Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK Wakil Ketua DPR RI dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin memenuhi panggilan KPK. (ANTARA/Imam B/am)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (9/6).

Azis bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

"Saksi Azis Syamsuddin telah hadir di Gedung Merah Putih KPK memenuhi panggilan penyidik KPK dan akan segera dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara tersangka SRP dkk," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (9/6).

Baca Juga:

KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Azis diketahui mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat (7/5) lalu.Pemanggilan terhadap Azis dilakukan penyidik lantaran politikus Partai Golkar tersebut diduga memiliki peran dalam sengkarut kasus ini.

Mantan pimpinan Komisi III DPR ini diduga sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan antara Robin dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial di rumahnya pada Oktober 2020.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj/aa)
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj/aa)

Dalam pertemuan tersebut, diduga Syahrial meminta bantuan Robin untuk mengurus perkara dugaan korupsi jual beli jabatan yang sedang diselidiki KPK agar tidak naik ke penyidikan.

KPK menduga, Robin menerima uang Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan.

Baca Juga:

KPK Segera Kembali Panggil Azis Syamsuddin

Selain di Tanjungbalai, Robin dan Azis Syamsuddin diduga pernah bersekongkol dalam penanganan perkara korupsi lainnya yang dilakukan KPK.

KPK telah mencegah Azis Syamsuddin bepergian ke luar negeri selama 6 bulan. KPK juga sudah menggeledah tiga kediaman pribadi milik Azis Syamsuddin di Jakarta Selatan.

Sebelumnya, tim KPK telah lebih dulu menggeledah ruang kerja Azis Syamsuddin di DPR beserta rumah dinasnya. (Pon)

Baca Juga:

Keluar dari Pintu Belakang, Azis Syamsuddin Irit Bicara Usai Diperiksa Dewas KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasokan Air PDAM Kota Bogor Baru Normal Dalam Satu Pekan
Indonesia
Pasokan Air PDAM Kota Bogor Baru Normal Dalam Satu Pekan

Setelah pipa yang patah diganti dengan pipa baru, aliran baku tidak bisa langsung dibuka penuh, tapi harus dilakukan secara bertahap, mulai dari 200 liter per detik, kemudian dinaikkan menjadi 600 liter per detik.

DPR Segera Proses Dua Nama Calon Deputi Gubernur BI
Indonesia
DPR Segera Proses Dua Nama Calon Deputi Gubernur BI

Hal itu menyusul sudah diterimanya Surat Presiden (Surpres) tentang usulan dua nama calon Deputi Gubernur BI

Ledakan Kasus COVID-19 Mengintai Setelah Lebaran, PPKM Mikro Diperpanjang
Indonesia
Ledakan Kasus COVID-19 Mengintai Setelah Lebaran, PPKM Mikro Diperpanjang

18-31 Mei ini adalah periode dua minggu dari pascamudik Hari Raya Lebaran

Staf Ahli dan Ajudan Eks Mensos Juliari Bakal Bersaksi di Sidang Suap Bansos
Indonesia
Staf Ahli dan Ajudan Eks Mensos Juliari Bakal Bersaksi di Sidang Suap Bansos

Pengadilan Tipikor Jakarta akan kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek pada Senin (15/3).

Empat Cara Anies Atasi COVID-19 Berbasis PPKM Mikro
Indonesia
Empat Cara Anies Atasi COVID-19 Berbasis PPKM Mikro

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja memperpanjang PSBB hingga 22 Februari yang beriringan dengan PPKM mikro.

BI Tegaskan Berbagai Indikator Ekonomi Mulai Membaik
Indonesia
BI Tegaskan Berbagai Indikator Ekonomi Mulai Membaik

Pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi BI pada April 2021, yakni pada kisaran 4,1 persen-5,1 persen

Ketua DPRD DKI Geram SKPD Anggarkan Beli Pacul dan Sekop Buat Tangani Banjir
Indonesia
Ketua DPRD DKI Geram SKPD Anggarkan Beli Pacul dan Sekop Buat Tangani Banjir

"Jangan sekali lagi pengadaan untuk RT/RW dikasih sekop, pacul karena ini normatif setiap tahun di Jakarta masih ada anggaran normatif seperti itu," ujar Prasetyo

Raih Simpati Akibat Didongkel Moeldoko, Elektabilitas AHY dan Partai Demokrat Naik
Indonesia
Raih Simpati Akibat Didongkel Moeldoko, Elektabilitas AHY dan Partai Demokrat Naik

"Figur AHY yang terzalimi mengingatkan saat ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) naik ke panggung kekuasaan pada tahun 2004," kata Okta.

Pengamat Nilai Ganjar-SYL Opsi Pasangan Ideal di Pilpres 2024
Indonesia
Pengamat Nilai Ganjar-SYL Opsi Pasangan Ideal di Pilpres 2024

Banyak warganet yang menilai keduanya cocok disandingkan menjadi pasangan capres dan cawapres