Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi Sejumlah warga negara asing menunggu jadwal penerbangannya di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (4/11). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

MerahPutih Peristiwa - Bandara Internasional Ngurah Rai Bali kembali beroperasi pasca ditutup Minggu (8/11) malam akibat terdampak abu vulkanik Gunung Barujari atau anak Gunung Rinjani. PT Angkasa Pura I selaku operator bandara setempat telah membuka kembali operasional pada pukul 6.45 Waktu Indonesia Timur (Wita).

"Bandara sudah beroperasi kembali pukul 6.45 Wita karena dari BMKG, abu Barujari menjauhi Bali," kata Co-General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita di Kuta, Kabupaten Badung, Senin (9/11), dilansir Kantor Berita Antara.

Ia melanjutkan, operator, regulator, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait akan melakukan evaluasi setiap satu jam sekali dengan melihat perkembangan cuaca terhadap operasional bandara.

Seperti diketahui, Badan Penanggulanan Bencana Nasional (BNPB) menyatakan penerbangan di Bali-Jawa aman setelah abu vulkanik Gunung Barujari yang sedang erupsi mengarah ke selatan.

Kepala Pusat Data, Inforasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, penerbangan di Bali dan Jawa aman sejak pukul 5.00 WIB, Jumat (6/11). Namun, Bandara Ngurah Rai kembali ditutup mulai Minggu (8/11) pukul 21.45 Wita hingga Senin pukul 8.45 Wita karena abu Vulkanik Gunung Barujari mengarah ke Bali.

"Sebaran abu vulkanik Gunung Barujari ke Selatan. Bandara Ngurah Rai aman. Potensi erupsi masih tinggi. Status Waspada," kata Sutopo, Jumat (7/11) lalu.

 

Baca Juga:

  1. Gunung Rinjani Meletus, Bandara Ngurah Rai Ditutup
  2. 11 Penerbangan Bandara Ngurah Rai Dibatalkan
  3. Abu Vulkanik Gunung Barujari Lombok Sampai ke Jawa Timur
  4. Keindahan Tiada Tara Danau Segara Anak Gunung Rinjani
  5. Abu Vulkanik Gunung Barujari ke Selatan, Penerbangan Bali-Jawa Aman


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH