Bakal Didemo PA 212, Begini Respons KPK Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menegaskan, penanganan kasus korupsi di lembaga antirasuah tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun.

Pernyataan itu disampaikan Ali menyikapi rencana Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang bakal mengelar aksi untuk mendesak penuntasan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca Juga

PA 212 Duga Wahyu Setiawan Ikut 'Bermain' Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Ali menekankan dalam mengusut perkara korupsi, KPK harus memiliki bukti permulaan yang kuat. Termasuk dalam menuntaskan kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PWA) caleg PDIP Harun Masiku.

Logo KPK
Logo KPK. Foto: ANTARA

"KPK tentunya komit untuk berantas segala Tipikor. Tetapi kalau fokus ke perkara misalnya PAW (pergantian antar waktu PDIP), kita tahu bahwa sekarang KPK sedang serius juga menangani penyelesaian perkara para tersangka yang ada hubungannya dengan PAW ataupun yang melibatkan komisioner KPU ini," kata Ali di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2) malam.

Baca Juga

PA 212 Kaitkan Wabah Virus Corona dengan Penyiksaan Etnis Uighur

Ali meminta masyarakat mengawal proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Meskipun tersangka pemberi suap yakni politikus PDIP Harun Masiku belum juga ditemukan, ia memastikan KPK tetap berupaya menyelesaikan perkara tersebut.

"Jadi kembali ke persoalan hukumnya. Bukan diminta oleh siapapun, kalau bukti permulaannya cukup tentu KPK akan tindak lanjuti," tegas Ali.

Untuk diketahui, FPI-PA 212 bakal menggelar aksi pada Jumat (21/2) mendatang. Sekretaris Umum FPI Munarman menyampaikan, aksi ini dilatarbelakangi penggagas yang merasa penanganan sejumlah kasus mandek. Penggagas 'Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' juga berbicara soal lingkaran kekuasaan.

Baca Juga

Kasus Korupsi Diduga Melibatkan Unsur Penguasa, PA 212: Ini Perbuatan Dzalim

Bahkan Aksi 212 juga menyoroti terkait kasus dugaan suap PAW anggota DPR yang melibatkan eks caleg PDIP Harun Masiku dan mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan. Mereka juga menyinggung kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 DPR Puji 'Kampus Merdeka' Mampu Tingkatkan Kualitas Pekerja
Indonesia
DPR Puji 'Kampus Merdeka' Mampu Tingkatkan Kualitas Pekerja

"Sehingga apa yang ditargetkan dalam RPJM 2020-2024, yaitu 80 persen lulusan perguruan tinggi langsung kerja dapat tercapai," kata Illiza

Jamin Kehalalan Vaksin, Pemerintah Ingin Ada Keterbukaan Informasi
Indonesia
Jumlah Kasus Corona Hampir Tembus 90 Ribu
Indonesia
Jumlah Kasus Corona Hampir Tembus 90 Ribu

Data penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Selasa (21/7) ini dipublikasikan di situs Kementerian Kesehatan.

Satpol PP Belum Dapat Arahan Jemputan Paksa OTG COVID-19
Indonesia
Satpol PP Belum Dapat Arahan Jemputan Paksa OTG COVID-19

Warga yang terjangkit virus corona menyadari risiko yang ditimbulkan bila isolasi mandiri di rumah dikhawatirkan menjadi klaster keluarga.

AS Konfirmasi 15 Positif Virus Corona
Dunia
AS Konfirmasi 15 Positif Virus Corona

Kasus AS terbaru itu berasal dari seorang pasien warga AS yang turut dievakuasi dari Wuhan di Tiongkok.

Kasus Corona DKI Jumat (4/9): 44.604 Positif, 33.260 Orang Sembuh
Indonesia
Kasus Corona DKI Jumat (4/9): 44.604 Positif, 33.260 Orang Sembuh

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyatakan hingga hari ini kasus corona di ibu kota mencapai 44.604 jiwa.

Oknum Jenderal di Interpol Indonesia Diperiksa Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Oknum Jenderal di Interpol Indonesia Diperiksa Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

"Kita akan proses secara transparan. Jadi tidak pandang bulu, semua kita proses," jelas Listyo

RS Darurat Wisma Atlet Berhasil Sembuhkan 4.520 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Darurat Wisma Atlet Berhasil Sembuhkan 4.520 Pasien COVID-19

Tercatat ada 4.520 pasien sembuh dari COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran.

Usai Dirumahkan 5 Bulan, 700 Pegawai Garuda di PHK
Indonesia
Usai Dirumahkan 5 Bulan, 700 Pegawai Garuda di PHK

Sebanyak 700 karyawan PT Garuda Indonesia dilakukan pemutusan hubungan kerja. Mereka sebelumnya sudah dirumahkan selama 5 bulan.

Update Corona DKI Rabu (15/7): 15.173 Positif, 9.721 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Rabu (15/7): 15.173 Positif, 9.721 Orang Sembuh

Kemudian untuk kasus sembuh bertambah 193 orang dari data kemarin, sedangkan meninggal dunia bertambah 6 jiwa.