Babak Baru Kasus Aksi Berbikini Dinar Candy Menentang PPKM Dinar Candy. (Foto: MP/Instagram @dinar_candy)

MerahPutih.com - Polres Metro Jakarta Selatan masih melengkapi berkas perkara Dinar Candy atas kasus dugaan pornografi saat memprotes PPKM.

Dalam hal ini, sejumlah saksi ahli akan dimintai keterangan.

"Kita akan lakukan cek ahli, mulai dari ahli budaya, ahli IT, ahli norma susila, dan ahli pidana," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan, Senin (9/8).

Baca Juga:

Alasan Dinar Candy Tak Ditahan Usai Jadi Tersangka

Terkait dengan pemeriksaan kejiwaan Dinar Candy, Azis dengan tegas menyebut tidak akan melakukan hal tersebut.

"Kita hanya akan cek (pendapat) ahli, bukan tes kejiwaan," lanjutnya.

Dinar Candy memakain bikin di jalanan saat protes perpanjangan PPKM Level 4. (Foto: MP/Twitter)
Dinar Candy memakai bikini di jalanan saat protes perpanjangan PPKM Level 4. (Foto: MP/Twitter)

Diketahui sebelumnya, Dinar Candy ditetapkan sebagai tersangka karena aksinya yang memprotes perpanjangan PPKM dengan tampil vulgar di depan umum, yakni menggunakan bikini di jalanan.

Perempuan yang berprofesi sebagai disk jockey tersebut dijerat pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 dengan ancaman hukuman 10 tahun atau denda Rp 5 miliar.

Kendati ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan dan hanya mengharuskan Dinar untuk wajib lapor. (Knu)

Baca Juga:

Dinar Candy Tersangka Gegara Berbikini, Pengamat: Mau Ditaruh Dimana Muka Jokowi?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Munarman Pakai Tongkat Setelah Ditembak Polisi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Munarman Pakai Tongkat Setelah Ditembak Polisi

“Mengejutkan! Nasib Petinggi FP1 Berakhir. Berusaha Melawan Petugas, Munarman Didoor Ditempat”

KPK Tak Bisa Minta Data Hasil TWK ke TNI AD dan BNPT
Indonesia
KPK Tak Bisa Minta Data Hasil TWK ke TNI AD dan BNPT

"Maka KPK sudah tepat melakukan koordinasinya dengan BKN. Bukan langsung kepada instansi yang dilibatkan BKN," kata Ali

11 Juta Dosis Vaksin Telah Dapat Sertifikat Kualitas BPOM
Indonesia
11 Juta Dosis Vaksin Telah Dapat Sertifikat Kualitas BPOM

Dari pengiriman bulk gelombang pertama, sebanyak 16,5 Juta dosis, seluruh proses filled and finished nya sudah selesai dilakukan di Bio Farma,

Cuaca Jakarta Diprakirakan Mayoritas Cerah Berawan
Indonesia
Cuaca Jakarta Diprakirakan Mayoritas Cerah Berawan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, cuaca di DKI Jakarta mayoritas cerah berawan, Selasa (11/5).

Kisah Warga Komorbid dan Kaki Diamputasi dapat Vaksin dari Program Door to Door
Indonesia
Kisah Warga Komorbid dan Kaki Diamputasi dapat Vaksin dari Program Door to Door

"Saya sebenarnya sudah lama ingin divaksin, karena kondisi fisik tidak memungkinkan datang ke puskesmas yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Ya akhirnya hanya bisa pasrah," kata Hartami,

Kemendagri Tegaskan Pilkada Serentak Tetap Diadakan pada 2024
Indonesia
Kemendagri Tegaskan Pilkada Serentak Tetap Diadakan pada 2024

Kementerian Dalam Negeri menegaskan, Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 merupakan amanat dan konsisten dengan undang-undang yang ada.

PT KCI Tambah Jumlah Perjalanan KRL di 2021
Indonesia
PT KCI Tambah Jumlah Perjalanan KRL di 2021

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menambah jumlah perjalanan KRL Jabodetabek di tahun 2021.

IKAPPI Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Pedagang di Pasar Tradisional
Indonesia
IKAPPI Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Pedagang di Pasar Tradisional

IKAPPI meminta Kementerian Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi di pasar tradisional karena persoalan pendataan vaksinasi menjadi terkendala saat ini menyasar ke pedagang pasar.

Bamsoet Usul Ketum Parpol Ganti Kadernya di DPR yang Malas Lapor LHKPN
Indonesia
Bamsoet Usul Ketum Parpol Ganti Kadernya di DPR yang Malas Lapor LHKPN

Hal itu dinilai efektif karena para lesgislator akan patuh jika diperintah oleh pimpinan partai

Banting Mahasiswa, Bripka NP Dibui 21 Hari dan Penundaan Kenaikan Pangkat
Indonesia
Banting Mahasiswa, Bripka NP Dibui 21 Hari dan Penundaan Kenaikan Pangkat

Brigadir Kepala (Bripka) NP, anggota polri yang membanting mahasiswa saat demo di Tangerang