa dilakukan di Bandung. Sehingga Bandung melahirkan produk-produk musiknya.

“Hal itu pernah dilakukan oleh Jelly Tobing, dia begitu bangga menjadi produknya Bandung, dan tentunya banyak juga yang lain. Kenapa sekarang mengikis? Ini yang menurut saya berubah,” tutup Budi Dalton. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Tarian Pererat Hubungan Jabar-Yogyakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gitar Biru Kurt Cobain akan Dilelang
ShowBiz
Gitar Biru Kurt Cobain akan Dilelang

Salah satu koleksi yang paling terkenal dalam dunia musik rock.

Berdamai dengan Morning Sick Selama Masa Kehamilan
Fun
Berdamai dengan Morning Sick Selama Masa Kehamilan

Berdamai dengan morning sick dan stres selama hamil

Festival Film Indonesia 2022 Angkat Tema 'Perempuan: Citra, Karya & Karsa'
ShowBiz
Festival Film Indonesia 2022 Angkat Tema 'Perempuan: Citra, Karya & Karsa'

Festival Film Indonesia 2022 siap digelar 22 November.

Levi's x The Simpsons bagi Kamu yang Ingin Bernostalgia
Fashion
Levi's x The Simpsons bagi Kamu yang Ingin Bernostalgia

Kisah The Simpsons cukup berbekas karena menjadi cerita keluarga komedi yang selalu menghibur selama lebih dari tiga perode.

Program E-Commerce untuk Wujudkan Net Zero Emission
Fun
Program E-Commerce untuk Wujudkan Net Zero Emission

Mewujudkan Net Zero Emission dengan melakukan daur ulang sampah.

Arkeolog Kembali Temukan 5 Makam Kuno di Saqqara Mesir
Fun
Arkeolog Kembali Temukan 5 Makam Kuno di Saqqara Mesir

Saqqara terletak di selatan Piramida Agung Giza.

Karcis Bioskop, Benda Bersejarah Pemicu Nostalgia
Fun
Karcis Bioskop, Benda Bersejarah Pemicu Nostalgia

Secarik karcis yang penuh dengan ribuan kenangan.

Begini Caranya Tidak Gugup Saat Kencan Pertama
Fun
Begini Caranya Tidak Gugup Saat Kencan Pertama

Kencan pertama itu bukan membuat terkesan.

Paul Dano Ceritakan Pengalaman Memerankan Riddler di 'The Batman'
ShowBiz
Paul Dano Ceritakan Pengalaman Memerankan Riddler di 'The Batman'

Memerankan karakter Riddler sempat membuat Paul Dano kesulitan tidur.

Tuan Tigabelas Perkenalkan Karakter #SprayHead
ShowBiz
Tuan Tigabelas Perkenalkan Karakter #SprayHead

Untuk merepresentasikan suara dari semesta Blunt Brother.