Bandara London Heathrow Akan Memulai 'Test On Arrival' Untuk Pelancong Menggunakan pengujian jenis tes swab saliva. (Foto: Unsplash/Isaac Sturna)

BANDARA Heathrow London menawarkan tes COVID-19 pada saat pelancong datang di bandara ini. Dengan demikian memungkinkan pelancong dari negara-negara yang masuk dalam daftar negara yang tidak masuk dalam koridor perjalanan Inggris untuk melewati karantina wajib 14 hari.

Tes yang digunakan adalah swab saliva sama yang digunakan oleh National Health Service (NHS). Bandara ini menjadi wilayah uji coba pertama dari semua bandara yang ada Inggris.

Baca juga:

Qatar Airways Wajibkan Penumpang Pakai Perisai Wajah

1
Memberikan alternatif bagi penumpang untuk karantina. (Foto: Unsplash/Yolanda Sun)

Jika disetujui oleh pemerintah, tes akan tersedia sebagai layanan pribadi untuk siapa saja yang mendarat lewat penerbangan di Terminal 2 Heathrow. Program Test-on-Arrival ini dikembangkan oleh Swissport International, yaitu layanan penanganan darat dan kargo, dan Collinson Group, yang memiliki Priority Pass.

"Pemerintah membuat langkah maju yang signifikan pekan lalu dengan menghapus karantina bagi pengunjung dari banyak negara. Namun kita masih membutuhkan solusi yang memungkinkan penumpang untuk bepergian ke dan dari negara-negara yang berisiko tinggi," kata CEO Heathrow, John Holland-Kaye.

Baca juga:

Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Restoran New York Hanya Sediakan Area Outdoor

2
"Test-on-Arrival" ini dikembangkan Swissport International. (Foto: Unsplash/Tomek Baginski)

"Uji coba dengan Swissport dan Collinson ini akan memberikan alternatif bagi penumpang yang tiba. Harus ada dorongan Pemerintah untuk membentuk standar internasional bersama yang diperlukan untuk memulai kembali perjalanan global," tambahnya.

Untuk dapat ikut tes ini, penumpang memesannya sebelum terbang. Tes akan diselesaikan di bandara dan kemudian dikirim ke laboratorium biotek terdekat. Jika penumpang berasal dari negara yang bukan dalam koridor perjalanan Inggris, mereka akan diminta untuk melanjutkan ke tujuannya. Kemudian hasil tes dikirimkan ke alamat itu dalam waktu 24 jam.

Jika hasilnya negatif, mereka akan bebas meninggalkan karantina dengan persetujuan pemerintah. Jika hasilnya positif, mereka harus tetap tinggal di alamat karantina selama 14 hari. (lgi)

Baca juga:

Gelombang Baru Kasus COVID-19, Melbourne kembali Lockdown

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH