Bakamla Tangkap Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Natuna Utara Ilustrasi. Foto: Twitter/KKP

MerahPutih.com - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI kembali menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam karena dicurigai melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, Sabtu (12/12).

Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Suwito, mengataka dari hasil pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa KIA tersebut berbendera Indonesia dengan nama BT 95212 TS, didapati 10 Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Vietnam termasuk nakhoda.

"Ditemukan muatan dalam palka berupa ikan campuran dengan berat kurang lebih 2 Ton serta potongan ikan sirip hiu yang telah dikeringkan, dokumen kapal dan ABK tidak lengkap," kata Suwito dalam keterangannya, Sabtu (12/12).

Baca Juga

Beking Kebijakan Menteri Baru, Gerindra: Penenggelaman Kapal Asing Mubazir

Menurut Suwito, KIA tersebut mengelabuhi aparat penegak hukum Indonesia dengan menggunakan bendera Indonesia untuk melancarkan aksi penangkapan ikan secara illegal di perairan ZEEI.

Proses penangkapan tersebut dilakukan saat KN Tanjung Datu 301 yang dikomandani Kolonel Bakamla Arif Rahman, S.T., M. Tr. Hanla sedang melaksanakan Operasi KAMLAMLA XII / 2020 di Perairan Laut Natuna Utara.

Saat melaksanakan patroli, KN Tanjung Datu 301 mendeteksi visual dan radar kontak yang diduga kapal ikan dengan jarak kurang lebih 5 Nm pada posisi 04° 57, 065’ N - 107° 02, 197’ E.

"Yang dicurigai melaksanakan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia," imbuhnya.

Lokasi penangkapan kedua di perairan WPP-716 perairan Laut Sulawesi. KP. ORCA 01 yg dinahkodai Capt. Priyo Kurniawan menangkap FBca. BENTEN pada 7 Juni 2020 dan KP. ORCA 4  yang dikomandani Capt. Eko Priyono menangkap FB.LOUIE 17 pada tanggal 8 Juni 2020.
Ilustrasi: Kapal Ikan Asing berbendera Malaysia dengan nama KM. PKFA 8777 yang diawaki oleh 5 WNA berkewarganegaraan Myanmar pada posisi 03°24.644’ LU-100°19.302’ BT. Foto: Twitter/KKP

Untuk memastikan, KN Tanjung Datu 301 mendekati kapal ikan tersebut namun kapal ikan melakukan manuver dan menambah kecepatan menghindar dari KN. Tanjung Datu 301.

"Proses pengejaran pun dilakukan dengan jarak 1000 yard melakukan prayen penghentian kapal ikan, namun tidak dihiraukan dan tetap melaksanakan manouver bergerak menjauh dari KN. Tanjung Datu 301," ujarnya.

Baca Juga

Indonesia Tak Akan Beri Ampun Bagi Kapal Asing Pencuri Ikan di Laut Natuna

Melihat kondisi demikian, lanjut Suwito, Komandan KN Tanjung Datu 301 memerintahkan anggotanya untuk melakukan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali, sehingga kapal ikan tersebut berhenti.

"Kini, KIA Vietnam BT 95212 TS beserta 10 ABK dikawal menuju Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut," tutup dia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Demo Tuntut Bebaskan Rizieq di Istana Ilegal?
Indonesia
Demo Tuntut Bebaskan Rizieq di Istana Ilegal?

Namun, polisi tidak melarang adanya aksi penyampaian pendapat

KPK Gandeng BPK Usut Dugaan Korupsi PT PINS
Indonesia
KPK Gandeng BPK Usut Dugaan Korupsi PT PINS

Ali enggan mengungkap apakah pihaknya telah atau belum menerima audit terkait dugaan tindak pidana tersebut

Pimpinan MPR Tegaskan Masa Jabatan Presiden Dua Periode Sudah Ideal
Indonesia
Pimpinan MPR Tegaskan Masa Jabatan Presiden Dua Periode Sudah Ideal

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan buka suara menanggapi isu tentang perpanjangan jabatan presiden 3 periode.

Simulasi Pelarangan Mudik, Kakorlantas Langsung Minta Pemudik Diputar Balik
Indonesia
Simulasi Pelarangan Mudik, Kakorlantas Langsung Minta Pemudik Diputar Balik

Kakorlantas Polri Irjen Istiono meninjau skema penyekatan larangan mudik di GT Palimanan Tol Cipali yang merupakan wilayah Polresta Cirebon.

PSBB Ketat di DKI Bisa Picu Kemiskinan Ekstrem
Indonesia
PSBB Ketat di DKI Bisa Picu Kemiskinan Ekstrem

PSBB pasti berdampak negatif terhadap ekonomi yang saat ini kondisinya sudah terpuruk.

Ahmad Riza: DKI Sudah Lakukan Mini Lockdown Sejak Awal Pandemi Corona
Indonesia
Ahmad Riza: DKI Sudah Lakukan Mini Lockdown Sejak Awal Pandemi Corona

"Perlu juga kami sampaikan sejak awal, kami juga sudah melakukan mini lockdown dengan istilah lain. Ada istilah psbl jadi berskala kampung," kata Riza

 Satgas COVID-19 Ingatkan Pemda Satu Narasi Soal Larangan Mudik
Indonesia
Satgas COVID-19 Ingatkan Pemda Satu Narasi Soal Larangan Mudik

"Pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik apapun bentuknya. Mohon jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat untuk dapat menjadi agen promosi kesehatan yang baik," ujar Wiku.

Ahok Marah Tunjangan Rumah Dewan Rp110 Juta, Ketua DPRD DKI: Saya Evaluasi
Indonesia
Ahok Marah Tunjangan Rumah Dewan Rp110 Juta, Ketua DPRD DKI: Saya Evaluasi

Prasetyo Edi Marsudi akan mengevaluasi besaran tunjangan rumah anggota yang mencapai Rp110 juta dan tunjangan kendaraan sebesar Rp35 juta.

Tangani COVID-19 Bodebek, Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Depok
Indonesia
Tangani COVID-19 Bodebek, Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Depok

“Mulai minggu depan, mungkin saya akan berkantor di Depok seminggu sekali untuk memastikan penanganan (COVID-19 di Bodebek) bisa lebih terkoordinasi,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK).

Petugas Publik dan Lansia Segera Divaksin, Diharap Selesai Bulan Mei
Indonesia
Petugas Publik dan Lansia Segera Divaksin, Diharap Selesai Bulan Mei

Ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi