Azis Syamsuddin Akui Kerap Beri Uang ke Eks Penyidik KPK AKP Robin Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/4/2021). (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengakui kerap bertemu dengan AKP Stepanus Robin Pattuju dan memberikan uang kepada mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Hal itu disampaikan Azis Syamsuddin saat bersaksi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa Robin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (25/10).

"Pada saat dia datang ke rumah saya mendadak, tanpa janji, karena dia waktu itu ada di pos. Saya tanya emang kau di KPK. Dia menunjukkan nametag-nya, Pak. Karena saya pernah beberapa kali ada orang pakai nametag palsu, gitu," kata Azis.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Bakal Jadi Saksi Sidang Suap Eks Penyidik KPK AKP Robin

Azis mengungkapkan, dalam pertemuan yang dilakukan sebanyak tiga kali itu kerap memberikan uang kepada Robin. Namun, Azis mengklaim uang tersebut hanya sebatas bantuan, karena kebutuhan keluarga Robin yang terdampak pandemi COVID-19.

"Saya bantu dia karena dia minta. Bahasanya minjam. Iya minjam. 'Bang, saya lagi kesulitan, kalau boleh saya dibantu'. 'Untuk apa?' saya bilang. Untuk urusan keluarga ini itulah, secara persisnya saya tidak ingat," kata Azis.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu lantas memberikan bantuan kepada Robin. Alasannya karena ketika datang Robin memelas dan langsung diberikan uang Rp 10 juta dari rekeningnya ke rekening Robin.

"Iya, karena beberapa kunjungan beliau berikutnya minta lagi minta bantuan finansial juga antara pertamuan kedua atau ketiga lah, Pak. Saya tidak ingat percis kejadiannya," ujar Azis.

Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj.
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj.

Setelah penyerahan uang Rp 10 juta itu, Azis mengakui jika Robin kembali menemuinya pada saat malam hari untuk kembali meminta bantuan uang dengan alasan untuk keperluan keluarga kembali.

"Dia (Robin) ada orang tuanya sakit, keluarganya sakit. Karena kan waktu itu lagi COVID-19 kita memahami bukan cuman beliau, Pak," ujarnya.

Namun untuk permintaan kedua, Azis mengatakan kalau dirinya tidak tak memagang uang kes. Robin kemudian menawarkan rekening salah satu keluarganya untuk dijadikan tempat penerima uang tersebut.

"Jadi yang pertama jumlahnya Rp 10 juta," kata Azis.

"Kedua sebesar berapa?" tanya JPU.

"Total Rp 200 juta, Pak (permintaan kedua kali)," jawab Azis.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Diduga Punya 8 'Orang Dalam' di KPK, AKP Robin: Enggak Ada

Dalam perkara ini, Robin didakwa menerima suap total mencapai Rp 11,5 miliar.

Uang suap tersebut diterima dari eks Walkot Tanjungbalai M Syahrial sejumlah Rp 1,695 miliar; Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000; eks Walkot Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507,39 juta; Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sejumlah Rp 525 juta, dan Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000. (Pon)

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Minta Rita Widyasari Tak Seret Namanya Saat Diperiksa KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Sumbang 1,4 Persen Angka Kematian COVID-19 di Dunia
Indonesia
Indonesia Sumbang 1,4 Persen Angka Kematian COVID-19 di Dunia

Penting memperkuat data deteksi kasus, sistem pelaporan, pengolahan, analisis hingga interpretasi data yang dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan.

Lebaran Usai, Ribuan Pemudik Masih Wara-wiri di Jatim
Indonesia
Lebaran Usai, Ribuan Pemudik Masih Wara-wiri di Jatim

Di perbatasan Jawa-Bali juga terdapat satu pos penyekatan khusus. Di sana, petugas berhasil menjaring 570 kendaraan. Yakni terdiri 249 sepeda motor, 283 mobil, 23 bus dan 15 mobil barang.

Resmi! Jokowi Tetapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali
Indonesia
Resmi! Jokowi Tetapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali

PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku.

Jaksa Agung Minta Keadilan Restoratif Diterapkan Sesuai dengan Maksud dan Tujuan
Indonesia
Anies Belanja Telur Asin hingga Kembang Goyang di Pasar Mayestik
Indonesia
Anies Belanja Telur Asin hingga Kembang Goyang di Pasar Mayestik

Menjelang Lebaran, masyarakat berbondong-bondong pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan bahan pokok hari raya.

Guru Besar UIN Harap Dakwah Santun Tanpa Benturkan Aparat dan Ulama
Indonesia
Guru Besar UIN Harap Dakwah Santun Tanpa Benturkan Aparat dan Ulama

Harus dijelaskan siapa yang pegang kendali saat ini

Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama Natal, Warga Dilarang Pulkam
Indonesia
Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama Natal, Warga Dilarang Pulkam

"Tidak pulang kampung, atau berpergian atas tujuan-tujuan yang tidak primer," tuturnya.

Pemulihan dan Penanggulangan COVID-19, Bamsoet: Indonesia Jauh Lebih Baik Dibandingkan Singapura
Indonesia
Pemulihan dan Penanggulangan COVID-19, Bamsoet: Indonesia Jauh Lebih Baik Dibandingkan Singapura

Situs Our World Data mencatat hingga 11 Oktober 2021, Indonesia tercatat di peringkat keenam dunia sebagai negara yang paling banyak memberikan vaksin untuk warganya

Disebut Pelanggaran HAM, Langkah Polisi Tembak Laskar FPI Dinilai Ada Dasarnya
Indonesia
Disebut Pelanggaran HAM, Langkah Polisi Tembak Laskar FPI Dinilai Ada Dasarnya

Komnas HAM telah melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa penembakan enam laskar FPI akhir Desember 2020 lalu.

Ketika 'Spiderman dan Iron Man' Bantu Korban Banjir Kalsel
Indonesia
Ketika 'Spiderman dan Iron Man' Bantu Korban Banjir Kalsel

Selain mengawal bantuan, dua kader berpakaian super hero itu juga menggelar program trauma healing kepada anak-anak pengungsi banjir Kalimantan Selatan.