Bakal Lawan Ponakan Prabowo, Putri Ma'ruf Amin Disarankan Bangun Koalisi Besar Siti Nur Azizah Ma'ruf

MerahPutih.com - Putri Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah disarankan untuk membangun koalisi besar dalam menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangerang Selatan pada Desember mendatang.

"Karena lawannya kuat. Maka azizah perlu koalisi besar," kata Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin, Rabu, (22/7).

Baca Juga

PDIP Angkat Suara Ganjar Jadi Capres Potensial Versi Lembaga Survei

Hal tersebut, kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini diperlukan untuk menghadapi nama besar dan petahana.

Diketahui pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bakal maju di Pilkada Tangsel. Rahayu atau yang akrab disapa Sarah merupakan keponakan dari Ketum Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Siti Nur Azizah Ma'ruf
Siti Nur Azizah Ma'ruf

Selain pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, ada juga pasangan Benyamin Davnie- Pilar Saga. Benyamin saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangsel.

Untuk itu, menurut Ujang, Azizah juga harus bertarung total menyerang dan melakukan kampanye via udara dan darat.

"Pertarungan bebas karena walikota Airin sudah tak bisa maju lagi," ujarnya.

Baca Juga

Survei: Anies Bukan Kepala Daerah Terbaik Tangani COVID-19

Ujang menambahkan, peluang peta pertarungan di Pilkada Tangsel saat ini masih 50-50. "Jadi mereka akan saling mengalahkan," kata Ujang. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiongkok Bantu Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin COVID-19 ASEAN
Berita
Tiongkok Bantu Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin COVID-19 ASEAN

China sangat mementingkan kerja sama China-ASEAN dan mendukung posisi sentral ASEAN.

Wakapolri Perintahkan Anak Buahnya Datangi Rumah Warga Sosialiasi Bahaya COVID-19
Indonesia
Wakapolri Perintahkan Anak Buahnya Datangi Rumah Warga Sosialiasi Bahaya COVID-19

Dia menjelaskan kembali kalau virus corona tidak mengenal siapa saja. Semua golongan bisa terpapar.

Varian Baru Virus Corona Telah Masuk Rusia
Indonesia
Varian Baru Virus Corona Telah Masuk Rusia

Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, melakukan penguncian ketat selama tiga hari setelah jenis virus ganas yang menyebabkan COVID-19.

BNPB Donasikan Rp1 Miliar dan Ribuan Alat Test Swab Bagi Daerah Terdampak Gunung Merapi
Indonesia
BNPB Donasikan Rp1 Miliar dan Ribuan Alat Test Swab Bagi Daerah Terdampak Gunung Merapi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp1 miliar pada empat daerah yang terdampak bencana gunung merapi.

Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Rizieq
Indonesia
Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Rizieq

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Akhmad Sahyuti menolak gugatan praperadilan Rizieq Shihab.

Jika UU ITE Direvisi, Pakar Hukum Minta 2 Pasal Ini Dicabut
Indonesia
Jika UU ITE Direvisi, Pakar Hukum Minta 2 Pasal Ini Dicabut

Pakar hukum pidana Universitas Trisaksi Abdul Fickar Hadjar menyatakan terdapat dua pasal yang sudah sepatutnya dihapus jika Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) direvisi.

Saksi: Ratusan Ribu Massa Jemput Kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno
Indonesia
Saksi: Ratusan Ribu Massa Jemput Kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang kasus kekarantinaan kesehatan terdakwa Rizieq Shihab.

Menkes Tegaskan Orang yang Sudah Divaksin Tak Kebal 100 Persen Kayak Superman
Indonesia
Menkes Tegaskan Orang yang Sudah Divaksin Tak Kebal 100 Persen Kayak Superman

Budi meminta masyarakat yang sudah divaksinasi tetap menjalankan protokol kesehatan

[HOAKS atau FAKTA]: Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Massa Bayaran
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Massa Bayaran

"Terang Benderang! Ini Bukti Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Aksi Bayaran Bukan Gerakan Murni,"

Salah Ketik UU Cipta Kerja Dinilai Kesalahan Fatal Pemerintah
Indonesia
Salah Ketik UU Cipta Kerja Dinilai Kesalahan Fatal Pemerintah

"Ini bisa berdampak luas dan bersifat fatal. Karena hal ini telah menyebabkan Kegaduhan di tengah kita melawan Pandemi," kata Bintang