Babak Baru Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan, Rizieq Bakal Digiring ke Kejaksaan Wartawan mengabadikan jalannya sidang praperadilan penetapan tersangka Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

MerahPutih.com - Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri telah melengkapi berkas perkara dengan tersangka Rizieq Shihab atas kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan dan Megamendung.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, karena sudah lengkap, rencananya berkas akan segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

Berkas perkara tersebut rencananya bakal diserahkan ke kejaksaan besok, Kamis (14/1).

Baca Juga:

Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Rizieq

Kemudian, pihak kejaksaan akan mempelajari berkas tersebut apakah sudah bisa masuk persidangan atau belum.

"Rencana besok akan dilaksanakan pelimpahan berkas perkara ke JPU (jaksa penuntut umum)," ujar dia kepada wartawan, Rabu (13/1).

Sidang praperadilan Rizieq Shihab di PN Jakarta Selatan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Sidang praperadilan Rizieq Shihab di PN Jakarta Selatan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Hakim tunggal Sayuti menolak gugatan praperadilan yang diajukan Rizieq terkait status tersangka penghasutan dalam kasus kerumunan.

Dengan demikian, status tersangka Rizieq tetap sah.

Hakim Sayuti menyampaikan, penyidikan yang dilakukan polisi dalam kasus kerumunan di Petamburan saat acara pernikahan putri Rizieq dan Maulid Nabi adalah sah.

Baca Juga:

Kubu Rizieq Sebut Putusan Hakim PN Jaksel Sesat

Langkah penyidik juga dinilai hakim sudah sesuai aturan.

"Menimbang dari alat bukti saksi dan para ahli serta barang bukti di atas, maka hakim berpendapat penetapan tersangka telah didukung dengan alat bukti yang sah," kata hakim Sayuti. (Knu)

Baca Juga:

Kuasa Hukum Sebut Rizieq Shihab Punya Hak tak Akui Positif COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kejari Solo Musnahkan Ratusan Barang Bukti Narkotika
Indonesia
Kejari Solo Musnahkan Ratusan Barang Bukti Narkotika

Kejari Solo memusnahkan ratusan barang bukti dari 108 perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Perkara tersebut ditangani Kejari sepanjang tahun ini.

MAKI Gugat Pasal Impunitas Pejabat di Perppu Jokowi Soal COVID-19 ke MK
Indonesia
MAKI Gugat Pasal Impunitas Pejabat di Perppu Jokowi Soal COVID-19 ke MK

Boyamin mengaku tak ingin skandal BLBI dan Century yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah kembali terulang

 PDIP Berharap Idulfitri Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Hadapi COVID-19
Indonesia
PDIP Berharap Idulfitri Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Hadapi COVID-19

"Di hari kemenangan yang fitri ini, terbangunlah sebuah momentum solidaritas nasional yang memperkuat semangat gotong-royong untuk saling memaafkan, saling berbagi dan berbela rasa," ujar Hasto

Polisi Agendakan Pemeriksaan Haikal Hassan Hari Ini
Indonesia
Polisi Agendakan Pemeriksaan Haikal Hassan Hari Ini

"Sudah saya sampaikan bahwa memang hari Rabu (23/12) ada pemanggilan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Kasih Subsidi Pegawai, Jokowi Targetkan Daya Beli Masyarakat Naik
Indonesia
Kasih Subsidi Pegawai, Jokowi Targetkan Daya Beli Masyarakat Naik

Mengingat, akibat pandemi COVID-19 seluruh sektor terganggu termasuk kebutuhan masyarakat.

Calon Wapres AS Berdebat Buat Gaet Pemilih
Dunia
Calon Wapres AS Berdebat Buat Gaet Pemilih

Di AS, debat wakil presiden dianggap sekunder dibandingkan dengan debat para kandidat presiden, yang biasanya menghasilkan momen-momen paling berkesan bagi para pemilih.

Lolosnya Djoko Tjandra dan Harun Masiku Jadi Alasan Kuat Jokowi Copot Yasonna
Indonesia
Lolosnya Djoko Tjandra dan Harun Masiku Jadi Alasan Kuat Jokowi Copot Yasonna

Satyo juga mengkritik pernyataan Dirjen Imigrasi soal petugas Imigrasi yang melayani pembuatan paspor Djoko Tjandra masih belia sehingga tidak mengenal dengan buronan belasan tahun itu.

Duh! Tingkat Kepatuhan Masyarakat Memakai Masker Tak Sampai 60 Persen
Indonesia
Catat! Propam Turun Tangan Tak Cuma di Kasus Tewasnya Pengawal Rizieq
Indonesia
Catat! Propam Turun Tangan Tak Cuma di Kasus Tewasnya Pengawal Rizieq

Semua tindakan kepolisian yang menggunakan kekerasan, akan dianalisa

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Stabilkan Harga dan Ketersediaan Pangan Hortikultura
Indonesia