Bamsoet Luruskan Polemik Unggahan Video Pasukan Khusus Rajawali BIN Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/Abdu Faisal)

MerahPutih.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memastikan tidak ada pasukan khusus bentukan Badan Intelijen Negara (BIN) yang ramai menjadi polemik di masyarakat setelah dirinya mengunggah video di akun Instagramnya.

"Video yang saya unggah di akun Instagram saya itu adalah demonstrasi para taruna-taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang baru selesai pendidikan dengan berbagai keahlian khusus tersebut, mempertunjukkan kemahirannya," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam rilis di Jakarta, Selasa (15/9).

Baca Juga:

BIN Buka Program Studi Intelijen Medik

Menurut dia, para taruna-taruni STIN itu menamakan dirinya Pasukan Khusus Rajawali di dalam acara saremoni Inaugurasi Peningkatan Statuta STIN dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN, Sentul, Bogor, pekan lalu.

Bamsoet mengaku bangga dan mendukung penuh prestasi para taruna-taruni STIN seperti yang dipertunjukkan secara luar biasa di hadapannya dan para undangan khusus lainnya sebagai bentuk prestasi pencapaian puncak pendidikan mereka selama di STIN.

"Tidak hanya kemahiran menggunakan berbagai jenis senjata laras pendek dan laras panjang, tapi juga kemahiran menjinakkan bom, membebaskan sandera, terjun dari atas gedung memakai tali dan memperagakan kemahiran bela diri tangan kosong Tarung Derajad, menaklukkan penyerang 20 orang bersenjata tajam seorang diri," tutur politikus Golkar itu dilansir Antara.

Pasukan Rajawali BIN
Aksi Pasukan Khusus Rajawali BIN. (Dok Instagram Ketua MPR Bambang Soesatyo)

Ketua MPR berpendapat apabila diperlukan para taruna-taruni jebolan STIN tersebut siap dipergunakan dalam operasi khusus oleh Kementerian Pertahanan RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan amanat undang-undang.

Demo ketangkasan yang ditunjukkan para taruna-taruni STIN itu, kata Bamsoet, bukti SDM intelijen Indonesia tidak kalah dengan kehebatan 10 intelijen terbaik dunia seperti CIA (Amerika), M16 (Inggris), GRU (Rusia), DGSE (Prancis), ISI (Pakistan), BND (Jerman), Mossad (Israel), R&AW (India), ASIS (Australia), CSIS (Kanada) dan badan intelejen dunia lainnya.

"Bagi saya, intelijen yang mumpuni, selain menjadi mata dan telinga negara serta mahir dalam menganalisa informasi juga harus terampil melakukan penyusupan, penyamaran, propaganda, agitasi, provokasi, menggelar operasi rahasia dan mampu melakukan pertempuran baik perorangan sebagai pertahanan diri maupun sebagai kelompok untuk melumpuhkan musuh di medan yang rumit dan sulit," tutup dia. (*)

Baca Juga:

'Ikut Tampil' Tangani COVID-19, BIN Diingatkan Tak Kebablasan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Listyo Sigit Minta SDM Polri Lebih Kuat di Bidang Teknologi
Indonesia
Listyo Sigit Minta SDM Polri Lebih Kuat di Bidang Teknologi

Apresiasi dan terima kasih atas gerak cepat program Presisi di bidang SSDM menuju SDM unggul

[HOAKS atau FAKTA]: Semua Handphone Kini Dipantau Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Semua Handphone Kini Dipantau Pemerintah

Beredar narasi melalui aplikasi WhatsApp yang menyatakan bahwa kini pemerintah dapat memantau semua aktivitas telepon dan media sosial milik masyarakat 100 persen.

Kuasa Hukum Benarkan Joko Tjandra Berada di Indonesia Sejak 8 Juni
Indonesia
Kuasa Hukum Benarkan Joko Tjandra Berada di Indonesia Sejak 8 Juni

Ia mengaku hanya bertemu Joko Tjandra di PN Jakarta Selatan dalam rangka mengajukan PK.

Anies Minta Satpol PP DKI Tindak Tegas Pelanggar PSBB Total
Indonesia
Anies Minta Satpol PP DKI Tindak Tegas Pelanggar PSBB Total

“Saya minta seluruh petugas Satpol PP dan jajaran ASN yang diberi tugas pengawas PSBB untuk melakukan pengawasan, peringatan, dan penindakan,” terang Anies.

KPK Segera Buat Kontra Memori PK Lawan Bekas Kakorlantas Djoko Susilo
Indonesia
KPK Segera Buat Kontra Memori PK Lawan Bekas Kakorlantas Djoko Susilo

"KPK tentu siap menghadapi Permohonan PK yang diajukan oleh pihak terpidana tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (1/2).

[HOAKS atau FAKTA]: Takut Dibunuh Setelah Sebut COVID-19 Rekayasa, Ahli Virus Tiongkok Kabur ke Amerika
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Takut Dibunuh Setelah Sebut COVID-19 Rekayasa, Ahli Virus Tiongkok Kabur ke Amerika

Beredar artikel di media sosial berjudul “Takut Dibunuh, Ahli Virus China Kabur ke AS: Saya Bersaksi COVID-19 Hasil Persekongkolan Jahat”.

Pekan Depan, Polda Periksa Anji dan Hadi Pranoto
Indonesia
Pekan Depan, Polda Periksa Anji dan Hadi Pranoto

"Jadi kita akan panggil yang bersangkutan sementara ini sebagai saksi pemilik akun Dunia Manji maupun juga HP. Kita lakukan pemeriksaan," ucap Yusri.

Polisi Ingatkan Simpatisan Rizieq Bandara Soetta Objek Vital Nasional
Indonesia
Polisi Ingatkan Simpatisan Rizieq Bandara Soetta Objek Vital Nasional

Polisi menyebut ada aturan dimana tidak boleh masyarakat sampai mengganggu aktivitas di sana

Polisi Virtual Hadir, Masyarakat Diminta Tak Perlu Takut Dibungkam
Indonesia
Polisi Virtual Hadir, Masyarakat Diminta Tak Perlu Takut Dibungkam

Polisi virtual itu bukan untuk mempersempit ruang lingkup masyarakat

Kasus COVID-19 Tinggi, DPRD DKI Minta Anies Tambah Tenaga Kesehatan
Indonesia
Kasus COVID-19 Tinggi, DPRD DKI Minta Anies Tambah Tenaga Kesehatan

"Saya minta Pemda DKI sesegera mungkin, jangan menunggu, segera mungkin," jelas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik