Bahas Utang PLN, DPR Bakal Gelar Rapat Gabungan Seorang petugas PLN mendatangi rumah pelanggan untuk mencatat angka pemakaian listrik yang tercatat di kWh meter. (ANTARA/Awaludin)

MerahPutih.com - Komisi IV DPR RI mengusulka apat gabungan antar Alat Kelengkapan (AKD), di antaranya Komisi VI, Komisi VII, dan Komisi XI untuk membahas tagihan utang Pemerintah kepada PLN sebesarRp 48 triliun.

Utang Rp48 triliun tersebut terdiri dari Rp45 triliun yang berasal dari kompensasi tarif listrik 2018 dan 2019 serta Rp 3 triliun yang berupa tambahan subsidi kebijakan diskon tarif rumah tangga.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan, masalah ini harus segera ditanggapi serius karena sesuai perhitungan, apabila tak dibayarkan, PLN akan segera mengalami kebangkrutan.

“Kita akan meminta pada Pimpinan DPR untuk melakukan rapat gabungan antara Komisi VII, komisi VI dan Komisi XI supaya kita jaga stabilisasi keuangan PLN ini yang menurut isu kalau tidak kita atasi betul-betul Pemerintah ke PLN itu tepat waktu tepat jumlah akan terjadi kebangkrutan keuangan PLN di bulan Oktober ini,” ujarnya.

Baca Juga:

LPS Diminta Lindungi Simpanan di Uang Elektronik

Ia meminta Pemerintah untuk segera membayarkan tagihan utang tersebut supaya situasi negara dapat terkontrol. Menurutnya, tunggakan ini, dinilai sudah melanggar UU, karena harusnya dibayarkan pada tahun berjalan.

"Komisi VI akan meminta supaya Pemerintah dalam hal ini Kemenkeu membayar utang PLN itu di tahun berjalan, karena ada skenario-skenario sesuai pandemi ini,” ujarnya.

Politisi PDIP Aria Bima
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima. (Foto : Azka/Man/dpr.go.id)

Dirut PLN Zulkifli Zaini mengaku lega karna DPR sepakat ingin mendukung pembayaran kompensasi Tahun 2018-2019 tersebut, karena bakal membantu perusahaan.

"Pencairan daripada kompensasi 2018-2019 itu akan sangat membantu keuangan daripada PLN di tahun ini dan juga di waktu-waktu yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Warga Diminta di Rumah karena Rumah Sakit Penuh Penderita COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jenguk Pasien COVID-19, Kapolri: Kalau Obat Habis Lapor Babinsa
Indonesia
Jenguk Pasien COVID-19, Kapolri: Kalau Obat Habis Lapor Babinsa

Listyo menambahkan, apabila pasien isoman kehabisan atau kekurangan obat untuk segera melapor ke Babinsa agar kembali dikirimkan paket obat yang sudah disiapkan oleh Pemerintah.

Polisi Jamin PSU Pilgub Jambi 27 Mei Berlangsung Aman
Indonesia
Polisi Jamin PSU Pilgub Jambi 27 Mei Berlangsung Aman

Untuk pengamanan dalam PSU Pilgub pada Kamis, 27 Mei 2021 mendatang Polda Jambi telah mengerahkan 1.360 personel.

Istri Edhy Prabowo Diduga Ikut Nikmati Aliran Duit Suap Ekspor Benur
Indonesia
Istri Edhy Prabowo Diduga Ikut Nikmati Aliran Duit Suap Ekspor Benur

Untuk mendalami hal tersebut tim penyidik pada hari ini memeriksa salah seorang tenaga ahli Iis, Alayk Mubarrok. Iis merupakan anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra.

Pengguna KRL di Hari Senin Capai 111 Ribu Penumpang
Indonesia
Pengguna KRL di Hari Senin Capai 111 Ribu Penumpang

Situasi di sejumlah stasiun terpantau lancar dan pengguna KRL semakin tertib mengikuti aturan dan protokol kesehatan.

Kapolri: Urusan Teroris Serahkan Kepada Kami
Indonesia
Kapolri: Urusan Teroris Serahkan Kepada Kami

Pasangan diduga Suami-istri ini meledakan dirinya dengan kekuatan high explosive atau bom panci dan melukai beberapa orang, serta menewaskan keduanya.

Polisi Perpanjang Masa Tahanan Ambroncius Nababan Selama 40 Hari
Indonesia
Polisi Perpanjang Masa Tahanan Ambroncius Nababan Selama 40 Hari

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memperpanjang masa penahanan tersangka kasus penyebaran konten rasis Ambroncius Nababan selama 40 hari sejak hari ini hingga 24 Maret 2021.

Penyidik KPK Geledah Kantor KKP
Indonesia
Penyidik KPK Geledah Kantor KKP

Gedung Kementerian Kelautan Perikanan digeledah sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa
Indonesia
Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa

Dia mengungkapkan semua yang dibicarakan dalam video tersebut sudah terbukti berhasil.

Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Ketahanan Nasional
Indonesia
Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Ketahanan Nasional

Kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah akan mempengaruhi sikap negara

5 Jurnalis di Surabaya Diintimidasi saat Demo, AJI Minta Polisi Belajar Lagi UU Pers
Indonesia
5 Jurnalis di Surabaya Diintimidasi saat Demo, AJI Minta Polisi Belajar Lagi UU Pers

"Kecaman tak mengubah apapun. Sebab itu, pada akhirnya kami ingin ucapkan, SELAMAT BELAJAR (LAGI)," tutup Faridl