berita-singlepost-banner-1
 Ayu Azhari Dipastikan Tidak Ada Kaitan dengan Penjualan Senjata Ilegal Anaknya Kasus senjata ilegal anak Ayu Azhari, Axel Djody Gondokusumo kini sudah ditangani polisi (Foto: ANTARA)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Axel Djody Gondokusumo, putra Ayu Azhari, ditangkap polisi karena menjual senjata api ilegal kepada pengemudi mobil mewah koboi Abdul Malik.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama mengatakan kalau Ayu Azhari tidak diperiksa terkait hal tersebut. Sebab, ia tidak ada kaitannya mengenai jual-beli senpi ilegal itu.

Baca Juga:

Gerindra: Pengusutan Isu Impor Senjata Ilegal Harus dengan Kepala Dingin

"Nggak kita periksa karena nggak ada kaitannya," kata Bastoni kepada wartawan, Rabu (8/1)

Axel beserta Yunarko (36) dan Muhammad Setiawan Arifin (25) ditangkap pada Minggu (29/12).

Axel Djody diduga memasok senjata ilegal unutk Abdul
Senjata ilegal yang dipasok Axel untuk pengusaha koboi Abdul Malik (Foto: ANTARA)

Perbuatan Axel terbongkar usai pendalaman perkara melalui Abdul Malik.

"Hasil keterangan AM, (ia) peroleh senjata M16 dan AR 15 dari ADG dan MSA," ucap Bastoni.

Sementara, pistol Glock 19 kaliber 9 milimeter dan Zoraki kaliber 380 Auto diperoleh dari Yunarko. Polisi ringkus Axel di kediamannya yang berlokasi di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Setiawan dicokok di rumahnya sekitar Pinang Ranti, Jakarta Timur, dan Yunarko ditangkap di area Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari ketiganya akan terus dilakukan pendalaman dari mana asalnya (senjata). Sementara masih dalam proses penyelidikan," ujar Bastoni.

Menurut penuturan para tersangka, lanjut dia, mereka baru satu kali menjual senjata api ilegal kepada Abdul Malik. Polisi masih menggali keterangan ihwal apakah ketiganya menjual ke orang lain.

Bastoni menyatakan senjata yang dijual adalah milik pribadi mereka.

"Keterangan ketiga pelaku, (senjata) milik pribadi dijual kepada AM. Itu keterangan pelaku, kami tidak buru-buru percaya, masih didalami keterangan saksi dan bukti lainnya," jelas dia.

Pelaku menjual senjata dengan harga bervariasi, bahkan capai ratusan juta rupiah. "Termasuk granat ini, dibeli oleh AM seharga Rp15 juta dari Y," imbuh Bastoni.

Selain digunakan untuk berburu, Abdul Malik merupakan kolektor senjata, maka ia menebus senjata-senjata itu.

Abdul Malik dan tiga penjual senjata itu sudah saling kenal, dari situlah mereka bertransaksi. Metode pembayaran dilakukan secara tunai maupun transfer antarbank. Kini polisi masih buru satu terduga pelaku lainnya.

Baca Juga:

Ketum PKB Minta Kasus 5000 Pucuk Senjata Ilegal Diusut Tuntas

Bastoni menyatakan Axel cs tidak terdaftar sebagai anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) dan mereka merupakan sipil. Bahkan senjata api itu tidak berizin.

"Senjata ini semua tidak ada izin, kecuali senjata yang digunakan AM saat pengancaman di Kemang," imbuh dia.

Para tersangka dikenakan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.(Knu)

Baca Juga:

Alur Cerita Kasus Pembelian Senjata Ilegal yang Menimpa Kivlan Zen


berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6