Azis Syamsuddin Tutupi Kamera Wartawan Azis Syamsuddin rampung menjalani sidang perdana kasus sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin rampung menjalani sidang perdana kasus sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12).

Usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu, mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut berupaya menutupi kamera wartawan.

Gesture tersebut ditunjukkan lantaran Azis enggan berkomentar terkait surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala meninggalkan ruang sidang.

Baca Juga:

Hakim Ultimatum Azis Syamsuddin: Jangan Berpikir Lakukan Pendekatan-Pendekatan

Azis yang mengenakan batik berwana marun tua itu enggan meladeni pertanyaan wartawan dengan alasan COVID-19.

"Covid, covid, covid, covid," ujar Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12).

Azis Syamsuddin sebelumnya didakwa menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp 3.099.887.000 dan USD 36 ribu. Suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Lampung Tengah.

Mantan Ketua Banggar DPR ini diduga menyuap Robin dan advokat Maskur Husain agar keduanya membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan koleganya di Partai Golkar Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Dalam surat dakwaan, jaksa menjelaskan sejak 8 Oktober 2019, KPK melakukan kegiatan penyelidikan terhadap dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Tak Ajukan Eksepsi

Penyelidikan itu sebagaimana Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-123/ 01/ 10/ 2019 tanggal 8 Oktober 2019 yang kemudian diperbarui dengan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-45/ 01/ 02/ 2020 tanggal 17 Februari 2020. Diduga, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.

Jaksa menyebut, agar Azis dan Aliza Gunado tidak dijadikan tersangka oleh KPK, Azis kemudian meminta bantuan Wakasatreskrim Polrestabes Semarang Agus Supriyadi untuk dikenalkan dengan penyidik KPK. Akhirnya, Agus Supriyadi berhasil mengenalkan Robin kepada Azis.

Azis juga meminta Robin datang ke rumahnya di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, untuk membicarakan kasus di Lampung Tengah pada Agustus 2020. Saat itu, Robin datang bersama advokat Maskur Husain.

Dalam pertemuan itu, Robin dan Maskur meminta Azis untuk menyiapkan uang Rp 4 miliar untuk menutup namanya dan Aliza dalam kasus di Lampung Tengah. Azis saat itu langsung menyanggupi permintaan Robin dan Maskur. (Pon)

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Didakwa Menyuap Eks Penyidik KPK Rp 3 Miliar dan 36 Ribu Dollar AS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Uap Panas Hasil Rebusan Cuka Dapat Obati COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Uap Panas Hasil Rebusan Cuka Dapat Obati COVID-19

Cosmo City Vibes mengunggah narasi yang menyatakan uap air panas hasil rebusan daun jambu, jahe, bawang putih, lemon, bawang merah, dan cuka dapat mengobati COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Tak Bisa Menggugat Jika Vaksin COVID-19 Bermasalah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Tak Bisa Menggugat Jika Vaksin COVID-19 Bermasalah

Vaksin Sinovac ini telah melewati uji dan tahapan hukum di Indonesia

Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Waspadai Banjir Lahar Dingin
Indonesia
Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Waspadai Banjir Lahar Dingin

Banjir lahar dingin berpotensi muncul di sungai-sungai yang bermuara di hulu Gunung Merapi.

Haris Azhar Ingatkan Staf Khusus BUMN, Banyak Korban Jiwasraya Kehilangan Hak
Indonesia
Haris Azhar Ingatkan Staf Khusus BUMN, Banyak Korban Jiwasraya Kehilangan Hak

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjawab kritikan Ahok dengan menyebut kasus Jiwasraya dan Asabri dan itu dinilai menyakiti korban pihak ketiga.

[Hoaks atau Fakta]: MUI Kasih Label Halal Pada Asbak
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: MUI Kasih Label Halal Pada Asbak

Informasi serupa pernah dibahas di Turn Back Hoax berjudul “[SALAH] kerjaan mafia ulama Indonesia ini ada² aja”, diunggah pada 2 Oktober 2020.

Teman Anies Bakal Kumpulkan Tanda-tangan Dorong Anies 2 Periode di DKI
Indonesia
Teman Anies Bakal Kumpulkan Tanda-tangan Dorong Anies 2 Periode di DKI

Tagline “Maju Kotanya dan Bahagia Warganya” akan selalu ada sampai Ibu Kota menjadi wilayah yang akan menjadi percontohan daerah lain.

Bertemu Jokowi, Menag Yaqut Bahas Kepastian soal Ibadah Haji
Indonesia
Bertemu Jokowi, Menag Yaqut Bahas Kepastian soal Ibadah Haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu (2/6). Pertemuan ini guna membahas kepastian soal ibadah Haji tahun 2021.

Yorrys Raweyai Berharap Peristiwa Penganiayaan di Merauke Tak Jadi Isu Liar
Indonesia
Yorrys Raweyai Berharap Peristiwa Penganiayaan di Merauke Tak Jadi Isu Liar

Masyarakat perlu menjaga suasana stabilitas dan kondusif

[Hoaks atau Fakta]: Laki-laki Pakai Perhiasan Emas Picu Alzhaimer
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Laki-laki Pakai Perhiasan Emas Picu Alzhaimer

Dunia medis tidak mengenal fenomena migrasi emas.

DPR Aceh Tetapkan Pilkada Digelar 2022
Indonesia
DPR Aceh Tetapkan Pilkada Digelar 2022

Pelaksanaan Pilkada Aceh 2022 diatur khusus dalam Pasal 65 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA)