Bacakan Replik, JPU Tetap Teguh Aurelia Layak Dihukum 11 Tahun terdakwa Aurelia Margaretha (26) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang Rabu (29/7). Foto: MP/Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Jaksa penuntut umum (JPU) kasus kecelakaan maut di Karawaci mendapat giliran untuk membacakan replik atas pledoi terdakwa Aurelia Margaretha (26) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang Rabu (29/7).

Seperti diketahui, Aurelia yang mengendarai Honda Brio telah menabrak Andre Njotohusodo (50) dan anjing kesayanganya hingga meninggal dunia.

Baca Juga

Di Persidangan Teman Dekat Aurelia Beberkan Terdakwa Minum Miras Sebelum Kecelakaan Karawaci

Jaksa Haerdin mengatakan, dalam pembelaanya, Aurelia dan tim kuasa hukum tak memberikan informasi yang meringankan bagi terdakwa.

"Pledoi terdakwa tak ada hal baru dalam mementahkan tuntuntan pidana dalam sidang terdahulu," jelas Haerdin saat membacakan replik di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Rabu (29/7).

Aurel
Jaksa penuntut umum (JPU) kasus kecelakaan maut di Karawaci mendapat giliran untuk membacakan replik atas pledoi terdakwa Aurelia Margaretha (26) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang Rabu (29/7). Foto: MP/Rizki Fitrianto

Haerdin melanjutkan, pledoi Aurelia juga tak mampu meyakinkannya agar terbebes dari hukum. Ia menuturkan, Jaksa berpegang teguh pada surat tuntutan pidana sebelumnya yakni 11 tahun penjara.

"Penyampaian fakta di persidangan sebelumnya mendukung bukti pidana dalam perkara ini. Kami berpegang teguh pada surat tuntutan pidana," ungkapnya.

Haerdin meminta Majelis Hakim yang diketuai Arif Budi Cahyono itu menolak pledoi Aurelia. "Dan menerima replik dari Jaksa," sebut Haerdin.

Mendengar replik dari Jaksa, Aurelia yang didampingi keluarganya ini hanya bisa tertunduk lesu.

Hakim Arif pun memberikan kesempatan kepada Aurelia dan kuasa hukumnya untuk menyampaikan duplik atau tanggapan dari replik Jaksa.

"Terdakwa punya kesempatan menanggapi mau digunakan atau tidak. Karena ini hak," jelas Arif.

Pengacara Aurelia, Charles Situmorang pun berencana menyampaikannya pada sidang berikutnya. Sidang pun ditunda sepekan dan akan dilanjutkan Kamis (6/8) mendatang.

Dalam nota pembelaan sebelumnya, terdakwa Aurelia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga almarhum atas kelalaiannya hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Sambil menangis, Aurelia juga mengakui kesalahannya tersebut.

Jaksa penuntut umum (JPU) kasus kecelakaan maut di Karawaci mendapat giliran untuk membacakan replik atas pledoi terdakwa Aurelia Margaretha (26) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang Rabu (29/7).
Jaksa penuntut umum (JPU) kasus kecelakaan maut di Karawaci mendapat giliran untuk membacakan replik atas pledoi terdakwa Aurelia Margaretha (26) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang Rabu (29/7). Foto: MP/Rizki Fitrianto

Seperti diketahui, kecelakaan itu terjadi pada Minggu (29/3) sore di Jl Khatulistiwa, Perumahan Lippo Karawaci, Kota Tangerang. Korban saat itu sedang joging bersama anak dan anjingnya.

Tiba-tiba, datang mobil Honda Brio yang dikemudikan Aurelia Margaretha. Seketika Aurelia menabrak korban dan anjingnya. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Begitu juga anjing milik korban.

Baca Juga

Jaksa: Keterangan Saksi Ahli Beratkan Aurelia Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci

Diketahui, kecelakaan itu terjadi setelah Aurelia Margaretha pulang dari restoran Korea. Aurelia Margaretha mengaku sempat minum soju di restoran tersebut.

Jaksa Penuntut umum menjerat terdakwa dengan dakwaan berlapis Pasal, 311 ayat ( 5 ) Juncto Pasal, 310 ayat ( 4 ) Undang Undang No 22 Tahun 2009 tentang kalulintas dan angkutan jalan, dengan ancaman hukuman 12 Tahun Penjara. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 RSUD Dokter Soetomo Surabaya Rawat Seorang Warga Tiongkok di Ruang Isolasi Khusus
Indonesia
RSUD Dokter Soetomo Surabaya Rawat Seorang Warga Tiongkok di Ruang Isolasi Khusus

"Benar kami rawat. Namun belum didiagnosis sebagai Wuhan Flu (virus corona). Karena baru tadi siang ditangani," terang dia di Surabaya, Minggu (26/1) malam.

COVID-19 Solo Melonjak, Kasus Tambahan Terbanyak dari Klaster Mahasiswa UNS
Indonesia
COVID-19 Solo Melonjak, Kasus Tambahan Terbanyak dari Klaster Mahasiswa UNS

"Sebagian besar tambahan ini berdasarkan hasil tracing dari kasus sebelumnya. Proses tracing masih terus kita lakukan," ujar Ning

BPIP: Makna Pahlawan Tidak Cukup Hanya Mengheningkan Cipta
Indonesia
BPIP: Makna Pahlawan Tidak Cukup Hanya Mengheningkan Cipta

Makna pahlawan membutuhkan makna kepahlawanan yang lebih luas dan mendalam.

Apoteker, Dokter Hingga Perawat Diajak Bantu Berikan Edukasi Vaksin COVID-19
Indonesia
Apoteker, Dokter Hingga Perawat Diajak Bantu Berikan Edukasi Vaksin COVID-19

COVID-19 telah membangkitkan rasa krisis dalam dunia farmasi

Kawasan GBK Senayan Banjir, Warga: Cocok Nih Buat Ternak Lele
Indonesia
Kawasan GBK Senayan Banjir, Warga: Cocok Nih Buat Ternak Lele

Banjir paling membuat warga kaget terjadi di kawasan Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 Empat Orang Meninggal akibat Banjir, Anies: Mudah-mudahan Angkanya Tidak Bertambah
Indonesia
Empat Orang Meninggal akibat Banjir, Anies: Mudah-mudahan Angkanya Tidak Bertambah

Sebanyak empat orang meninggal dunia akibat bencana banjir yang melanda Ibu Kota pada awal tahun 2020 atau tepatnya Rabu.

LIPI Buka Dua dari Empat Kebun Raya di Indonesia Saat COVID-19
Indonesia
LIPI Buka Dua dari Empat Kebun Raya di Indonesia Saat COVID-19

Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas dibuka kembali, setelah disiapkan konsep-konsep penerapan protokol kesehatan

Kasus Penyekapan di Jakarta Pusat, Korban Dianiaya hingga Luka-luka
Indonesia
Kasus Penyekapan di Jakarta Pusat, Korban Dianiaya hingga Luka-luka

Penganiyaan dan penyekapan yang terjadi Rabu (22/1) pagi ini berlangsung tujuh jam.

Polisi: Belum Ada Pemberitahuan Demo PA 212
Indonesia
Polisi: Belum Ada Pemberitahuan Demo PA 212

Rencana aksi unjuk rasa ini akan dilakukan pada Jumat, 21 Februari 2020 mendatang di depan Gedung DPR/MPR RI.

Abu Bakar Ba'asyir Dapat Remisi Lebaran, Bebas Januari 2021
Indonesia
Abu Bakar Ba'asyir Dapat Remisi Lebaran, Bebas Januari 2021

Keluarga Ba'asyir di Kabupaten Sukoharjo juga telah mendapatkan kabar baik itu.