Bamoset Ingatkan Efek Domino COVID-19 Ketua MPR Bambang Soesatyo.ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Merahputih.com - Ketua MPR, Bambang Soesatyo menyebut, jika pandemi COVID-19 tidak segera diatasi, efek domino resesi ekonomi akan menyebar ke berbagai sektor. Seperti mulai dari macetnya kredit perbankan hingga lonjakan inflasi yang sulit dikendalikan atau sebaliknya deflasi yang tajam karena perekonomian tidak bergerak.

Kemudian, neraca perdagangan akan menjadi minus dan berimbas langsung pada cadangan devisa.

"Dalam skala riilnya, dampak resesi terhadap sebuah negara adalah meningkatnya pengangguran, anjloknya pendapatan, meningkatnya angka kemiskinan, merosotnya harga aset seperti pasar saham atau properti, melebarnya angka ketimpangan, tingginya utang pemerintah bersamaan dengan penerimaan pajak yang anjlok," jelas Bamsoet saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8).

Baca Juga:

Jual-Beli Senpi Ilegal, Oknum Mantan Anggota TNI Diciduk

"Termasuk produksi yang hilang secara permanen, dan bisnis gulung tikar," sambung dia.

Menurut Bamsoet, memburuknya perekonomian tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga pertumbuhan global yang merosot tajam karena terganggunya aktivitas ekonomi.

"Bank Dunia melansir bahwa resesi sudah hampir pasti terjadi di seluruh wilayah ekonomi dunia," katanya.

Resesi akibat COVID-19 ini, kata Bamsoet, merupakan yang terburuk dalam sejarah sejak Perang Dunia II. Ia mengingatkan pemerintah agar memberikan perhatian serius atas peringatan Organisasi Pangan Dunia atau FAO atas potensi krisis pangan yang timbul akibat COVID-19.

"Pertarungan dalam memenuhi dan mengawal ketersediaan pangan akan menjadi penentu gerak bandul geopolitik global," kata Bamsoet.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: MPR)

Menurut dia, pertarungan ini akan memaksa setiap negara merancang politik pangan untuk memenuhi kepentingan domestiknya. Dia menambahkan, pemerintah harus dapat memastikan produksi pangan dalam negeri dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

"Fasilitas produksi, seperti mesin dan peralatan pertanian, subsidi pupuk dan benih, serta fasilitas pendukung produksi lainnya, perlu menjadi prioritas bagi peningkatan produksi dalam negeri," ujarnya.

Ia menambahkan, 93 persen petani di Indonesia merupakan petani kecil. Oleh karena itu mereka memerlukan fasilitas dan dukungan agar dapat meningkatkan produktivitas mereka.

"Dalam situasi pandemi saat ini, selain fasilitas atau bantuan, diperlukan juga protokol produksi yang dapat menjamin kualitas dan keamanan pangan yang terbebas dari COVID-19," ujarnya.

Bamsoet mengajak semua pihak untuk bergotong royong, terus mendukung kebijakan pemerintah yang telah melakukan langkah konkret mendorong peningkatan ekonomi sektor riil.

Seperti memberikan kemudahan permodalan bagi pelaku usaha baik kecil maupun besar, mendorong pemerintah dapat menahan laju penurunan ekonomi dengan meningkatkan penyaluran bantuan sosial dan stimulus bagi dunia usaha.

"Pimpinan dan Anggota MPR memberikan dukungan kepada Pemerintah untuk mensinergikan kebijakan pemulihan ekonomi dan penanganan COVID-19," kata Waketum Golkar ini.

MPR mengingatkan bahwa produksi pangan dalam negeri menjadi fokus utama. Fasilitas produksi, seperti mesin dan peralatan pertanian, subsidi pupuk dan benih, serta fasilitas pendukung produksi lainnya, perlu menjadi prioritas bagi peningkatan produksi dalam negeri.

Baca Juga:

Polisi Sita Ribuan Senpi Rakitan

Hal itu, dikatakan Bamsoet, mengingat 93% mayoritas petani Indonesia adalah petani kecil, maka fasilitas dan bantuan sangat dibutuhkan agar mereka terbantu untuk meningkatkan kinerja produksinya.

"Dalam situasi pandemi saat ini, selain fasilitas atau bantuan, diperlukan juga protokol produksi yang dapat menjamin kualitas dan keamanan pangan yang terbebas dari COVID-19," ungkapnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH