Baik Jokowi-Ma'ruf Maupun Prabowo-Sandi Data Situngnya Ditambah dan Dikurangi Ahli Informasi Teknologi (IT) Marsudi Wahyu Kisworo yang dihadirkan sebagai saksi ahli dari pihak KPU. (Youtube)

Merahputih.com - Saksi ahli dari pihak KPU, Marsudi Wahyu Kisworo menyampaikan data situng yang dimiliki KPU tidak menguntungkan salah satu paslon tertentu. Dia melihat data tersebut memiliki pola acak.

Pernyataan tersebut terlontar ketika ketua tim kuasa hukum KPU Ali Nurdin menanyakan perihal sejumlah data yang diduga oleh pihak pemohon menguntungkan salah satu paslon.

“Kalau melihat data ini tidak ada, karena apa? polanya acak. Kecuali kalau polanya tetap di satu tempat atau di satu provinsi atau satu kota kemudian kita boleh menduga ada upaya-upaya seperti itu,” ungkap profesor IT tersebut di hadapan majelis hakim, Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).

BACA JUGA: Upaya Mematahkan Propaganda Prabowo-Sandi di Sidang MK

“Tapi karena itu terjadi secara acak bahkan kalau kita tampilkan per TPS itu jauh lebih acak lagi dimana pasangan 01 menang di sana juga banyak suaranya yang berkurang menurut C1 yang diupload. Jadi sangat acak, kalau saya boleh beropini jadi tidak ada saya tidak bisa menduga adanya kesengajaan, hanya kesalahan manusiawi,” tambahnya.

Ali Nurdin kembali mempertanyakan perihal data yang ada dari Situng KPU terdapat pengurangan angka untuk paslon 02 secara keseluruhan.

Hakim MK
Hakim MK saat menyidang sengketa hasil Pilpres 2019. (Antaranews)

Ia menegaskan data kedua pasangan ada yang ditambah dan keduanya ada yang dikurangi. "Jadi seperti kita lihat pada ini per provinsi saja kita lihat yang merah suara pasangan 01 yang ini 02,” ujarnya.

Dia mencontohkan daerah yang pemilihnya banyak memilih paslon 02, di sana terjadi adanya C1 yang tidak diisi oleh pemilih.

BACA JUGA: Negara Pertama di Dunia yang Pakai Situng dalam Pemilunya

“Kita lihat di sini contohnya, ada formulir C1 dari Aceh ini kita lihat disitu jumlah pengguna hak pilih hanya 13, kan tidak mungkin ini ya tapi ini terjadi karena form C1nya seperti itu. Sementara jumlah pemilihnya ada 295, jumlah pengguna hak pilihnya 13, kemudian jumlah surat suara yang terpakai 244. Jadi, ini bukan kesalahan entri dari petugas tapi memang data dari C1nya seperti itu,” katanya.

“Dan inilah kemudian menurut saya akan dikoreksi pada waktu perhitungan suara berjenjang. Tetapi form C1 yg ada di Situng akan tetap seperti itu. Karena C1 yang diupload adalah yang betul-betul dari TPS pada waktu selesai pemungutan suara,” tutup dia. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH