Azis Syamsuddin: Kalau Mau Bertanya Perkara di KPK, Saya Cukup ke Komisioner Mantan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (25/10/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengklaim tidak pernah meminta bantuan kepada eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus perkara di KPK.

Ia berdalih, jika ingin bertanya terkait perkara yang menjeratnya, dia bisa bertanya langsung ke komisioner KPK.

Pernyataan itu disampaikan Azis menanggapi pertanyaan jaksa KPK Lie Putra Setiawan.

Baca Juga:

Kata Azis Syamsuddin Soal Punya Delapan Orang Dalam di KPK

Jaksa Lie bertanya kepada Azis apakah pernah meminta bantuan ke Robin untuk mengurus perkara yang bersangkutan di KPK.

"Apakah saksi pernah meminta bantuan Robin atau pihak lain untuk pengecekan perkara yang diselidiki KPK terkait dengan saksi?" tanya jaksa Lie dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa Robin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/10).

"Tidak, Pak. Saya enggak pernah (cerita) apa pun (ke Robin)," ujar Azis.

Mantan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/10/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
CaptionMantan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/10/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

"Kalau terkait Aliza Gunado? Tidak pernah minta tolong sama Robin dan bertanya?" tanya jaksa Lie lagi.

"Tidak, Pak. Kalau mau bertanya saya kan ke komisioner saja, Pak," jawab Azis.

"Ya saya paham, Pak, harusnya level saksi kan pimpinan kami, kalau bertanya ke Robin kami kan juga bertanya ya kenapa," kata jaksa Lie.

Dalam perkara ini, Robin didakwa menerima suap total mencapai Rp 11,5 miliar.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Akui Kerap Beri Uang ke Eks Penyidik KPK AKP Robin

Uang suap tersebut diterima dari eks Walkot Tanjungbalai M Syahrial sejumlah Rp 1,695 miliar; Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000; eks Walkot Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507,39 juta; Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sejumlah Rp 525 juta, dan Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000. (Pon)

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Bakal Jadi Saksi Sidang Suap Eks Penyidik KPK AKP Robin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Kata Pemprov DKI Soal Tak Hadiri Rapur Interpelasi Formula E
Indonesia
Begini Kata Pemprov DKI Soal Tak Hadiri Rapur Interpelasi Formula E

Ahmad Riza Patria menilai, rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang menentukan jadwal interpelasi tidak resmi.

Pemerintah Diminta Segera Investigasi Dugaan Kebocoran Ratusan Data Pribadi
Indonesia
Pemerintah Diminta Segera Investigasi Dugaan Kebocoran Ratusan Data Pribadi

Harus ada langkah-langkah ke depannya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi

Ekonomi Belum Pulih, Pengusaha di Bogor Keberatan UMK Naik
Indonesia
Ekonomi Belum Pulih, Pengusaha di Bogor Keberatan UMK Naik

Apindo berharap langkah penyelamatan lain dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, seperti memangkas banyak alur birokrasi untuk kemudahan berinvestasi, penundaan pajak atau retribusi daerah.

Ribuan Tenaga Kesehatan Jabar Tertunda Divaksin COVID-19 di Tahap Pertama
Indonesia
Ribuan Tenaga Kesehatan Jabar Tertunda Divaksin COVID-19 di Tahap Pertama

Pemerintah ingin vaksinasi cepat selesai sehingga masyarakat memiliki kekebalan. Dengan adanya herd immunity ini, maka perekonomian akan bisa kembali bergerak.

KPK Periksa Sekdis PUPR Kota Banjar Terkait Dugaan Penerimaan Gratifikasi
Indonesia
KPK Periksa Sekdis PUPR Kota Banjar Terkait Dugaan Penerimaan Gratifikasi

Pada pemeriksaan pertama, Ade dikonfirmasi perihal kegiatan usaha yang dikerjakan oleh pihak keluarganya

Wagub DKI: Target Pendapatan APBD DKI Turun Hingga 10 Persen
Indonesia
Wagub DKI: Target Pendapatan APBD DKI Turun Hingga 10 Persen

Penurunan target pendapat itu pun berimbas pada Belanja Daerah yang berkurang Rp 3,3 triliun atau 4,58 persen

Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Monas Sudah Lebih dari 20 Persen
Indonesia
Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Monas Sudah Lebih dari 20 Persen

Selain itu, pekerjaan "traffic deck" di terowongan selatan dan pekerjaan dinding untuk persiapan peluncuran mesin bor di area utara Bundaran HI

Selalu Tak Hadir di Mata Najwa, Firli Juga Absen Debat di Kantornya Sendiri
Indonesia
Selalu Tak Hadir di Mata Najwa, Firli Juga Absen Debat di Kantornya Sendiri

KPK era Agus Rahardjo dengan Firli Bahuri memiliki perbedaan

MA Tolak 21 PK Terpidana Korupsi, MAKI: Hakim Agung Konsisten Jalankan Perma
Indonesia
MA Tolak 21 PK Terpidana Korupsi, MAKI: Hakim Agung Konsisten Jalankan Perma

"Di sini terobosan Perma itu telah dilaksanakan secara konsisten oleh Hakim Agung," kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (30/9)

PAD Anjlok 50 Persen, Bandung Percepat Vaksinasi Pekerja Wisata
Indonesia
PAD Anjlok 50 Persen, Bandung Percepat Vaksinasi Pekerja Wisata

Dalam relaksasi ekonomi, terutama di sektor pariwisasta, Pemerintah Kota Bandung sangat berhati-hati dalam membuat keputusan. Hal itu agar tidak terjadi klaster baru.