Bamsoet Pede Pemerintah Bisa Atasi Masalah Bangsa Termasuk Corona Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Jumat (13/3) (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Permasalahan terus bertubi-tubi melanda bangsa Indonesia. Mulai dari perang dagang, krisis harga minyak hingga penyebaran virus corona jenis Covid-19 tak pelak menimbulkan goncangan sosial dalam masyarakat.

Menghadapi persoalan yang kian ruwet dan kompleks, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) masih percaya diri bahwa pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa mengatasinya dengan baik termasuk dampak corona bagi perekonomian dalam negeri.

Baca Juga:

Tekan Penularan Corona, Anies Tutup Tempat Wisata dan Hiburan di Jakarta

"Jika selama ini Indonesia selalu mengandalkan impor, berbagai musibah tersebut menyadarkan bahwa sudah waktunya kita memperkuat produktifitas dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor tidak terlalu kuat," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (13/3).

Optimisme dan kepercayaan diri tersebut diungkapkan Bamsoet saat menghadiri rilis survei nasional, "Isu Politik dan Pemerintahan Terkini dalam Persepsi Publik" yang dilakukan Cyrus Network, di Jakarta.

Bamsoet pede pemerintah bisa atasi masalah bangsa termasuk penyebaran virus corona
Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet (Foto: Antara/Dok. Bamsoet)

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini ibu rumah tangga banyak mengeluhkan terkait kenaikan harga bawang putih akibat turunnya impor dari China akibat COVID-19 dan turunnya turis asing menyadarkan berbagai pelaku industri pariwisata agar tidak menomor duakan turis domestik.

Dalam survei tersebut, Cyrus Network juga menampilkan tingkat elektabilitas Capres di Pemilu 2024, dengan simulasi 7 nama ditempati Prabowo Subianto 23,8 persen, Sandiaga Uno 18,8 persen, Ganjar Pranowo 13,2 persen, Anies Baswedan 13 persen, Ridwan Kamil 8,2 persen, Khofifah Indar Parawansa 5,8 persen dan Tito Karnavian 3 persen.

Bamsoet mengaku tidak terkejut dengan hasil survei Cyrus maupun lembaga survei lainnya yang menempatkan Prabowo Subianto di peringkat pertama calon presiden terkuat untuk Pemilu 2024.

"Semula banyak yang menduga bahwa masuknya Prabowo Subianto dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo akan membuat pemilih mereka tergerus. Namun hasil survei menunjukan sebaliknya, Prabowo Subianto masih kuat di mata para pemilih," ujarnya.

Menurut Bamsoet, bertahannya Prabowo di berbagai survei di nomor satu dalam berbagai situasi, ini menunjukan Prabowo punya pemilih loyal yang memang besar, dan anggapan Prabowo sudah tidak pantas maju kembali, itu salah. Prabowo masih kuat.

"Tapi yang paling luar biasa menurut saya bukan Prabowo, tapi orang yang berani mengambil risiko menarik Prabowo menjadi anggota kabinet, yaitu Presiden Jokowi. Karena terbukti surveinya malah naik, bahkan di beberapa survei dia dianggap sebagai menteri terbaik," tuturnya.

Mantan wartawan ini sebagaimana dilansir Antara menilai Prabowo punya pemilih yang loyal dan masih pantas maju kembali di Pemilu 2024 dan yang perlu diacungi jempol dan diapresiasi justru langkah Presiden Jokowi yang merangkul Prabowo yang juga terbukti membuat politik lebih stabil.

Baca Juga:

Pasien Penderita Corona yang Sembuh Dipulangkan Sabtu Esok

Bamsoet juga senang karena survei ini juga membuktikan bahwa tren kepuasan publik yang masih tinggi dan slide optimistis terhadap perekonomian kedepan yang juga tinggi.

"Artinya, dalam situasi sulit seperti sekarang ini, adanya wabah COVID-19, trade war dan pelemahan rupiah, Jokowi dianggap masih pegang kendali dan bisa bawa negara ini melewati masa-masa sulit," tandasnya.

Hadir dalam rilis Cyrus Network tersebut antara lain Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan DPR RI sekaligus Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman, CEO Cyrus Network Eko David Alfianto, dan Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte.(*)

Baca Juga:

Pasien Corona Bertambah Jadi 69 Orang, Dua Diantaranya Balita

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkes Terawan Bicara Soal Observasi Virus Corona hingga Pulau Khusus Penyakit Menular
Indonesia
Menkes Terawan Bicara Soal Observasi Virus Corona hingga Pulau Khusus Penyakit Menular

Penunjukan pulau khusus penyakit menular sudah diinstruksikan oleh Presiden Jokowi usai merebaknya penyebaran virus corona di Kota Wuhan.

Jadi Relawan Uji Klinis, Ridwan Kamil Tidak Bakal Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Jadi Relawan Uji Klinis, Ridwan Kamil Tidak Bakal Disuntik Vaksin COVID-19

Provinsi Jabar sendiri mendapat alokasi 97.080 dosis yang terbagi dalam dua tahap distribusi. Tahap I sebanyak 38.400 dosis. Sementara Tahap II sebanyak 58.680 dosis.

Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung Diklaim Paling Aman
Indonesia
Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung Diklaim Paling Aman

“Ini termasuk uji klinis yang aman selama ini dibandingkan dengan waktu saya melakukan uji klinis tifus, tetanus difteri," Profesor Kusnandi Rusmil.

Klaim Kemenangan Trump Bikin Amerika Rusuh
Dunia
Klaim Kemenangan Trump Bikin Amerika Rusuh

Seorang perempuan dilaporkan tertembak di bagian lehernya di dalam Gedung Capitol dan Trump juga mencuit video meminta pendukung mereka untuk pulang dan dan tetap damai.

Indramayu Temukan Perawat dan Keluarga Positif COVID-19, Satu 'Kabur' ke Jakarta
Indonesia
Banjir Bandang di Masamba Akibatkan Dua Orang Tewas
Indonesia
Banjir Bandang di Masamba Akibatkan Dua Orang Tewas

Banjir bandang diduga diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi sejak 12 Juli 2020

Kapolri Cabut Maklumat COVID-19, Wakil Rakyat Khawatir Ledakan Gelombang 2
Indonesia
Kapolri Cabut Maklumat COVID-19, Wakil Rakyat Khawatir Ledakan Gelombang 2

Kapolri mencabut Maklumat Penanganan COVID-19 dengan Maklumat Normal Baru pada 25 Juni lalu.

Bubarkan 18 Lembaga, Kajian Pemerintah Harus Matang
Indonesia
Bubarkan 18 Lembaga, Kajian Pemerintah Harus Matang

Anggaran yang semula diperuntukkan bagi 18 lembaga negara itu agar dapat dialokasikan ke kementerian/lembaga lain yang membutuhkan.

Pemerintah Persiapkan Larangan Mudik Lebaran
Indonesia
Pemerintah Persiapkan Larangan Mudik Lebaran

Pemerintah sepertinya akan mengeluarkan kebijakan tersebut pasca rapat bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Tito Bakal Pidanakan Praja IPDN Pelaku Kekerasan
Indonesia
Tito Bakal Pidanakan Praja IPDN Pelaku Kekerasan

"Saya sudah sekolah di mana-mana, sekolah di Inggris, Amerika, Australia, New Zealand saya juga melihat sekolah Hometown Academy Singapura, tidak ada pukul-pukulan tetapi mereka bisa bekerja profesional," ujar Tito.