Azis Syamsuddin Minta Rita Widyasari Tak Seret Namanya Saat Diperiksa KPK Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (11/10). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPurih.com - Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, mengaku pernah diminta orang suruhan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin agar memberikan keterangan palsu jika diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengakuan itu disampaikan Rita saat bersaksi dalam kasus suap penanganan perkara dengan terdakwa eks Penyidik KPK Stepanus Robin Patujju di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/10).

Baca Juga

Azis Syamsuddin Berikan Amplop ke AKP Robin Saat Temui Rita Widyasari di Lapas

Mulanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK membongkar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Rita. Dalam BAP itu, Azis disebut mengutus rekannya bernama Kris untuk menemui Rita meminta agar nama Azis tidak diseret-seret jika nantinya Rita diperiksa KPK.

"Pada intinya beliau (Kris) menyampaikan jangan bawa-bawa Bang Azis. Saya sampaikan, niatnya Bang Azis kan sebetulnya membantu saya, Pak. Beliau bilang jangan bawa beliau. Ada beberapa angka yang harus saya akui," kata Rita.

Menurut Rita, Azis sebenarnya memang berniat membantu mengurus pengembalian 19 asetnya yang disita oleh KPK melalui upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). Pengurusan pengembalian aset itu dengan meminta bantuan dari Robin.

Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj.
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj.

Namun, Rita mengklaim tidak tahu-menahu adanya pemberian uang Rp 8 miliar dari Azis kepada Robin untuk mengurus perkaranya. Jaksa pun kembali mengonfirmasi ihwal klaim Rita tersebut.

"Saya tegaskan ya, dari keterangan saudara tadi, saudara didatangi oleh temannya Pak Azis bernama Pak Kris. Dan Pak Kris menyampaikan ke saudara bahwa intinya jangan bawa-bawa nama Pak Azis Syamsuddin kalau diperiksa KPK," tanya jaksa kepada Rita.

"Dan kedua, terkait uang Rp200 juta yang ditransfer pak Azis ke pak Maskur, serta uang yang berbentuk dolar (Amerika maupun Singapura) agar diakui itu uangnya saudara." Benar begitu?" Sambung jaksa.

"Iya," jawab Rita.

"Padahal itu bukan uang saudara?" kata jaksa kembali bertanya.

"Saya enggak punya uang, Pak," ujar Rita.

"Uang itu dalam rangka apa?" tanya jaksa.

"Karena kan saya ada lawyer fee, lawyer fee belum dibayar. Anggaplah kalau itu saya akui, itu legal," ungkap Rita.

Dalam perkara ini, Robin didakwa menerima suap total mencapai Rp 11,5 miliar.

Uang suap tersebut diterima dari eks Walkot Tanjungbalai M. Syahrial sejumlah Rp1,695 miliar; Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS; eks Walkot Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507,39 juta; Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sejumlah Rp 525 juta, dan Rita Widyasari sejumlah Rp5.197.800.000. (Pon)

Baca Juga

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Akui Kenal AKP Robin dari Azis Syamsuddin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nama-Nama Anggota Tim Pansel Calon Komisioner KPI Bentukan Menkominfo
Indonesia
Nama-Nama Anggota Tim Pansel Calon Komisioner KPI Bentukan Menkominfo

Pansel Calon Anggota KPI Pusat dibentuk berdasarkan Keputusan Menkominfo Nomor 135 Tahun 2022.

Respons Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data Pelanggan PLN
Indonesia
Respons Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data Pelanggan PLN

"Setelah mendapatkan berita itu, kami langsung melakukan pengecekan. Jadi, saat ini Kominfo sedang mendalami terkait dugaan kebocoran data itu, dan nanti kami akan sampaikan jika sudah ada hasil atau temuan sementara dari dugaan kebocoran data itu," ucap Juru bicara Kominfo, Dedy Permadi

Pemilu 2024 Diharapkan Berlangsung Jurdil, Gerindra dan Prabowo Berkepentingan
Indonesia
Pemilu 2024 Diharapkan Berlangsung Jurdil, Gerindra dan Prabowo Berkepentingan

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini menegaskan, kalau ada keinginan agar Pemilu 2024 berlangsung jujur dan adil, Gerindra dan Prabowo paling berkepentingan di sini.

Kejaksaan Agung Periksa Petinggi Meraseti Logistik Terkait Kasus Impor Baja
Indonesia
Kejaksaan Agung Periksa Petinggi Meraseti Logistik Terkait Kasus Impor Baja

Kejagung memeriksa Direktur Utama PT Meraseti Logistik Indonesia Sri Lestari sebagai saksi pada kasus tersebut.

Haris Azhar Sudah Punya 'Bahan' Buat di Pengadilan
Indonesia
Haris Azhar Sudah Punya 'Bahan' Buat di Pengadilan

Karena pengadilan ini forum resmi

Ibunya Akan Dinikahi Ketua MK, Anak Idayati Ungkap Pesan Penuh Haru
Indonesia
Ibunya Akan Dinikahi Ketua MK, Anak Idayati Ungkap Pesan Penuh Haru

Bahkan, kedua anaknya tersebut bedoa dan harapan terbaik atas pernikahan sang ibu.

Benarkah COVID-19 Omicron Sudah Masuk ke Indonesia?
Indonesia
Benarkah COVID-19 Omicron Sudah Masuk ke Indonesia?

Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi laporan temuan kasus Omicron di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, adalah tidak benar.

PSI Beri Respons setelah Jokowi-Anies Cek Sirkuit Formula E
Indonesia
PSI Beri Respons setelah Jokowi-Anies Cek Sirkuit Formula E

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta merespons kunjungan Presiden Jokowi ke sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Koalisi Golkar-PAN-PPP, Siapa Capres dan Cawapresnya?
Indonesia
Koalisi Golkar-PAN-PPP, Siapa Capres dan Cawapresnya?

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Ingat! Tax Amnesty Jilid 2 Sampai 30 Juni 2022
Indonesia
Ingat! Tax Amnesty Jilid 2 Sampai 30 Juni 2022

Per 24 Mei 2022, sudah lebih dari 49 ribu wajib pajak yang memanfaatkan PPS dengan total nilai harta yang dilaporkan mencapai Rp 97,3 triliun.