Azis Syamsuddin Segera Duduk di Kursi Pesakitan Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (kanan) berjalan masuk ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (22/11/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

MerahPutih.com - Kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas perkara yang menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin itu.

"Hari ini, 22 November 2021 dilaksanakan tahap dua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka AZ (Azis Syamsuddin) dari tim penyidik kepada tim jaksa karena berkas perkaranya dinyatakan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/11).

Ali mengatakan, penahanan Azis kini menjadi kewenangan jaksa penuntut umum (JPU). Mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkatr itu akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Kavling C1.

Baca Juga:

Telisik KPK Cari Kedekatan Azis dan Robin Lewat Wakasat Reskrim Agus

"Terhitung sejak 22 November 2021 sampai dengan 11 Desember 2021," ujarnya.

Jaksa akan menyusun dakwaan dalam waktu 14 hari kerja. Setelah dakwaan rampung, jaksa akan menyerahkannya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dengan demikian, Azis Syamsuddin akan segera duduk di kursi pesakitan.

Azis Syamsuddin menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini. Azis diduga mencoba menghubungi mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjerat politikus Partai Golkar Aliza Gunado dan dirinya di KPK.

Baca Juga:

KPK Dalami Aliran Duit Suap dari Azis Syamsuddin ke AKP Robin

Robin meminta uang ke Azis untuk membantunya menutup perkara di KPK. Robin dibantu pengacara Maskur Husain dalam melancarkan aksinya.

Robin diduga berkali-kali menemui Azis untuk menerima uang. Duit itu diberikan tiga kali. Uang yang diberikan yakni USD100 ribu, SGD 17.600, dan SGD 140.500.

Uang asing itu selalu ditukarkan ke rupiah usai diserahkan Azis ke Robin. Robin dan Maskur diduga telah menerima Rp 3,1 miliar dari Azis. Kesepakatan awalnya, Azis harus memberikan Rp 4 miliar untuk menutup kasus. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Terkait Kasus Azis Syamsuddin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wapres Minta MUI Hati-hati dalam Pendataan Anggota
Indonesia
Wapres Minta MUI Hati-hati dalam Pendataan Anggota

MUI harus lebih waspada dan hati-hati dalam melakukan seleksi dan pendataan terhadap anggota majelis tersebut.

Polisi Duga Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Terjadi Oktober 2015
Indonesia
Polisi Duga Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Terjadi Oktober 2015

Keterangan awal pertama saudara MSA ini tidak pernah membuat rilis tersebut

Dua Tahun Pandemi di Indonesia, Kasus COVID-19 Sentuh Angka di Atas 5,6 Juta
Indonesia
Dua Tahun Pandemi di Indonesia, Kasus COVID-19 Sentuh Angka di Atas 5,6 Juta

Tepat dua tahun sudah pandemi COVID-19 melanda Indonesia, sejak dinyatakan infeksi pertama 2 Maret 2020 lalu.

Jepang Ikuti Jejak Negara Barat Jatuhkan Sanksi Ekonomi ke Rusia
Dunia
Jepang Ikuti Jejak Negara Barat Jatuhkan Sanksi Ekonomi ke Rusia

Jepang melarangan penerbitan obligasi Rusia di Jepang dan pembekuan aset orang-orang Rusia

Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Pergantian Tahun
Indonesia
Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Pergantian Tahun

Persoalan harga sejumlah bahan pangan pokok di penghujung 2021 perlu segera diselesaikan.

Hingga November 2021, Indonesia Dilanda 2.552 Bencana Alam
Indonesia
Hingga November 2021, Indonesia Dilanda 2.552 Bencana Alam

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.552 kejadian bencana alam telah terjadi di Indonesia hingga Rabu (24/11).

Pemkot Yogyakarta Hadirkan Nuansa Sekaten Dalam Mal
Indonesia
Pemkot Yogyakarta Hadirkan Nuansa Sekaten Dalam Mal

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya menghadirkan nuansa pasar sekaten di dalam sejumlah mal yang dikemas dalam sebuah event bertajuk "Sekti YK Ing Mall".

Industri 4.0 Buka Berbagai Peluang Mengurangi Produksi Limbah
Indonesia
Industri 4.0 Buka Berbagai Peluang Mengurangi Produksi Limbah

Pengelolaan sampah harus mendapatkan prioritas yang sama dengan sektor lainnya

Satpol PP DKI Cari Aktor di Balik Maraknya Pengemis saat Bulan Ramadan
Indonesia
Satpol PP DKI Cari Aktor di Balik Maraknya Pengemis saat Bulan Ramadan

Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PKMS) atau pengemis menjadi persoalan yang kerap muncul ketika bulan suci Ramadan.

Ini Prosedur di DPRD Setelah PSI Pecat Anggotanya Viani Limardi
Indonesia
Ini Prosedur di DPRD Setelah PSI Pecat Anggotanya Viani Limardi

DPRD DKI Jakarta mengaku belum menerima surat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) soal pemecatan Viani Limardi dari anggota dewan.