Baleg DPR Akui Draft UU Cipta Kerja yang Beredar di Masyarakat Belum Final Ilustrasi - Gedung Nusantara I DPR RI terbakar, Selasa (29/9/2020). ANTARA.

MerahPutih.com - Draft UU Cipta Kerja beredar di masyarakat setelah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rapat Paripurna, Senin (5/10).

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Achmad Baidowi mengatakan, bahwa draft UU Ciptaker yang beredar didi masyarakat, bukan merupakan draf yang final.

"Bukan (draf final), apalagi versinya beda-beda," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/10)

Baca Juga

Perlawanan Serikat Mural Surabaya Tolak UU Cipta Kerja

Pria yang akrab disapa Awiek ini tidak menjawab terkait darf final RUU Ciptaker yang disetujui Rapat Paripurna DPR dan menyarankan agar ditanyakan kepada Pimpinan DPR RI.

Selain itu dia menjelaskan, terkait isu draf final RUU yang harus diserahkan kepada anggota DPR sebelum Rapat Paripurna berlangsung. Menurut dia, yang wajib dibagikan sesuai tata tertib DPR adalah pidato Pimpinan DPR pada pembukaan dan penutupan masa sidang sesuai Pasal 253 ayat 5 Tatib DPR.

"Yang wajib dibagikan sesuai Tatib DPR adalah Pimpinan DPR pada pembukaan dan penutupan masa sidang sesuai Pasal 253 ayat 5 Tatib DPR, serta bahan rapat kerja dengan pemerintah dan pakar sesuai Pasal 286," katanya dilansir Antara.

Sementara itu, Anggota Baleg DPR Firman Soebagyo mengaku, sedih dengan beredarnya isi draf RUU Cipta Kerja yang belum final dan sudah tersebar di media sosial sebelum disahkan oleh pemerintah dan DPR sehingga membuat masyarakat salah mengartikan isi UU tersebut.

Karena menurut dia, draf yang tersebar itu merupakan konsekuensi daripada pembahasan RUU Ciptaker yang dibahas secara transparan, dan siapapun semua bisa mengikuti melalui zoom dan kemudian itu disiarkan secara langsung oleh tv parlemen dan itu dikutip oleh tv lainnya.

"Artinya, bahwa memang draft ini dibahas tidak sekaligus final itu masih ada proses-proses yang memang secara tahap bertahap itu kan ada penyempurnaan. Oleh karena itu, kalau ada pihak-pihak menyampaikan melalui pandangan lama pastinya akan beda dengan yang final," ucapnya.

Baca Juga

Demo Tolak UU Ciptaker di Yogya Ricuh dan Satu Bangunan Terbakar

Dia melihat saat ini beredar juga baik dari medsos kemudian melalui viral-viral justru memprovokasi, baik itu dari buruh maupun masyarakat dan mahasiswa karena kurang akuratnya data dan informasi yang diperoleh. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TACB Protes Spanduk Machfud-Mujiaman Tutupi Gedung Cagar Budaya
Indonesia
TACB Protes Spanduk Machfud-Mujiaman Tutupi Gedung Cagar Budaya

"Yang pasti TACB belum mengeluarkan izin rekomendasi terkait hal ini," tegasnya.

Ditutup Setelah Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, Indogrosir Sleman Dibuka Kembali
Indonesia
Ditutup Setelah Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, Indogrosir Sleman Dibuka Kembali

Pemkab mengizinkan Indogrosir beroperasi kembali sejak 10 Juni 2020.

Umat Islam Diminta Cek Arah Kiblat Pada 27 dan 28 Mei
Indonesia
Umat Islam Diminta Cek Arah Kiblat Pada 27 dan 28 Mei

Fenomena alam itu berdasarkan data astronomi

Aturan Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri ke Indonesia Makin Ketat
Indonesia
Aturan Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri ke Indonesia Makin Ketat

Wiku menyebut, reaksi antibody setiap penyintas COVID-19 berbeda-beda tiap individu

Bareskrim Polri Selidiki Sejumlah Pasar Muamalah di Tanah Air
Indonesia
Bareskrim Polri Selidiki Sejumlah Pasar Muamalah di Tanah Air

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, pasca terbongkarnya pasar Muamalah di Depok. Pihaknya akan melakukan melakukan penelusuran dan pendataan.

Djoko Tjandra Coreng Wajah Hukum Indonesia
Indonesia
Djoko Tjandra Coreng Wajah Hukum Indonesia

"Segera bentuk tim khusus, karena ulah satu orang ini, wajah hukum kita tercoreng,” tegas Eva

Layanan Test Antigen Tersedia di Stasiun Semarang Poncol
Indonesia
Layanan Test Antigen Tersedia di Stasiun Semarang Poncol

"Layanan tes cepat antigen tersebut mulai dibuka Sabtu (26/12)," kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro

DPR Beberkan Pekerjaan Rumah Calon Kapolri
Indonesia
DPR Beberkan Pekerjaan Rumah Calon Kapolri

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani membeberkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK
Indonesia
Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK

Selain Hermawan, hari ini penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Manager penagihan PT DI Achmad Azar

Mabes Polri Tarik Kasus Kematian Enam Pengawal Rizieq
Indonesia