Bakal Dipertemukan dengan Luhut, Haris Azhar Irit Bicara Direktur eksekutif Lokataru, Haris Azhar (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Direktur eksekutif Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti tiba di Polda Metro Jaya.

Mereka datang untuk menjalani mediasi terkait dengan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya tiba didampingi dengan kuasa hukum, Nurkholis Hidayat pada pukul 10.10 WIB.

Baca Juga:

Setelah Luhut, Kini Giliran Haris Azhar dan Fatia Kontras Bakal Dimintai Keterangan

Haris dan Fatia tak banyak bicara kepada awak media. Dia hanya ingin memberikan keterangan usai agenda mediasi selesai.

"Saya kesana sebentar ya, sebentar ya," ujar Haris kepada wartawan seraya masuk ke Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (21/10).

Kendati demikian, pengacara Haris dan Fatia, Nurkholis belum bisa memastikan apakah Luhut hadir memenuhi undangan tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi juga belum memberikan konfirmasi.

Haris Azhar kecam rencana pengadilan in absentia Harun Masiku
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Direktur Lokataru Haris Azhar. (MP/Fadhli)

Sebelumnya, Luhut mengaku akan mengikuti seluruh proses hukum atas laporannya dalam perkara ini. Tak terkecuali bila nanti ada upaya mediasi antara dirinya dengan Haris dan Fatia.

"Jalani saja hukum ini nanti kita lihat, kalau ada tadi disampaikan penyidik soal edaran dari Kapolri untuk mediasi ya silahkan aja jalan," kata Luhut di Polda Metro Jaya, Senin (27/9).

Luhut masih bersikeras melanjutkan persoalan dugaan pencemaran nama baik tersebut ke ranah hukum.

Menurut Luhut, upaya hukum ia tempuh untuk membuktikan bahwa tudingan Haris dan Fatia tidak berdasar, sekaligus demi memulihkan nama baiknya dan keluarga.

Menko Luhut melaporkan Haris dan Fatia, ke Polda Metro Jaya, Rabu (29/9). Laporan itu merupakan buntut dari tudingan permainan bisnis tambang di Intan Jaya Papua yang dilayangkan Haris dan Fatia terhadap Luhut.

Baca Juga:

Setelah Luhut, Giliran Haris Azhar Bakal Diperiksa Polisi

Sebelum melapor ke pihak berwajib Luhut sempat melayangkan somasi kepada Haris dan Fatia sebanyak dua kali. Namun, permintaan Luhut dalam somasi tersebut tak dipenuhi.

"Sudah keterlaluan karena dua kali saya sudah minta (untuk) minta maaf, tidak mau minta maaf, sekarang kita ambil jalur hukum. Jadi saya pidanakan dan perdatakan," kata Luhut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Jaya Minta Pemprov Kembali Terapkan Ganjil Genap
Indonesia
Polda Metro Jaya Minta Pemprov Kembali Terapkan Ganjil Genap

Polda Metro Jaya mendesak Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali kebijakan pembatasan kendaraan dengan metode plat nomor ganjil-genap selama PPKM.

[HOAKS atau FAKTA] Foto Kebakaran Hutan Turki Tahun 2021
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Foto Kebakaran Hutan Turki Tahun 2021

Postingan yang disertai gambar tersebut menarasikan peristiwa kebakaran hutan di Turki yang berlangsung selama 2 hari, disertai tagar #PrayForTurkey.

Kejagung Siap Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri
Indonesia
Kejagung Siap Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri

Febrie pun tidak menyebut identitas para calon tersangka

Jokowi Mudik Solo Akhir Pekan Ini, Gibran: Hadiri Pertemuan Forum Rektor
Indonesia
Jokowi Mudik Solo Akhir Pekan Ini, Gibran: Hadiri Pertemuan Forum Rektor

Jokowi kali terakhir mudik ke Solo pada 11 Juni 2021 untuk berziarah ke makam ibundanya Sudjiatmi Notomiharjo.

Buat Kartu Kredit Pakai KTP Palsu, Penipu Raup Untung Rp 360 Juta
Indonesia
Buat Kartu Kredit Pakai KTP Palsu, Penipu Raup Untung Rp 360 Juta

Bahkan, ICN bisa meraup hingga Rp 360 juta lebih.

Dipukul Mundur Aparat, Massa 1812 Kocar-Kacir ke Jalan Thamrin dan Medan Merdeka
Indonesia
Dipukul Mundur Aparat, Massa 1812 Kocar-Kacir ke Jalan Thamrin dan Medan Merdeka

Massa tersebut dibubarkan karena jumlahnya terlalu banyak

PSI Pertanyakan Kesiapan Anies atas Lonjakan Kasus Varian COVID-19 India
Indonesia
PSI Pertanyakan Kesiapan Anies atas Lonjakan Kasus Varian COVID-19 India

PSI mempertanyakan kesiapan Gubernur Anies Baswedan untuk mengantisipasi lonjakan kasus setelah varian COVID-19 dari India dan Afrika Selatan terdeteksi di Jakarta.

Dokter Utusan Jokowi Ikut Terbang ke AS Temani SBY
Indonesia
Dokter Utusan Jokowi Ikut Terbang ke AS Temani SBY

SBY terdeteksi mengidap kanker prostat. Kanker tersebut masih stadium awal. SBY akan dirawat oleh jajaran dokter luar negeri yang berkoordinasi dengan dokter kepresidenan

[Hoaks atau Fakta]: Wali Kota Surabaya Berikan Pinjaman Dengan Subsidi Pemerintah
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Wali Kota Surabaya Berikan Pinjaman Dengan Subsidi Pemerintah

Humas Kota Surabaya meminta masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan, dan melaporkan jika menemukan informasi yang mencurigakan.