Baleg Bakal Lakukan Pendekatan Sosiokultural Terhadap RUU PKS Demo dukung RUU PKS. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Badan Legislasi akan menggunakan pendekatan sosiokultural dalam mengatasi perbedaan pendapat dan pertentangan ideologi terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Saat ini, Baleg belum memiliki draf RUU PKS karena masih dalam proses penyusunan dan akan dipresentasikan di awal Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022 yang akan dimulai pada 16 Agustus.

Baca Juga:

DPR Dapat Apresiasi Gegara Masukkan RUU PKS ke Prolegnas Prioritas 2021

"Saya sebagai Ketua Panitia Kerja RUU PKS akan menggunakan pendekatan yang bersifat sosiokultural, dan tentu dialog menjadi 'jembatan' utama dalam proses penyelesaian RUU ini," kata Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya di Jakarta, Kamis (12/8).

Ia menegaskan, menjadi fakta di masyarakat harus direspon dan yang menjadi semangat kemajuan akan diadaptasi dalam RUU tanpa meninggalkan nilai-nilai kultural Indonesia. Saat ini, masih ada kendala utama dalam pembahasan RUU PKS, yaitu terjadi perbenturan ideologi dan cara pandang terhadap RUU tersebut.

"Namun kendala itu bisa diselesaikan dengan dialog. Kedua belah pihak ingin memuliakan perempuan dan melindungi anak-anak dari orang-orang yang melakukan tindakan melanggar norma, adat, dan hukum," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya. (ANTARA/ Abdu Faisal)
Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya. (ANTARA/ Abdu Faisal)

Ia menegaskan, fakta empiris terkait kekerasan seperti fenomena gunung es yaitu angkanya besar namun proses penanganannya sangat minimalis karena belum ada payung hukum yang mengatur secara rinci.

Dia menilai, kekerasan seksual merupakan tindak pidana khusus yang belum diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sehingga akan diatur dalam RUU PKS. Namun, pertentangan ideologi dan perbedaan pendapat terkait RUU tersebut dapat diselesaikan melalui dialog yang merupakan "modal" utama bangsa Indonesia dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.

"Indonesia lahir dari pertentangan ideologi, kita tidak menghambat itu, dan modal utama republik ini adalah dialog," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Hasrat Seksual sampai Urusan Ranjang Suami-Istri Jadi Poin Krusial RUU PKS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Atap Rumah Warga Sumur dan Munjul Runtuh Akibat Gempa M 6,7
Indonesia
Atap Rumah Warga Sumur dan Munjul Runtuh Akibat Gempa M 6,7

Sedangkan, sejumlah rumah di Kecamatan Sumur dan Munjul mengalami kerusakan pada bagian atap dan teras rumah.

Jalur Puncak Macet Total hingga Belasan Jam, Mabes Polri Angkat Suara
Indonesia
Jalur Puncak Macet Total hingga Belasan Jam, Mabes Polri Angkat Suara

Polri memastikan macet selama belasan jam di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat bakal menjadi bahan evaluasi ke depannya.

Paman Presiden Jokowi yang Sempat Dijenguk Sabtu Kemarin Tutup Usia
Indonesia
Paman Presiden Jokowi yang Sempat Dijenguk Sabtu Kemarin Tutup Usia

Paman Presiden Jokowi, Miyono Suryosardjono (82) meninggal dunia di rumah duka, Minggu (27/2) pukul 19.50 WIB.

Kapolri Yakin Banyak Anak Buahnya Punya Sikap Teladan
Indonesia
Kapolri Yakin Banyak Anak Buahnya Punya Sikap Teladan

Sigit menyebut, proses mengubah citra Polri di tengah masyarakat merupakan sebuah tantangan

[HOAKS atau FAKTA]: Mensos Risma Akan Hapus Semua BLT
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mensos Risma Akan Hapus Semua BLT

Beredar artikel berjudul “Gawat! Mensos Risma Akan Hapus Semua BLT Untuk Kedepannya” yang tayang pada situs Batasindo[dot]com pada 25 Desember 2020.

PSI: Dispora Membayar Commitment Fee Formula E ke Siapa?
Indonesia
PSI: Dispora Membayar Commitment Fee Formula E ke Siapa?

Cukup satu lembar itu saja, tidak harus 600 halaman

Dua Negara Eropa Laporkan Dugaan Kasus COVID-19 Varian Omicron
Dunia
Dua Negara Eropa Laporkan Dugaan Kasus COVID-19 Varian Omicron

Republik Ceko sedang memeriksa satu dugaan kasus Omicron yang terdeteksi pada seseorang yang menghabiskan waktunya di Namibia.

Hari Kedua Lebaran, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Turun Lagi Jadi 107 Pasien
Indonesia
Hari Kedua Lebaran, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Turun Lagi Jadi 107 Pasien

Penambahan kasus harian COVID-19 kembali menurun pada hari kedua Idul Fitri 1443 H. Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 107, Selasa (3/5). Menurun dibanding hari pertama lebaran, Senin (2/5) lalu yakni 168 kasus.

DKI Cairkan Dana KLJ, KPDJ dan KAJ Triwulan 2
Indonesia
DKI Cairkan Dana KLJ, KPDJ dan KAJ Triwulan 2

Dinsos DKI Jakarta mencairkan dana triwulan 2 untuk Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ), Jumat (6/8).

 KPK Gelar OTT di Bekasi, Wali Kota Diduga Terciduk
Indonesia
KPK Gelar OTT di Bekasi, Wali Kota Diduga Terciduk

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum sejumlah pihak yang ditangkap tersebut.