Bamsoet Sesalkan Kericuhan di Acara Partai Golkar Caketum Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet (Antara/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.Com - Salah satu kandidat Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyesalkan adanya kericuhan yang terjadi dalam acara Partai Golkar. Kericuhan itu bermula saat organisasi sayap Golkar, MKGR menggelar acara di Hotel Sultan guna memberikan dukungan kepada Bamsoet.

Pada saat yang sama, muncul sejumlah orang yang mengatasnamakan pengurus MKGR mendatangi Hotel Sultan guna melakukan klarifikasi kepada pihak Hotel. Mereka melarang adanya acara yang mengatasnamakan ormas mereka.

Baca Juga:

Bamsoet Bisa Gunakan Turunnya Peroleh Kursi Golkar Jadi 'Senjata' di Munas 2019

Para pengurus MKGR kubu Airlangga Hartarto ini meminta acara dihentikan karena dianggap ilegal. Mereka mempersoalkan hadirnya Bamsoet di acara itu.

Kericuhan di Acara MKGR di Hotel Sultan Jakarta
Sejumlah massa yang mengatasnamakan MKGR membubarkan acara MGKR di Hotel Sultan Jakarta (MP/Kanu)

"Acara ilegal yang mengatasnamakan Ormas MKGR,telah dibubarkan oleh pihak kepolisian dari Polda dan Polres Jakarta Pusat bersama pihak manajemen Hotel Sultan dengan damai. Setelah kami keluar malah dilanjutkan dan bahkan dihadiri oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo," beber Tumpal Sianipar yang menyatakan diri sebagai Waketum MKGR kepada wartawan, Kamis (19/9).

Terkait dukungan MKGR, Bamsoet mengucapkan terima kasih lantaran sampai saat ini aspirasi pendukung terus mengalir untuk dirinya.

"Derasnya dukungan yang datang menandakan derasnya gemuruh kader menjemput kembali kejayaan Partai Golkar," ungkap Bamsoet dalam keterangannya kepada wartawan.

Acara di Hotel Sultan hari ini disebut Bamsoet sebagai acara dukungan sekaligus Munaslub MKGR. Ia menyatakan terjadi penganiayaan dan perusakan terhadap sejumlah sarana dan barang di lokasi.

Menurut Bamsoet, acara yang semula berjalan tertib lalu tiba-tiba diserbu oleh pihak yang disebutnya sebagai preman dari DPP Golkar. Sejumlah peserta diklaim Bamsoet mengalami luka-luka akibat terkena bacokan parang dan senjata tajam. Ada 14 orang yang menurutnya dibawa ke rumah sakit.

"Saya dengar dari panitia, seyogyanya acara hari ini akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar Slipi. Namun apa daya panitia dilarang masuk. Akhirnya panitia membuat acara di hotel Sultan ini. Di sini pun akhirnya mereka serbu juga," sebut Bamsoet.

Kericuhan antara MKGR pro Airlangga vs MKGR pro Bamsoet
Kericuhan massa MKGR pro Airlangga vs MKGR pro Bamsoet di Hotel Sultan, Jakarta (MP/Kanu)

Dia pun meminta kepada para pendukungnya untuk tidak membalas. Bamsoet mengingatkan, hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin.

"Kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kita harus membalasnya dengan kasih sayang dan memaafkan" tutur Ketua DPR itu.

Dalam acara yang disebut sebagai Munaslub MKGR ini, Fahd El Fouz Arafiq diklaim ditetapkan sebagai ketum MKGR. Saat hadir di aacra itu, Bamsoet eminta para kader muda Partai Golkar dan MKGR tetap bersabar menahan diri menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di Golkar.

Baca Juga:

Bamsoet Diklaim Sudah Dapat Dukungan 400 DPD Maju Jadi Ketum Golkar

"Karena gelora jiwa muda, saya bisa memahami perasaan adik-adik yang berniat menyerbu kantor DPP Partai Golkar guna membersihkan dari oknum preman berseragam AMPG maupun aktivitas perjudian. Namun saya ingatkan, menahan diri jauh lebih mulia ketimbang nanti terjadi bentrokan apalagi pertumpahan darah," katanya.

Massa MKGR pro Bamsoet diserbu dan diserang
Massa MGKR saling bentrok dan saling serang (MP/Kanu)

"Karena darah kalian terlalu mahal harganya, jagalah semangat itu untuk hal positf dalam menghadapi Munas Partai Golkar. Mari buktikan bahwa kita tak mengandalkan kekerasan dan intimidasi, melainkan mengedepankan cara-cara terhormat dan bermartabat," pungkas Bamsoet.(Knu)

Baca Juga:

Akbar Tanjung 'Kode' Dukung Bamsoet Jadi Calon Ketua Umum Golkar



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH