Kuliner
Bandros, Kue Tradisional Bandung yang Manisnya Pas di Lidah Banros memiliki varian rasa. (Foto: merahputih.com/Annisa Arly)

PRIA dengan topi koboi itu sedang mengolah adonan Bandros. Ia adalah Pak Ade, yang ciri khasnya memakai topi koboi. Maka dari itu, Bandros yang dijual Pak Ade dinamakan Bandros Cowboy.

Rasa manis dari taburan gula dan rasa gurih dari adonan kelapa parut membuat bandros menjadi kue khas Bandung yang banyak digemari.

Baca juga:

Siropen Telasih Surabaya, Limun Tiga Generasi Terkenal hingga 'Negeri Kincir Angin'

Tercium aroma kelapa ketika bandros yang baru matang dikeluarkan dari cetakan. Bandros memang nikmat untuk dimakan selagi masih hangat. Teksur yang renyah membuat siapapun yang mencicipi kue ini akan ketagihan.

Ada berbagai varian rasa yang ditawarkan oleh Bandros Cowboy. Varian rasa tersebut mulai dari yang tradisional hingga modern. Rasa tradisional yang dijual di sini yaitu rasa original. Bandros rasa original ini menggunakan tepung beras, santan, dan kelapa parut.

Pak Ade dengan ciri khas topi koboi. (Foto: merahputih.com/Annisa Arly)

Pembeli bisa pesan Bandros original ini dengan rasa asin dan manis. Kalau Bandros rasa manis, pembuatannya dengan mengoleskan mentega terlebih dahulu baru kemudian ditaburkan gula pasir di atasnya. Sedangkan rasa yang asin, tidak menggunakan toping tambahan. Benar-benar original. Untuk satu porsi Bandros original bisa juga dikombinasikan rasa asin dan manis. Harganya Rp15 ribu.

Rasa modern yang ditawarkan di Bandros Cowboy salah satunya adalah ovomaltine keju. Rasa ini paling banyak diminati oleh para pembeli. Kue Bandros dilapisi dengan cokelat ovomaltine dan ditaburkan keju parut di atasnya. Harga yang ditawarkan yaitu Rp30 ribu.

Baca juga:

Salah Satu Terenak di Asia, Sayur Asem Segar khas Betawi

Bandros Cowboy yang terletak di kawasan Cisangkuy ini buka mulai dari pukul 09.30 WIB hingga 19.00 WIB. Selain di Cisangkuy, Bandros Cowboy juga memiliki cabang lain yaitu di Cihapit. Selain itu, Bandros Cowboy akan segera membuka cabang di Jakarta, tepatnya di daerah Menteng.

Bandros mudah ditemukan di Bandung. (Foto: merahputih.com/Annisa Arly)

Masyarakat di luar Jawa Barat mungkin lebih mengenal nama Bandros sebagai bus pariwisata di kota Bandung. Dalam dunia pariwisata, Bandros menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk menikmati wilayah Kota Bandung dengan naik bus bertingkat. Bus wisata ini baru diluncurkan pada 2014.

Di dunia kuliner khas Sunda, Bandros dikenal sebagai kue tradisional. Biasanya, pedagang Bandros berkeliling ke pemukiman warga dengan dagangan dipanggul, atau menggunakan gerobak dorong. Di daerah lain, seperti Banten dan Jakarta, makanan ini dikenal dengan nama Kue Pancong.

Tidak sulit untuk menemukan kue bandros di Bandung. Selain berkeliling ke pemukiman, di tempat-tempat keramaian pun dapat ditemukan. Bahkan, kamu dapat menemukannya di dalam mal Paris Van Java. (ans)

Baca juga:

Wisata Kuliner Jambi Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dendeng Lambok Nikmat Khas Minang
Kuliner
Dendeng Lambok Nikmat Khas Minang

Pedasnya dijamin bikin kamu makan banyak deh.

Di Tengah Pandemi, Yadnya Kasada Tetap Digelar
Tradisi
Benteng Plastik Pertahanan Pasar Genteng Surabaya Hadapi New Normal Corona
Kuliner
Benteng Plastik Pertahanan Pasar Genteng Surabaya Hadapi New Normal Corona

Berharap mulai hari ini omzet penjualan barang dagangannya bisa kembali terkatrol seperti hari-hari biasa.

Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan
Tradisi
Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan

Banyak pesta pernikahan di Indonesia yang digelar hingga menutup jalan desa bahkan jalan raya.

Goa Pindul dibuka Terbatas, ini Persyaratan Wisata ke Sana
Travel
Goa Pindul dibuka Terbatas, ini Persyaratan Wisata ke Sana

Sebelum datang ke lokasi, Pengunjung diarahkan untuk mengisi data pribadi menggunakan aplikasi Visiting Jogja.

Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa
Indonesiaku
Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

Dalam buku tersebut, Muljana, doktor bidang sejarah dan filologi Universitas Louvain, Belgia, menera sebagian Wali Songo dan Raden Patah berdarah Tionghoa.

Kerbau Bule Nyai Manis Sepuh Keraton Surakarta Mati di Kandang karena Sakit Radang Lambung
Travel
Kerbau Bule Nyai Manis Sepuh Keraton Surakarta Mati di Kandang karena Sakit Radang Lambung

Kerbau bule Nyai Manis Sepuh usianya paling tua diantara koleksi kerbau bule milik Keraton Surakarta.

Tugu Corona Jadi Daya Tarik Wisata Pekanbaru
Travel
Tugu Corona Jadi Daya Tarik Wisata Pekanbaru

Desain Tugu Corona ini begitu menarik.

Berburu Bunga Hias di Malam Takbiran
Tradisi
Berburu Bunga Hias di Malam Takbiran

Berburu bunga hias menjadi salah satu tradisi tahunan warga dalam menyambut hari raya Idul Fitri.

Antara Terompet, Vespa dan Cilok Banten
Tradisi
Antara Terompet, Vespa dan Cilok Banten

Musisi jazz Banten harus kehilangan banyak pekerjaan, akibatnya mereka harus memutar otak dan merambah usaha di luar bidang mereka.