Bali United Resmi 'Merumput' di Bursa Efek Indonesia Jajaran direksi BEI dan Bali United saat pencatatan perdana saham Bali United di Gedung BEI, Jakarta, Senin. (ANTARA/Citro Atmoko)

MerahPutih.com - Bali United sebentar lagi akan menjadi emiten klub sepak bola pertama Indonesia yang merumput di bursa efek Indonesia (BEI). PT Bali Bintang Sejahtera akan melantai di BEI awal pekan ini.

Direktur Utama PT Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri mengatakan, dengan menjadi perusahaan terbuka atau go public, akan banyak pihak yang bisa mendukung visi dan misi Bali United mencapai kesuksesan. Baik di sepak bola maupun industri olahraga dan hiburan.

Foto: @Baliutd

"Tentunya, termasuk didalamnya para suporter yang sekarang bisa memainkan peran aktif yang lebih besar untuk mendukung Bali United mencapai tujuan-tujuannya," kata Yabes di Gedung BEI, Jakarta, Senin (17/6).

BACA JUGA: Tak Diizinkan Gabung Real Madrid, Pogba Mogok Bermain

Perusahaan dengan kode saham BOLA itu menawarkan 2 miliar lembar saham atau setara 33,33 persen dari modal perseroan. Adapun harga penawaran saham perdana Rp 175 per lembar saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana IPO sekitar Rp 350 miliar.

Bali United sendiri menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter)

Dana hasil IPO itu sendiri disebut akan digunakan untuk belanja modal seperti pengembangan fasilitas, perekrutan pemain atau pelatih, penyelenggaraan acara, pengembangan akademi dan ekspansi outlet Bali United Store.

Kegiatan utama perseroan sendiri saat ini dibagi dalam tiga segmen, mencakup manajemen klub sepak bola profesional, agensi olahraga dan kafe atau restoran.

Foto: @Baliutd

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi berharap, melalui IPO Bali United ini, akan mendorong klub-klub sepakbola lainnya untuk ikut melantai di pasar modal.

BACA JUGA: Keluarga Cari Rumah di Paris, Sinyal De Ligt ke PSG Makin Kuat

"Melalui IPO Bali United, kami berharap akan ada perusahaan sejenis lainnya turut ikut meramaikan pasar modal dan juga persepakbolaan nasional," ujar Inarno dilansir Antara.

Sementara itu, perdagangan perdana saham BOLA di BEI naik 121 poin atau 69,14 persen menjadi Rp 296 per saham dibandingkan harga IPO. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH