Bagaimana Bila Yellowstone Meletus? Dunia akan Kiamat Kecil? Bila Yellowstone meletus kehancuran peradaban manusia? (Foto: Mirror)

BEBERAPA waktu lalu ditemukan lelehan magma pada Yellowstone yang ada di bawah supervolcano itu. Jelas kemudian membuat bayang-bayang kengerian bila gunung api raksasa itu akan meletus.

Yellowstone berada di kawasan Taman Nasional Amerika itu dikenal dengan semburan air panasnya.

Namun para pakar mengatakan kemungkinan Yellowstone meletus 700.000:1. Tapi mereka tidak memungkiri fenomena yang terjadi belakangan ini akan terjadinya letusana. Meskipun perbandingannya sangat besar, bukan mustahil akan terjadi letusan juga.

Kemungkinan letusan bisa saja terjadi, menjadi seperti sinyal waspada. Dua periset dari Texas dalam laman Mirror, mengungkapkan penelitiannya dengan teknologi pencitraan terbaru yang menemukan adanya salur-salur magma di bawah Yellowstone.

yellowstone
Bila Yellowstone meletus, suhu iklim akan menurun. (Foto: lightrocket)

Dari hasil penelitian menggunakan teknologi pencitraan terbaru itu, para perisiet memetakan salur-salur yang berada pada area seluas 72 x 34 km dengan gelombang seismik yang rendah.

Temuan yang dimuat dalam jurnal ilmiah Nature dituliskan oleh Dr Peter Nelson dari Universitas Texas itu mengungkapkan, adanya salur-salur mantel termal yang tipis berada di bawah Yellowstone.

Akankah Yellowstone benar-benar memuntahkan magmanya? Seberapa besar dampak kerusakan yang akan ditimbulkannya?

Mari kita lihat terlebih dahulu apa itu supervolcano. Supervolacano merupakan penggambaran yang dipakai untuk mendeskripsikan gunung berapi yang mampu membuat erupsi sangat dahsyat. Konon ukurannya mencapai 8 magnitude. Ukuran yang sangat besar bila mengacu pada Volcanic Explosivity Index (VEI). Volume yang dilepaskan lebih dari seribu kilometer kubik.

Sebenarnya banyak gunung api yang dapat menjadi ancaman bagi penduduk di sekitarnya. Meskipun jumlahnya tidak terlalu mengkhawatirkan namun erupsinya sangat dahsyat. Salah satu yang mampu membuat ancaman global adalah Yellowstone ini.

yellowstone
Amerika Serikat akan tertutup abu dalam jangka waktu lama. (Foto: Mirror)

Menurut Profesor David Rothery dari Planetary Geosciences di laman Mirror mengungkapkan bahwa erupsi gunung api seperti itu dapat menyebabkan katastropik. Gunung api seperti itu akan membuat musim dingin yang sangat panjang. Lalu abu yang terlontar sampai ke atmosfir menutupi sinar matahari ke Bumi dan proses fotosintesis di beberapa bagian Bumi akan terhalang.

Kawah Yellowstone sangatlah besar dengan diameter lebih dari 1 km. Dapat terbayangkan bila isi yang ada di dalamnya terlontar memuntah semua material yang di dalamnya. Dengan kawah seluas itu bukan mustahil sangat cepat isi di dalam perut Yellowstone ke permukaan. Bila semua isinya sudah keluar puncak Yellowstone akan runtuh ke dalam perut yang sudah kosong. Ini akan menciptakan lubang besar di bawah.

Bila memang Yellowstone meletus, orang-orang berpendapat bukan letusan yang mereka takutkan. Namun abu yang terlontar keluar yang lebih ditakutkan. Abu itu dapat menutupi seluruh Amerika Serikat.

Di tahun 2014 ada penelitian yang dimuat dalam jurnal Geochemistry, Geophsysics, Geosystems yang mengungkapkan pengaruh abu dari gunung itu. Dengan menggunakan serangkaian model pakar melihat kemungkinan penyebaran dan dampak dari abu Yellowstone.

Penelitian itu menyebutkan bahwa area lebih dari 800 km seputaran Yellowstone akan terkubur dalam abu setebal 10 cm. Tidak hanya kehidupan akan terkubur dalam abu, namun juga polusi debu akan berada di udara untuk beberapa waktu yang lama.

Para ahli tidak dapat menyebutkan seberapa berbahayanya abu vulkanik itu. Namun yang jelas akan memberikan kerusakan yang parah seputaran Amerika Serikat.

Penurunan suhu udara patut pula diwaspadai, ini tidak hanya berdampak di Amerika Serikat saja. Bisa jadi akan memberikan dampak di seluruh dunia. Pada letusan Baroarbunga di Islandia tahun 2014, sulfurdioksida yang terlepas ke atmosfir mengakibatkan penurunan suhu. Ini karena gas itu memblok sinar matahari yang masuk dan memancarkan kembali ke angkasa.

Livescience menuliskan bahwa kondisi seperti itu dapat bertahan sampai sekitar 10 tahun. Dampaknya sudah jelas panen banyak mengalami kegagalan mengarah pada kelaparan dan pola hujan akan berubah.

Meskipun diyakini letusan Yellowstone tidak akan memusnahkan peradaban manusia. Namun tetap saja memberikan dampak berat bagi kehidupan. Seperti iklim yang berubah, ketersediaan bahan pangan, transportasi, rantai makanan. Ini akan membuat musibah di seluruh permukaan Bumi.

Meskipun sudah ada penelitian adanya salur-salur magma di bawah Yellowstone, namun badan geologi Amerika Serikat menyebutkan pada Mirror, bahwa erupsi Yellowstone belum akan terjadi 100 tahun ke depan.

Hal ini dukung oleh para pakar yang meyebutkan kemungkinan terjadi dalam 300 tahun ke depan, atau paling tidak 80 tahun ke depan hanya ada satu kali erupsi. European Schience Foundation pun mendukung dengan teori bahwa kesempatan erupsi hanya sekitar 5-10% saja. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo