Bamusi: Puisi Neno Warisman Berpotensi Pecah Belah Bangsa Neno Warisman (@nenowarismanofficial)

Merahputih.com - Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Faozan Amar menyebut puisi dan doa Neno Warisman berpotensi memecahbelah bangsa karena dinilai provokatif.

Menurutnya, tak seharusnya doa diucapkan dengan nada mengancam, menakut-nakuti dan bersifat politis, kerena hal itu bertentangan dengan adab, tuntunan dan tujuan berdoa itu sendiri.

"Sebab Doa (Neno Warisman) berpotensi menimbulkan disintegrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya kepada wartawan, Senin (25/2).

Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah itu menjelaskan, semestinya berdoa itu harus yang menyejukan dan mencerahkan, baik dari segi cara maupun isi doanya. Sehingga berdampak positif bagi orang yang berdoa maupun yang didoakan.

neno warisman
Neno Warisman (@nenowarismanofficial)

Di samping itu, berdoa hendaklah dengan merendahkan diri dan dengan suara perlahan. Sebab, doa merupakan harapan dan kepasrahan setiap manusia atas usaha yang telah dilakukannya. Doa adalah bukti bahwa dihadapan Tuhan manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha.

"Bukan dengan mengancam, menakut-nakuti dan melampaui batas," tandasnya.

Sebelum itu, Puisi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Neno Warisman menuai kecaman banyak pihak.

Dalam potongan puisi yang dibacakan di kegiatan munajat 212, Neno menyelipkan doa nabi Muhammad waktu perang badar "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu."

Seketika, doa tersebut viral di media sosial karena dinilia kontroversial dengan kondisi terkini. (Fdi)

Kredit : fadhli

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH