Baleg Tegaskan Tidak Ada Perubahan Substansial RUU TPKS Demo dukung RUU PKS. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) dapat berjalan berkesinambungan dan berkelanjutan, setelah Badan Musyawarah (Bamus) DPR meminta Baleg membahasnya.

"Saya telah menegaskan di Rapat Bamus DPR, sebaiknya RUU yang akan dibahas menjadi UU, dikembalikan pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pengusul untuk dibahas agar pembahasannya berkesinambungan dan tidak un-historis," kata Willy di Jakarta, Minggu (17/1).

Baca Juga:

Dengarkan Aspirasi Aktivis, Puan: Kekuatan Tambahan untuk Rampungkan RUU TPKS

Dia mengatakan, Baleg belum menentukan jadwal pembahasan RUU TPKS karena masih menunggu Rapat Paripurna DPR untuk pengesahan RUU tersebut menjadi usul inisiatif DPR dan Surat Presiden (Surpres).

Willy memastikan, Baleg akan segera membahas RUU TPKS setelah pengesahan sebagai usul inisiatif DPR dan keluarnya Surpres karena RUU tersebut menjadi salah satu prioritas Baleg untuk dibahas di tahun 2022.

"Komunikasi kami dengan pemerintah seperti Bu Bintang (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati) dan Prof Eddy (Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharief Hiariej) berjalan intens," ujarnya.

Willy mengatakan, berdasarkan komunikasi yang intens antara Baleg dan Pemerintah tersebut, sebenarnya tidak perbedaan pendapat yang krusial diantara kedua belah pihak.

Gedung DPR. (Foto: MP/ Dicke Prasetia)
Gedung DPR. (Foto: MP/ Dicke Prasetia)

Ia meyakini, ketika pembahasan DIM berlangsung dan tidak banyak dilakukan perubahan substansial, maka diperkirakan RUU TPKS bisa segera disetujui DPR untuk disahkan menjadi UU.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada Kamis (13/1) telah memutuskan RUU TPKS akan dibahas di Baleg DPR RI.

Rapat Bamus DPR RI tersebut juga menetapkan agenda Rapat Paripurna DPR pada Selasa (18/1) adalah pengambilan keputusan RUU TPKS menjadi usul inisiatif DPR. (*)

Baca Juga:

Survei SMRC Ungkap Mayoritas Publik Mendukung RUU TPKS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Agar Ekonomi Pulih, Warga Bandung Diharap Taat Protokol Kesehatan
Indonesia
Agar Ekonomi Pulih, Warga Bandung Diharap Taat Protokol Kesehatan

Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung dari sektor pajak diperkirakan turun karena terdampak PPKM Darurat dan PPKM Level 4.

Kemenkes Tegaskan Vaksinator Lalai Saat Suntikan Vaksin Kosong
Indonesia
Kemenkes Tegaskan Vaksinator Lalai Saat Suntikan Vaksin Kosong

Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah memutus kerja sama dengan vaksinator tersebut

Pandemi Tak Kunjung Berakhir, Kementerian Agama Gelar Doa untuk Syuhada
Indonesia
Pandemi Tak Kunjung Berakhir, Kementerian Agama Gelar Doa untuk Syuhada

Upaya menggerakkan masyarakat untuk melakukan ikhtiar batin dalam menghadapi pandemi COVID-19 terus dilakukan Kementerian Agama.

[HOAKS atau FAKTA]: UAS Diringkus Polisi Terlibat Investasi Bodong
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: UAS Diringkus Polisi Terlibat Investasi Bodong

video dengan klaim Polri melakukan penjemputan paksa terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) dikarenakan investasi bodong

Iptek Nasional Terancam Mundur, UU Sisnas Iptek Diusulkan Direvisi
Indonesia
Iptek Nasional Terancam Mundur, UU Sisnas Iptek Diusulkan Direvisi

Revisi UU nantinya harus bisa menjamin dukungan serta memperkuat lembaga-lembaga pelaksana kegiatan riset.

Polisi Terus Cari Penyebar Hoaks COVID-19
Indonesia
Polisi Terus Cari Penyebar Hoaks COVID-19

"Jangan sampai masyarakat ini bingung dengan banyaknya berita bohong yang berkembang di masyarakat," kata Agus.

Tanggapi Kebijakan Jokowi, Gibran: Pakai Masker Tingkatkan Level Kegantengan 20 Persen
Indonesia
Tanggapi Kebijakan Jokowi, Gibran: Pakai Masker Tingkatkan Level Kegantengan 20 Persen

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melonggarkan penggunaan masker di tengah kondisi COVID-19 di Indonesia yang melandai.

Puluhan Warga Gagal Dapat Vaksin Dosis Kedua, Gibran Minta Maaf
Indonesia
Puluhan Warga Gagal Dapat Vaksin Dosis Kedua, Gibran Minta Maaf

Puluhan warga gagal mendapatkan vaksin dosis kedua saat mengikuti vaksinasi massal yang diadakan 074/Warastratama, Kamis (12/8).

Pecah Rekor, Positif Corona di Jakarta Hari Ini Capai 9.394 Kasus
Indonesia
Pecah Rekor, Positif Corona di Jakarta Hari Ini Capai 9.394 Kasus

Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta terus melonjak. Hari ini angka kasus positif Corona di Jakarta mencapai angka 9.394 kasus.

Kembali Positif COVID-19, Khofifah: Saya Tertular dari Pengawal Pribadi
Indonesia
Kembali Positif COVID-19, Khofifah: Saya Tertular dari Pengawal Pribadi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali positif COVID-19