Baklava vs Mille-feuille, Adu Sajian Pastry Prancis dan Kroasia Ilustrasi Mille-feuille.

AJANG Pertandingan sepak bola akbar sedunia, Piala Dunia 2018, memasuki babak final. Dua kesebelasan siap beradu strategi dan ketangkasan di lapangan hijau. Tim Prancis dan Kroasia jadi dua terkuat yang berhak memperebutkan trofi yang dulu bernama Piala Jules Rimet itu.

Di ranah kuliner, kedua negara punya perbedaan yang cukup mencolok. Prancis dikenal sebagai kiblat fine dining dunia dengan sajian adiboga yang khas, seperti foie grass, escargot, atau croque monseiur. Sementara itu, kuliner Kroasia merupakan perpaduan dari berbagai pengaruh daerah-daerah di sekitarnya. Beberapa bagian Korasia punya hidangan yang dipengaruhi budaya Turki dan Hongaria. Sementara itu, di wilayah pesisir Kroasia, pengaruh kuliner Yunani dan Mediterania kental terasa. Itulah mengapa setiap wilayah di Kroasia punya kekhasan masing-masing dalam hal kuliner.

Meskipun demikian, Prancis dan Kroasia berbagi satu sajian yang serupa, yakni olahan pastry manis. Kroasia punya sajian baklava, sedangkan Prancis punya mille-feuille.

Mille-feuille, kue seribu lapis

mille-feuille
Millie-feuille, kue seribu lapis. (foto: femmeactuelle)

Menurut penulis kuliner La Varenne, sajian pastry khas Prancis ini awalnya bernama gâteau de mille-feuilles yang berarti kue seribu lapis. Hal itu merujuk pada berlapis-lapis lembaran pastry yang menyusun kue ini. Memang, dalam resep tradisional, mille-feuille dibuat dengan melipat enam kali tiga lembaran pastry. Hasilnya, 729 lapisan tipis pastry yang tersusun rapi. Namun, dalam beberapa resep modern, kue ini bahkan bisa muncul dalam 2.000 lebih lapisan. Wow!

Selain lembaran pastry, kue ini juga disusun dengan topping krim dan ditaburi gula bubuk. Dalam perkembangannnya, kuliner ini juga disajikan dengan topping icing putih dan cokelat yang disisir sehingga membentuk pola tertentu. Sementara itu, di Prancis, mille-feuille berisikan pasta almond disebut dengan Napoleon. Belakangan muncul juga mille-feuille asin dengan isian keju atau bahkan bayam.


Pengaruh Ottoman dalam potongan baklava

baklava
Baklava manis. (foto: foodnetwork)

Meskipun jamak dikenal sebagai sajian pastry di Kroasia, nyatanya baklava berasal dari Kekaisaran Ottoman di Turki. Sultan di Istana Topkapi menggelar acara Baklava Alayi tiap hari ke-15 bulan Ramadan. Dalam acara itu, sang Sultan menyajikan baklava kepada barisan pasukan elite miliknya.

Baklava dibuat dari lembar filo, sejenis pastry tipis. Lembar tipis tersebut dilapisi butter cair atau minyak sayur, kemudian diletakkan di sebuah loyang. Setiap lembar filo diberi pugasan cacahan kacang-kacangan, seperti walnut, pistachio, atau hazelnut. Lapisan filo dan cacahan kacang dibuat berulang-ulang kemudian dibakar dalam suhu 180 derajat celsius selama 30 menit.

Setelah matang, sajian pastry manis ini disajikan dinging dengan siraman sirup yang terbuat dari madu, air mawar, atau air bunga jeruk. Sirup masni tersbeut akan dibiarkan menyerap ke dalam baklawa sebelum disajikan. Perpaduan rasa kacang-kacangan, filo pastry, dan sirup madu nan manis membuat sajian ini lezat tak terkira.

Jadi antara mille-feuille dan baklava, mana yang kamu jagokan?(dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH