Azis Syamsuddin Tantang Saksi Sumpah Mubahalah Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/12). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah dengan terdakwa mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, Senin (13/12)

Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Agus Susanto sebagai saksi. Agus adalah mantan anggota polisi yang saat ini menjadi sopir dari mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju.

Baca Juga

Sidang Ungkap Lokasi Penyerahan Duit 'Amankan' Nama Azis Syamsuddin

Azis merasa keberatan dengan kesaksian Agus yang mengungkapkan peristiwa saat Robin mengambil pemberian yang diduga uang dari rumah dinas eks Wakil Ketua DPR itu agar menghilangkan penyebutan namanya di persidangan.

"Saya keberatan dengan keterangan yang diberikan oleh saksi," kata Azis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/12).

Menurut Azis, beberapa keterangan yang disampaikan Agus di kursi pesakitan memang ada benar, tetapi tidak untuk sejumlah materi kesaksian yang lain. "Ada beberapa yang saya akui bahwa dia mengantar ke Brebes benar, tapi keterangan yang lainnya saya mengajak dia bersumpah secara mubahalah kepada saya," tantang terdakwa.

Secara bahasa, kata mubahalah berasal dari kata Bahlah atau Buhlah yang berarti kutukan atau laknat. Secara praktiknya, sumpah dilakukan dua pihak yang terlibat dalam perkara sama. Mereka kemudian berdoa kepada Tuhan, agar menjatuhkan laknat kepada pihak yang mengingkari kebenaran (Quraish Shihab–Tafsir al-Mishbah, Lentera Hati, Djuanda, Jilid 2).

Baca Juga

Azis Syamsuddin Tutupi Kamera Wartawan

Salah satu kesaksian yang dibantah Azis yaitu kala Agus mengaku bertemu dengannya di kediamannya pada 6 April 2020. Dalam kesaksiannya, saksi menyebut Azis sudah menunggunya di depan teras rumah, tetapi terdakwa mengklaim tidak pernah bertemu. "Saya mau dicatat karena saya yakin saya tidak pernah bertemu saudara. Mohon dicatat," ungkap eks politikus Golkar itu.

Menanggapi itu, Agus pun bersumpah mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menunggunya kala mengantar Robin. "Saya berani bersumpah karena dasar perintah Pak Robin bahwa Pak Azis menunggu," ujar Agus.

Sebelumnya Agus mengaku pernah diajak Robin berkunjung ke rumah Azis yang berlokasi di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, pada 6 April 2020. Agus menyebut Robin membawa uang yang dimasukkan ke dalam sebuah tas saat keluar dari rumah Azis.

Azis disebut memberikan uang ke Robin untuk 'amankan' namanya di persidangan. Uang itu diberikan Azis ke Robin untuk menutup namanya dalam persidangan kasus korupsi yang sedang diusut KPK.

Kemudian setelah dari rumah Azis, Robin langsung meminta Agus mengantarnya ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Di dalam perjalanan, Robin memisahkan uang dari Aizs menjadi tiga bagian.

Setelah dibagi, uang itu diberikan kepada orang yang disebut Agus bernama Om Ale di parkiran basement Pengadilan Tipikor Jakarta. Om Ale adalah Maskur Husain, pengacara yang menjadi terdakwa bersama Robin dalam kasus suap penanganan perkara di KPK. (Pon)

Baca Juga

Perwira Polisi Bakal Bersaksi di Sidang Azis Syamsuddin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Ingatkan Titik-titik Rawan Korupsi kepada 48 Penjabat Kepala Daerah
Indonesia
KPK Ingatkan Titik-titik Rawan Korupsi kepada 48 Penjabat Kepala Daerah

Firli mengingatkan kepada 48 penjabat kepala daerah soal titik rawan korupsi dalam pengelolaan dan pelaksanaan program di daerah.

Anak Muda Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19 di Jakarta
Indonesia
Anak Muda Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19 di Jakarta

Kelompok produktif itu memiliki rentang usia 21 hingga 30 tahun.

Sebut Ada Mafia Bibit di Kementan, DPP NasDem Minta Klarifikasi Erick Thohir
Indonesia
Sebut Ada Mafia Bibit di Kementan, DPP NasDem Minta Klarifikasi Erick Thohir

Keberadaan mafia bibit di sektor pertanian jadi sorotan publik hari ini. Pernyataan tersebut dilontarkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Universitas Padjajaran saat memberikan kuliah umum (23/4).

COVID-19 Kembali Melonjak, Kemenag Keluarkan Panduan Kegiatan Keagamaan
Indonesia
COVID-19 Kembali Melonjak, Kemenag Keluarkan Panduan Kegiatan Keagamaan

Edaran ini, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam melaksanakan kegiatan peribadatan.

[HOAKS atau FAKTA]: Kantor Anies Digeledah KPK Terkait Kasus Korupsi Formula E
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kantor Anies Digeledah KPK Terkait Kasus Korupsi Formula E

Beredar informasi berupa video di YouTube bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Gubernur Anies Baswedan.

PDIP Tak Ikut Arus Bicara Koalisi Pilpres 2024
Indonesia
PDIP Tak Ikut Arus Bicara Koalisi Pilpres 2024

PDIP tak ikut arus parpol lain berbicara tentang koalisi pilpres.

Hadapi Gelombang Omicron, RSHS Sudah Bisa Produksi Oksigen Medis Sendiri
Indonesia
Hadapi Gelombang Omicron, RSHS Sudah Bisa Produksi Oksigen Medis Sendiri

Salah satu kabar gembira dari RSHS adalah kemampuan memproduksi sendiri oksigen medis.

Punya Rumah Sakit Jiwa Tapi Jabar Kekurangan SDM Penanganan ODGJ
Indonesia
Punya Rumah Sakit Jiwa Tapi Jabar Kekurangan SDM Penanganan ODGJ

Sampai hari ini, satu orang psikiater harus melayani kurang lebih 220.000 penduduk. Perbandingan ini jauh dari yang direkomendasikan WHO, yaitu satu banding 30.000 penduduk.

Ketum Golkar Airlangga Sebut Andika Perkasa Kuasai Dunia Siber
Indonesia
Ketum Golkar Airlangga Sebut Andika Perkasa Kuasai Dunia Siber

Masyarakat Indonesia sangat berharap Andika mampu menjaga dan meningkatkan profesionalisme TNI, baik dalam menjalankan tugas sesuai undang-undang, maupun meningkatkan kesatuan antarmatra di tubuh TNI.

Polda Metro Jaya Kerahkan 1.965 Personel untuk Pengamanan Imlek
Indonesia
Polda Metro Jaya Kerahkan 1.965 Personel untuk Pengamanan Imlek

Polda Metro Jaya memastikan pengamanan Tahun Baru Imlek di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.