Ayam Bekakak Sunda, Simbol Syukur si Punya Hajat Ayam bekakak khas Sunda. (foto:resepkoki)

INDONESIA kaya akan tradisi religius yang seringnya bersinggungan dengan kuliner. Beberapa jenis sajian khas acap menjadi bagian penting dari sebuat ritual. Seperti contoh roti buaya di kebudayaan Betawi, jenang atau dodol di Surakarta, atau nasi yasa di Bali.

Kebudayaan Sunda juga punya. Namanya ayam bekakak. Sajian ini berbentuk ayam bakar yang dibumbui sehingga terasa gurih, manis, dan pedas. Biasanya ayam bekakak dibuat dari ayam kampung yang punya rasa khas. Kuliner satu ini umumnya disajikan saat hajatan seperti khhitanan atau pernikahan. Dalam ritual khitanan, ayam bekakak biasanya disantap si pengantin sunat bersama kawan sebayanya. Itu merupakan simbol rasa syukur dan sedekah si punya hajat kepada lingkungan sekitarnya.

Meskipun terlihat seperti ayam bakar biasa pada umumnya, olahan ayam bekakak punya kekhasan dalam penyajiannya. Ayam bakar disajikan utuh satu ekor dengan posisi telentang menghadap ke atas.

RESEP AYAM BEKAKAK

BAHAN-BAHAN

Ayam kampung - 1 ekor (700 gram)
Santan kental - 1 liter
Daun salam - 3 lembar
Lengkuas - 3 cm
Serai - 1 batang
Daun jeruk - 3 lembar
Garam - 1 sdt
Gula merah - 1 sdt
Merica - 1/2 sdt
Bumbu Halus:
Bawang merah - 6 butir
Bawang putih - 4 siung
Kemiri, sangrai - 6 butir
Ketumbar kasar, sangrai - 1/2 sdm
Jahe - 2 cm
Lengkuas - 2 cm
Kunyit - 3 cm
Cabai merah besar, buang biji - 3 buah


CARA MEMBUAT

1. Dalam panci, didihkan santan.

2. Masukkan ayam, bumbu halus, daun salam, lengkuas, serai, daun jeruk, garam, gula, dan merica. Aduk rata. Masak dengan api kecil hingga ayam matang dan empuk. Angkat.

3. Bakar ayam di atas bara api atau menggunakan wajan anti lengket. Sesekali olesi sisa bumbu rebusan ayam. Bakar hingga kedua sisi ayam terlihat kecoklatan. Angkat. Siap disajikan.



Dwi Astarini