Bahasa Inggris Jokowi Medok Jawa, Luhut: Apakah Kita Harus Malu dengan Lidah Indonesia? Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Korsel disela-sela KTT G20. Kredit foto: Kemen Setneg RI

MerahPutih.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan soal komunikasi Presiden Jokowi dengan pemimpin negara lain di KTT G20. Sang anak buah menjelaskan bahwa Kepala Negara lancar berbahasa Inggris.

Luhut menjadi salah satu menteri yang ikut rombongan Jokowi di KTT G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang. Presiden Jokowi sempat berpidato di forum KTT G20 sebelum melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara lainnya.

Kredit foto: Kemen Setneg RI
Presiden Jokowi bersama pemimpin negara lain di KTT G20. Foto: Kredit foto: Kemen Setneg RI

Namun, selepas acara, banyak pihak yang mempersoalkan logat Jawa ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpidato di forum internasional tersebut.

BACA JUGA: Partai Demokrat Tawarkan 14 Program Prioritas kepada Jokowi-Ma'ruf

"Ada yang bilang bahasa Inggris Pak Jokowi medok Jawa. Memang betul. Saya juga medok, tapi medok Batak. Lantas apakah kita harus malu dengan lidah Indonesia kita? Saya tidak setuju, karena saya bangga jadi orang Indonesia, dan saya bangga dengan logat Batak saya," tulis Luhut di akun Facebooknya, Selasa (2/7).

Luhut menjelaskan bahwa selama perhelatan KTT G20, Jokowi terlihat tidak canggung berkomunikasi dengan pemimpin negara meski berlogat Jawa. Eks Wali Kota Solo itu juga kerap berbicang santai dalam berbagai kesempatan.

"Saya mendengar Beliau selalu berbahasa Inggris dengan lancar dalam setiap komunikasinya dengan pimpinan negara lain. Kalau bahasa Inggrisnya tidak baik, maka tidak mungkin seperti Ivanka Trump atau para pimpinan negara lain sampai ketawa-ketawa saat berbincang dengan beliau," sambungnya.

Ia pun meminta persoalan aksen bahasa Inggris diakhiri. Luhut meminta agar masyarakat kompak dalam membangun bangsa dan negara.

BACA JUGA: Peneliti: Ganjar Pranowo Lebih Besar Kansnya Dibandingkan Puan Maharani di Pilpres 2024

"Sudah cukuplah dengan perbedaan-perbedaan yang muncul di pilpres lalu, jangan lagi kita buka. Mari kita menatap 5 tahun ke depan dengan penuh optimis," tegasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ajudan Edhy Prabowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Indonesia
Ajudan Edhy Prabowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Ajudan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Dicky Hartawan mangkir atau tak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK.

Partai Besutan Wanita Emas Bersiap Daftar ke Kemenkumham
Indonesia
Partai Besutan Wanita Emas Bersiap Daftar ke Kemenkumham

"Arahan saya kepada ketua DPD dan ketua DPC se-Jawa Barat bahwa yang pertama adalah kesiapan kita mendaftarkan diri ke Kemenkumham," ucap Ketua Umum Partai Emas Hasnaeni

Ketika 'Spiderman dan Iron Man' Bantu Korban Banjir Kalsel
Indonesia
Ketika 'Spiderman dan Iron Man' Bantu Korban Banjir Kalsel

Selain mengawal bantuan, dua kader berpakaian super hero itu juga menggelar program trauma healing kepada anak-anak pengungsi banjir Kalimantan Selatan.

Daerah Diminta Tiru Pusat Dalam Pengadaan Rumah Rakyat
KPR
Daerah Diminta Tiru Pusat Dalam Pengadaan Rumah Rakyat

Kementerian PUPR juga sudah meminta pengembang di Indonesia untuk ikut andil dalam pembangunan hunian berbasis transportasi massal atau transit oriented development (TOD) di berbagai wilayah di Indonesia.

ICW Desak Hakim Vonis Jaksa Pinangki 20 Tahun Penjara
Indonesia
ICW Desak Hakim Vonis Jaksa Pinangki 20 Tahun Penjara

ICW mendesak Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta untuk menjatuhkan hukuman maksimal atau 20 tahun pidana penjara terhadap Pinangki Sirna Malasari.

DPD Pertanyakan Kengototan Pemerintah Nekat Gelar Pilkada 9 Desember 2020
Indonesia
DPD Pertanyakan Kengototan Pemerintah Nekat Gelar Pilkada 9 Desember 2020

"Ini penting untuk dikaji secara mendalam, termasuk apa urgensinya harus dipaksakan tahun ini?” ungkap La Nyalla

Jokowi: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Pulih Tercepat Setelah Tiongkok
Indonesia
Jokowi: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Pulih Tercepat Setelah Tiongkok

IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4 persen pada 2021

Update COVID-19 Rabu (30/0): 287.008 Positif, 214.947 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (30/0): 287.008 Positif, 214.947 Sembuh

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus di Indonesia kini berjumlah 287.008 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Analisis BMKG Terkait Gempa 5,4 M Banten
Indonesia
Analisis BMKG Terkait Gempa 5,4 M Banten

Pusat gempa berada di 6,70 LS dan 106,15 BT dan kedalaman 87 km

Revisi UU ITE Harus Fokus Pada Pengaturan Teknologi Bukan Pemidanaan
Indonesia
Revisi UU ITE Harus Fokus Pada Pengaturan Teknologi Bukan Pemidanaan

Revisi UU ITE, kata ia, harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi kontemporer, termasuk perkembangan media-media sosial.