Bandar Besar 1,3 Ton Ganja Kabur Masuk Hutan Saat Digerebek Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

MerahPutih.com - Polisi masih mencari bandar besar 1,3 ton narkoba jenis ganja yang berhasil diamankan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada 31 Desember 2017 lalu.

"Ada tiga orang. Di Aceh Besar dan Bireun," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto di kantornya, Kamis (4/1).

Ketiganya adalah MB dan BM yang berperan sebagai pengendali dan pemilik 1,3 ton ganja. Sementara, IL merupakan orang yang memodifikasi mobil boks pengangkut ganja untuk digunakan dari Aceh ke Jakarta.

Dari pengejaran petugas, ketiganya melarikan diri saat hendak ditangkap. "Saya sudah ke sana kemarin. Saya baru pulang tadi malam. Mereka melarikan diri ke hutan," beber Suhermanto.

Pengungkapan ini berawal dari analisa data IT yang didapat informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Provinsi Aceh ke Jakarta. Ganja itu dibawa oleh tersangka bernama Franky Alexandro Siburian (31).

Polisi kemudian melakukan pengintaian hingga kendaraan yang dibawa pelaku sampai ke Pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Pada tanggal 31 Desember 2017, sekitar pukul 22.00 WIB, anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menghentikan dan mengamankan kendaraan yang dikemudikan pelaku.

Truk boks tersebut yang dikemudikan Franky Alexandro dan kawan-kawan di depan pintu masuk Pelabuan Bakauheni.

Tim Satres Narkoba Jakarta Barat kemudian mengamankan tersangka dan mobil boks di Mako Polres Metro Jakarta Barat untuk kemudian digeledah.

Dalam penggeledahan itu ditemukan paket ganja sebanyak 1.300 paket. Masing-masing berbobot 1 kg.

Ganja dikemas dan disimpan di balik tumpukan karung arang kayu yang dimodifikasi. Lapisan baja ringan juga digunakan untuk menutupi karung dan barang haram tersebut.

Berdasarkan pengakuan tersangka ganja tersebut dikendalikan oleh dua orang tersangka bernama Rocky Siahaan dan Rizky Akbar. Keduanya langsung dibekuk pada Senin, 1 Januari di dua lokasi berbeda, yakni Cikarang, Bekasi dan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Polisi melakukan teknik controlled delivery (mengontrol pengiriman) kepada kedua pengendali dan didapati penerima paket atas nama Gardawan di Tebet, Jakarta Selatan.

Jaringan ini diduga merupakan sindikat narkoba yang mengedarkan narkoba jenis sabu dan ganja antar provinsi, dan sudah beberapa kali melakukan pengiriman dalam jumlah 500 kg dan 950 kg ganja dengan menggunakan mobil boks, serta puluhan kilogram narkoba jenis sabu yang disembunyikan dalam bakleiding mobil APV serta Xenia.

Para tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) subsider 111 ayat (2) subsider 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (Ayp)

Baca juga berita lainnya terkait pengungkapan ganja 1,5 ton di Bakauheni dalam artikel: AKBP Suhermanto: 1,3 Ton Ganja Asal Aceh Bisa Bunuh 2,6 Juta Orang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ombudsman Jakarta Sebut PPDB DKI Pakai Usia Tak Langgar Aturan
Indonesia
Ombudsman Jakarta Sebut PPDB DKI Pakai Usia Tak Langgar Aturan

Ombudsman Jakarta Raya telah memintai keterangan Kadis Pendidikan (Kadisdik) DKI

Polisi Klaim Tak Ada Niat Pelaku Membakar Gedung Kejagung
Indonesia
Polisi Klaim Tak Ada Niat Pelaku Membakar Gedung Kejagung

Mereka merokok di ruangan tempat bekerja

Rekor Baru, RS Wisma Atlet Dua Hari Berturut Nihil Pasien ODP COVID-19
Indonesia
Rekor Baru, RS Wisma Atlet Dua Hari Berturut Nihil Pasien ODP COVID-19

Pasien berstatus positif COVID-19 yang dirawat inap berdasarkan hasil tes usap berjumlah 1.050 orang

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ajari Ma'ruf Amin Tipu Rakyat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ajari Ma'ruf Amin Tipu Rakyat

Foto Wapres Ma’ruf tersebut adalah karya dari Jurnalis CNN Indonesia

Dokter Diminta tak Panik, Pemerintah Jamin Tambah Kelengkapan APD
Indonesia
Dokter Diminta tak Panik, Pemerintah Jamin Tambah Kelengkapan APD

Yuri mengatakan pemerintah terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan APD. Dia menjelaskan APD tidak bisa digunakan oleh sembarang orang.

Panduan Menkes Soal 'New Normal' Justru Jadi Alasan untuk Longgarkan PSBB
Indonesia
Panduan Menkes Soal 'New Normal' Justru Jadi Alasan untuk Longgarkan PSBB

Tanpa ada keputusan itu, hal-hal yang diatur itu sudah diketahui banyak orang

Grafik COVID-19 Terus Bertambah, Status KLB Kota Solo Diperpanjang
Indonesia
Grafik COVID-19 Terus Bertambah, Status KLB Kota Solo Diperpanjang

Hasil evaluasi tersebut diputuskan KLB Solo diperpanjang sampai tanggal 7 Juni mendatang atau selama 9 hari.

Propam Awasi Penyelidikan Kasus Kematian Pengawal Rizieq
Indonesia
Propam Awasi Penyelidikan Kasus Kematian Pengawal Rizieq

Kepolisian memastikan proses penyidikan kasus penembakan terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI) dilakukan secara transparan dan profesional.

DPR Minta Pembahasan RUU Omnibus Law Lewat Baleg
Indonesia
DPR Minta Pembahasan RUU Omnibus Law Lewat Baleg

Hal ini mengingat pemerintah sudah menyerahkan RUU Omnibus law ke DPR RI

Jasad ABK WNI Dilarung ke Laut, Din Syamsuddin Desak Pemerintah Ajukan Protes ke Tiongkok
Indonesia