Bamsoet Kritik Tol Laut, Kencang di Awal Sayup-Sayup Kemudian Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) bersama Ketua Fraksi PDIP tut Adianto Wahyuwidayat (kanan) (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MerahPutih.Com - Kebijakan Presiden Jokowi terkait tol laut sempat menuai pujian lantaran program unggulan tersebut dianggap sebagai konektivitas antardaerah di Tanah Air.

Namun dalam pelaksanaannya, tol laut hanya menggeliat di awal-awal pencanangannya. Selanjutnya justru mendapat sorotan dari sejumlah pihak termasuk Ketua DPR, Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet.

Bamsoet menyoroti salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Jokowi yakni tol laut dinilai belum berjalan sesuai harapan.

"Program tol laut sasarannya untuk mengatasi hambatan konektivitas antarkota dan antardaerah, tapi realisasinya belum berjalan optimal," kata Bamsoet melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Senin (16/4).

Catatan Bamsoet bukan tanpa dasar. Politikus Partai Golkar ini merujuk pada data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bahwa realisasi muatan tol laut pada 2017 mencapai 212.865 ton atau 41,2 persen dari target 517.200 ton, sedangkan realisasi muatan baliknya hanya 20.274 ton atau 3,9 persen.

Lebih lanjut, Bamsoet mendorong Kemenhub segera membuat regulasi teknis yang berkaitan dengan implementasi program tol laut, guna menghindari tumpang tindih perizinan sekaligus mempermudah arus masuk dan keluar barang di pelabuhan.

Tol Laut Program Unggulan Jokowi

Petugas mengangkut kontainer Tol Laut Pelni Logistik di Terminal Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Bambang Soesatyo sebagaimana dilansir Antara juga meminta Kemenhub mengoptimalkan daya angkut kapal, khususnya muatan balik dari Indonesia bagian timur, caranya dengan menyalurkan kapal-kapal perintis yang mampu menjadi penghubung ke kapal besar.

"Ini demi menciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok," katanya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu berharap, Kemenhub dapat menugaskan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) agar bersinergi dengan kapal perintis milik daerah dalam menyukseskan program tol laut.

"Tujuannya memangkas biaya tinggi dan juga mempermudah pengiriman barang lewat laut," katanya.

Bamsoet menambahkan, hal lain yang perlu dilakukan Pemerintah untuk menyukseskan program tol laut, adalah memperbaiki infrastruktur pendukung dan moda transportasi darat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Program pendukung yang harus dilakukan Pemerintah secara cepat, kata dia, adalah penyiapan gudang penyimpanan, truk-truk pengangkut, supermarket, serta sumber daya manusia (SDM) bongkar muat.

Bambang Soesatyo meyakini, ketersediaan infrastruktur akan lebih menjamin kelancaran distribusi komoditas, sehingga berdampak pada berkurangnya disparitas di masyarakat.(*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Kritisi Kebijakan Jokowi Soal Tol Laut, Jonru Dibully Netizen



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH