Mengejutkan, Balita Lebih Berpotensi Menularkan COVID-19 (FotoUnsplash/Brian Wangenheim)

SELAMA pandemi, para orangtua berusaha keras menjaga buah hati mereka dari penyebaran virus. Temuan terbaru mengungkap anak-anak di bawah usia lima tahun memiliki tingkat 10 hingga 100 kali lebih tinggi materi genetik dari virus corona dalam hidung mereka jika dibandingkan dengan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Demikian hasil penelitian di JAMA Pediatrics.

Penulis studi mencatat hal itu berarti anak-anak muda mungkin menjadi pendorong penting penularan COVID-19 dalam komunitas. Itu merupakan sebuah petunjuk yang bertentangan dengan narasi yang saat ini berlaku.

Baca juga:

Suntik Botox Kecantikan Dapat Mengurangi Depresi Secara Signifikan

1
Peneliti melakukan tes usap hidung pada 145 pasien. (Foto: Unsplash/Sharon McCutcheon)

Makalah itu muncul ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump mendorong keras sekolah-sekolah dan tempat penitipan anak untuk membuka kegiatan mereka kembali agar ekonomi bisa dimulai.

Antara 23 Maret dan 27 April, para peneliti melakukan tes usap hidung pada 145 pasien penyakit ringan sampai tingkat sedang di Chicago. Tes dilakukan dalam satu minggu setelah permulaan gejala.

Melansir laman Science Alert, para pasien dibagi dalam tiga kelompok: 46 anak lebih muda dari lima tahun, 51 anak berusia lima hingga 17 tahun, dan 48 orang dewasa berusia 18 hingga 65 tahun.

Tim yang dipimpin Taylor Heald-Sargent dari Rumah Sakit Anak Ann & Robert H Lurie mengamati SARS-CoV-2 10 hingga 100 kali lipat lebih besar di saluran pernapasan atas anak-anak.

Baca juga:

Deteksi Kanker 4 Tahun Lebih Awal lewat Tes Darah

2
Anak-anak muda berpotensi menjadi pendorong penyebaran SARS-CoV-2. (Foto: Unsplash/David Veksler)

Para penulis menambahkan penelitian laboratorium baru-baru ini menunjukkan semakin banyak materi genetik virus hadir, semakin banyak virus yang dapat menular.

Sebelumnya juga telah ditunjukkan bahwa anak-anak dengan viral load yang tinggi dari virus syncytial respirasi (RSV) lebih mungkin untuk menyebarkan penyakit. "Dengan demikian, anak-anak muda berpotensi menjadi pendorong penting penyebaran SARS-CoV-2 dalam populasi umum," jelas para penulis.

Mereka menyimpulkan kebiasaan perilaku anak-anak dan kontak langsung di sekolah atau tempat penitipan anak meningkatkan kekhawatiran untuk amplifikasi SARS-CoV-2 dalam populasi. "Hal itu disebabkan pembatasan kesehatan masyarakat dikurangi," kata mereka.

Temuan baru itu amat bertentangan dengan pandangan saat ini. Banyak otoritas kesehatan berpendapat anak-anak muda atau yang telah mapan jauh lebih kecil kemungkinannya jatuh sakit karena virus dan tidak menularkannya ke orang lain.

Namun, sebuah penelitian di Korea Selatan baru-baru ini menemukan anak-anak berusia 10 hingga 19 tahun menularkan COVID-19 dalam rumah tangga sebanyak orang dewasa. Sementara itu, anak-anak di bawah sembilan tahun menularkan virus dengan tingkat yang lebih rendah. (lgi)

Baca juga:

Universitas di Prancis Teliti Kol, Mentimun dan Kimchi untuk Cegah Virus

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard