Azis Syamsuddin Janji Tak Masuk Dunia Politik Lagi, Buka Peluang Jadi Dosen Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dari fraksi Partai Golkar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/12/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin membacakan nota pembelaan alias peidoi dalam persidangan kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

Dapam pledoinya, mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu berjanji tidak lagi berkarir di dunia politik setelah bebas dari jeratan hukum.

Baca Juga

Kubu Azis Syamsuddin Keberatan atas Tiga Saksi yang Dihadirkan Jaksa KPK

"Saya juga telah berdiskusi kepada keluarga saya Bapak Hakim Yang Mulia, seandainya pada saat nanti jatuh vonis, atau dilakukan suatu keputusan saya bebas, saya berkomitmen untuk tidak masuk ke dunia politik," kata Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (31/1).

Azis mengklaim ingin tetap berkarya bagi masyarakat meski tidak lagi menjabat sebagai anggota legislatif. Salah satunya dengan berkarir sebagai advokat maupun dosen.

"Saya ingin tetap mempejuangkan hak-hak orang lain, saya meyakini hal ini dapat saya jalani dengan berbagai cara, termasuk kembali menjadi advokat, tenaga pengajar sebagai dosen, sehingga berkontribusi bagi kegiatan sosial," ujarnya.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Bantah Punya Adik Bernama Vio

Ia pun menyampaikan, ujian yang hingga kini terus berdatangan di kehidupannya merupakan kesempatan bagi dirinya untuk memperbaiki diri.

"Sehingga saya dapat menjadi Azis Syamsuddin yang lebih baik tentunya kelak," imbuhnya.

Diketahui, Azis Syamsuddin dituntut empat tahun dua bulan dalam perkara dugaan suap penanganan perkara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lampung Tengah. Ia juga dituntut pidana denda senilai Rp250 juta subsidair enam bulan kurungan.

Baca Juga

Saksi Ungkap Sosok Tangan Kanan Azis Syamsuddin Bantu Urus DAK Lamteng

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menuntut majelis hakim menyatakan Azis Syamsuddin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju terkait penanganan perkara di KPK.

Selain itu, jaksa juga menuntut agar Azis Syamsuddin turut dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama lima tahun terhitung sejak yang bersangkutan selesai menjalain pidana pokok. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KAI Pecat Petugas Kebersihan yang Lecehkan Perempuan di Stasiun Ciamis
Indonesia
KAI Pecat Petugas Kebersihan yang Lecehkan Perempuan di Stasiun Ciamis

Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan prima, KAI telah memecat oknum petugas kebersihan yang melakukan pelecehan seksual

DPR Lakukan Verifikasi Faktual ke Rumah Andika Perkasa di Jaksel
Indonesia
DPR Lakukan Verifikasi Faktual ke Rumah Andika Perkasa di Jaksel

Tidak semua anggota Komisi I DPR ikut dalam kunjungan tersebut yaitu hanya dua orang per-fraksi karena disebabkan masih kondisi pandemi COVID-19.

Menkes akan Cabut Izin Laboratorium yang Tak lapor Hasil Tes COVID-19 ke Sistem
Indonesia
Menkes akan Cabut Izin Laboratorium yang Tak lapor Hasil Tes COVID-19 ke Sistem

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan semua laboratorium (Lab) pemeriksaan tes COVID-19 untuk memasukan hasil tes PCR ke dalam sistem New All Record (NAR) Kemenkes. Bagi Lab yang tidak patuh, izin operasionalnya akan dibekukan atau bahkan dicabut.

Ternyata, Pemerintah Lakukan Uji Coba Penggunaan Kompor Listrik Kurangi Subsidi LPG
Indonesia
Ternyata, Pemerintah Lakukan Uji Coba Penggunaan Kompor Listrik Kurangi Subsidi LPG

Dari uji coba itu pemerintah ingin mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan masyarakat dengan kompor listrik lebih besar atau lebih kecil.

KPK Cegah Eks Pejabat Kemendagri Ardian Noervianto ke Luar Negeri
Indonesia
KPK Cegah Eks Pejabat Kemendagri Ardian Noervianto ke Luar Negeri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menerbitkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap mantan Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ardian Noervianto

133 Orang Terinfeksi COVID-19, Vaksinasi Anak Terus Digencarkan
Indonesia
133 Orang Terinfeksi COVID-19, Vaksinasi Anak Terus Digencarkan

Penambahan terjadi di bawah 200-an kasus yakni 133 orang per Senin (20/12).

Pemprov DKI Ajak Daerah Penyangga Jakarta Maksimalkan Aturan Uji Emisi
Indonesia
Pemprov DKI Ajak Daerah Penyangga Jakarta Maksimalkan Aturan Uji Emisi

DKI masih fokus dulu untuk Jakarta sampai menunggu progres diskusi dengan daerah penyangga

Polri Bentuk Komisi Banding Kode Etik Terkait Putusan AKBP Brotoseno
Indonesia
Polri Bentuk Komisi Banding Kode Etik Terkait Putusan AKBP Brotoseno

Mabes Polri telah membentuk Komisi Banding untuk melakukan sidang ulang pelanggaran Kode Etik Profesi (KEP) AKBP Raden Brotoseno.

Fatwa MUI tentang Hukum Hewan Kurban saat Wabah PMK
Indonesia
Fatwa MUI tentang Hukum Hewan Kurban saat Wabah PMK

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah PMK yang memperbolehkan sebagian hewan dengan penyakit PMK sebagai hewan kurban.

Puluhan Eks Napiter Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Indonesia
Puluhan Eks Napiter Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Puluhan eks narapidana terorisme (napiter) turut merayakan Hari Kemerdekaan RI, Kamis, 16 Agustus 2022.