B2B Bekraf Grand Prime 2018, Wadah Pertukaran Ilmu Para Developer Game Bekraf Game Prime 2018 (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

EVENT game terbesar di tanah air, Bekraf Game Prime (BGP) 2018 resmi digelar di Ayana Mid Plaza, Jakarta, Jumat (13/7).Pada hari pertama ini digelar sesi business to business (B2B)

Sesi B2B merupakan rangkaian seminar tentang edukasi dan inspirasi dari para pembicara lokal. Termasuk pelaku industri game lokal yang telah sukses bekerja di studio internasional.

(Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Kegiatan B2B ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada developer lokal untuk go international dengan kualitas game yang berkelas. Hal tersebut diungkapkan oleh Rick Setiawan selaku CEO Duniaku Network (IDEA Network).

"Jadi B2B konsepnya pertukaran ilmu antara game developer yang udah senior dan juga developer dari luar ke developer lain di indonesia yang masih lebih junior. Diharapkan pertukaran ilmu ini bukan hanya ilmunya, tapi juga memercikan inspirasi agar mereka ada ide baru untuk berkarya," ungkap Ricky saat ditemui merahputih.com di sela-sela acara Bekraf Grand Prime 2018 hari pertama, Jumat (13/7).

Selain menjadi wadah pertukaran ilmu para developer game, pada B2B bekraf juga terdapat networking session yang terdiri dari Optimalizing Your Network bersama Deputi Infrasktruktur Bekraf (Hari Santosa Sungkari), CEO Arsanesia (Adam Ardisasmita), dan CEO Agate (Arief Widhiyasa). Ilmu yang tentunya berguna untuk menambah ilmu pengentahuan bagi para developer game dalam membangun jaringan dengan baik.

Hari Santosa Sungkari, Deputi Infrastruktur Bekraf (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Mengapa networking sangat penting? karena memiliki jaringan yang luas, salah satu kunci agar game buatan kamu dapat survive di industri game. Selain itu tak menutup kemungkinan pula banyaknya tawaran kerjasama dan peluang bisnis yang datang.

Selain itu jika ada beberapa developer yang tak cocok dengan sharing session itu, ada berbagai topik lainnya yang bisa dipilih, seperti What To Expect When You Work with Foreign Company bersama Elizabet Galuh (Streamline Studio) dan Ian Purnomo (Sony), Public Relation & Developer Relation dengan Langer Lee (XFLAG), Game Marketing for Indie Developer bersama Justin Ng (Gattai Games) dan Beautiful & Enganging Game Design bersama Wan Hazmer (Metronix/Ex-square Enix).

Langer Lee (Foto: MerahPutih/Raden Yusuf Nayamenggala)

Terkait acara B2B Game Prime 2018 tersebut, Ricky Setiawan menambahkan, jumlah para peserta yang hadir cukup luar biasa dan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu ada sekitar 600-800 game developer.

Sementara itu, memasuki tahun yang ketiga, event Game Prime ini semakin besar dan mulai dilirik para developer dari asia tenggara. Terlihat dari banyaknya sponsor internasional yang mendukung acara BGP 2018 ini.

Bekraf Game Prime 2018 digelar mulai tanggal 13 hingga 15 Juli 2018 dengan dua konsep yaitu Business to Business (B2B) di tanggal 13 dan Business to Consumer (B2C) tanggal 14-15 Juli. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Bekraf Game Prime 2018 Siap Rintis Kejayaan Game Lokal

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH